Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Friday, February 16, 2018

Kejuaraan Sawahlunto Tenis Wisata Beregu Putra 2018 Diikuti 20 Tim Bertanding

Sebanyak 20 tim Tenis ikuti kejuaraan Sawahlunto Tenis Wisata Beregu Putra 2018. Kejuaraan tersebut memperebutkan piala bergilir pemerintah kota Sawahlunto. Kemudian kejuaraan tersebut merupakan agenda tahunan yang telah dilakukan untuk keempat kalinya. Kejuaraan tersebut Pemerintah Kota Sawahlunto kembali membuktikan dan konsisten untuk memajukan pertenisan di Sumbar bahkan nasional. Kejuaran Tenis Wisata Beregu Putra 2018 dibuka secara resmi oleh Kapolda Sumatera Barat. 

"Kejuaraan Sawahlunto Tenis Wisata Beregu Putra 2018 digelar untuk membuktikan bahwa kami komitmen dan konsisten untuk memajukan pertenisan di Sumatera Barat bahkan di nasional.  dengan menggelar kembali Sawahlunto tenis wisata regu putra yang keempat secara beruntun sejak 2014," ujar Efriyanto Ketua Panitia Kejuaraan Sawahlunto Tenis Wisata Beregu Putra 2018 saat menyampaikan sambutan dilapangan ternis outdoor Saringan, Jumat, 16 Februari 2018. 

Ia menyebutkan bahwa kegiatan akan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu yang akan akhiri Pada sore sebagaimana tahun-tahun. Pertandingan akan berlangsung ditiga tempat yakni Lapangan Tenis outdoor Kebun Jati, kemudian lapangan tenis Indoor PTBA dan lapangan tenis Indoor PLTU Sijantang Talawi. 

"Pada hari sebelumnya sudah mendaftar sebanyak 26 tim yang akan ikut bertanding. Namun, sampai dengan tadi malam ketika teknikal meeting yang konfirmasi untuk mengikuti kegiatan ini hanya 20 tim," katanya.

Ali Yusuf Ketua Baveti Sumatera Barat mengatakan bahwa olahraga akan membawa kota Sawahlunto ke arah yang lebih baik. Sebab bendera negara ini bisa tegak megah di Tiang Bendera dengan adanya olah raga apabila mendapat medali emas baik dalam bentuk olah raga apapun. Olahraga merupakan salah satu indikator membawa bