Friday, May 29, 2015

Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Padang Over kapasitas Penghuni, namum tetap produktif memberikan pelatihan dengan pihak ke tiga

Meskipun serba keterbatasan dan kekurangan kenaga pengawasan para napi, namun tetap mampu menjalankan aktivitas. Selain itu, napi juga dibekali dengan bimbingan dan latihan. Kemudian pembinaan kepribadian dan kemandirian yang diberikan kepada narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Padang. Narapidana tidak hanya sebagai orang yang menjalankan hukuman atas perbuatannya dibalik jeruji besi. Namun, para napi juga akan diberikan bimbingan dan pelatihan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Padang, Provinsi Sumatera Barat

Laporan— Julnadi Inderapura, Padang

Dalam rangka peringatan hari lembaga Pemasyarakatan ke 51 Kegiatan, Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Padang,  mengadakan kegiatan seperti biasa. Kegitan peringatan tersebut tetap upacara bendera pada acara puncak tanggal 27 april mendatang di Lapas anak Tanjung Pati. Rangkaian kegiatan di lapas tanjung pati tersebut adalah pembacaan ikrar petugas, janji nara pidana, kemudian ada semacam pameran berupa karya seni dan kerajinan narapidana. Selain itu, narapidana sebelumnya telah diacakan pameran pada awal april, kemudian kegiatan olah raga seperti bulu tangkis dan sepak bola putsal.

Sebelumnya lapas klas II A Padang pernah pameran di Jakarta untuk memamerkan karya narapidana. Seperti pameran batu cintin, pot bunga, pernak pernik dan miniature. Pameran hasil karya dan kerajinan narapidana tersebut mendapat sorotan di kementrian perindagtamben. Pameran itu, ada yang memesan dan disesuai dengan pasaran harga. Namun yang terpenting paling tidak semua orang tahu bahwa lapas klas II A Padang memiliki binaan dan pelatihan. Sehingga banyak bermunculan karya seni hasil karya napi, sebagai bekal di kemudian kelak jika mereka telah keluar dari LP. Hal tersebut diungkapkan oleh Ka KPLP Darwan kepada Penulis pada hari Kamis 23 April 2014.

Dia menyebutkan, untuk membinaan dan perlatihan terhadap narapidana dilakukan oleh diberikan terhadap napi yang akan keluar dari LP. Sehingga setelah keluar para dari LP napi memiliki skil yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan bahkan Negara sekalipun. Apalagi jika napi tersebut mampu untuk berwira usaha dan membuka perekonomian baru, sehingga meningkatkan perekonomian Negara.

Sebut saja, Yulhen Fiter, narapidana 363 pencurian yang memiliki kemampuan dalam mengasah batu akik, selain itu dia juga bisa membuat gagang batu akik berbahan tempurung (batok kelapa). Hasil karyanya itu, memang patut di acungkan jempol. Sebab, dengan karya seni yang tinggi dia mampu memodif botok kelapa tersebut menjadi gagang batu cincin yang elit. Sehingga jika dilihat sepintas seakan tidak percaya dengan hasil karya napi yang eklusif itu.

Batok kelapa yang di potong sesuai dengan ukuran jari tangan, kemudian patok kelapa tersebut dilapisi dengan tembaga. Tempelan tembaga itu dipasang sesui dengan ke inginan berdasarkan serta bentuk yang diinginkan.  Kemudian tembaga tersebut selain sebagai penghias pinggiran patok kelapa gagang cincin tersebut. Tembaga juga di fungsikan untuk mempercantik warna batok kelapa. Perpaduan antara batok kelapa dan logam tersebut sekan memambah warna karya seni yang tinggi di ciptakan napi. Kemudian, motif gambar dan ukiran yang diciptakan pada gagang cincin tersebut juga berfariasi. Ada motif kaluak paku dari dareh minang dan juga bisa di fariasikan dalam bentuk lain.

Pelatihan dan bimbingan tersebut tidak tarlepas dari pihak ke tiga. Sebab, lapas klas II A Padang menyakini tidak memiliki anggaran untuk itu. Sehingga tanpa bantuan dari pihak ke tiga tersebutlah para napi dapat belajar. Baru-baru ini pelatihan pengasahan batu akik dilakukan olah Danrem, yang membantu dua set alat asah, kemudia satu set mesin pemotong. Selain itu, Danrem juga mendatangkan dua orang pemateri yang memberikan pelatihan cara mengasah batu akik, kemudian cara membuat gagang batu akik dari batok kelapa. Hal itu, dilakukan untuk menambah kempampuan dan skil para napi.

Harapannya agar mampu napi ini tidak lagi kembali kepada perbuatan pidana setelah keluar dari lapas klas II A ini. setelah keluar dari tempat ini memiliki skil dan bisa mempengaruhi kehidupan dengan skil yang dimiliki. Mudah-mudahan Jika setelah keluar mereka tidak memiliki pekerjaan, otomatis dia menjadi pengangguran. Apa bila dia membutuhkan kehidupan sehari-hari maka cenderung melakukan kejahatan kembali. Setelah keluar nanti harpan kita mereka menjadi masyarakat yang baik kembali. "Bagi nara pidana setelah keluar dari lapas memiliki skil yang bisa diandalkan baik bagi dirinya, keluarga, lingkungan dan bahkan negara sekalipun," sebut Darwan saat ditemuai di ruanga kerjanya.

Selain itu, pelatihan juga diberikan terhadap narapidana seperti, Pembuatan pot bunga, pembuatan pupuk organik, pengasahan batu akik, pembuatan gagang batu akik dari tempurung, pembuatan batu bata ringan, pembuatan holobri dan budidaya ikan lele. Kemudian pelatihan seni ukir, pembuatan ukiran yang berbahan serbuk, kemudian miniatur dan pernak-pernik.

Dari keseluruhan hasil karya dan kerajinan napi di lapas klas II A Padang telah dipamerkan di jakarta oleh kementrian Perindagtamben. Hasil karya napi tersebut patut di apresiasi sehingga masing-masing diberikan penghargaan berupa sertifikat. "Bentuk pelatihan yang diberikan perupa Pelatihan pembuatan pot bunga, pembuatan pupuk organik, kerjasama dengan Danrem, pengasahan batu akik, kemudian pembuatan gagang batu akik deri bahan tempurung, pembuatan loubrik dengan Yayasan Budha Buci. Pembuatan batu bata ringan," jelasnya lebih lanjut.

Selain itu, untuk pelatihan perorang pembuatan ukiran-ukiran yang berbahan baku dari serbuk dan masi. Dari bahan baku tersebut bisa menjadi bentuk bermacam-macam karya seni dan kerajinan tangan. Sehingga, bimbingan dan pelatihan di berikan pada napi. Skala proritas diberikan pelatihan kepada narapidana yang masa tahanannya tidak lama lagi hanya tinggal beberapa bulan saja. Mereka itulah yang diberikan pelatihan dan bimbingan. Sehingga jika mereka telah keluar mereka memiliki skil untuk bertahan hidup. Jika yang napi yang masih lama keluar untuk apa diberikan pelatihan. “Kita memberikan skala prioritas yang berlaku untuk semuanya, namun tentu tidak kesemuannya di berikan pelatihan,” akunya.

Destri Syam menuturkan, dilapas para napi juga mendapatkan binaan berupa Pembinaan keperibadian dan kemadirian. "Pembinaan kepribadian ini diberikan berupa pembinaan menulis dan baca alqur an, shalat jumat, kemudian tusiah ke agamaan yang diberbantukan oleh pihak ketiga, Termasuk mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang dan  fakultas hukum Unand yang memberikan pembinaan dan bimbingan," tuturnya.

Selain itu, jelasnya bimbingan Pendidikan untuk pake A, paket B, paket C, juga akan diberikan. Meskipun sebelumnya telah ada tetapi telah terputus. Kendalanya selama ini tidak dapat diberikan oleh pemda. "Harapan kita, jika mereka diberikan kesempatan untuk pendidikan, setelah keluar dari lapas ini, napi dapat bekerja diperusahaan dan sebagainya. Kemudian mereka juga telah di bekali dengan skil dan telah mendapatkan sertifikat dari desperindagtamben sebagai modal mendapatkan kerja," harapnya.

Kemudian, bimbingan dan pembinaan dari Danrem mengenai wawasan cinta negara dan cinta tanah air. Selain itu, bimbingan ke pramukaan yang bermanfaat bagi napi terhadap mental dan semangat juang mereka. "Danrem juga hebat memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap narapidana untuk kepribadian," katanya.


No comments:

Post a Comment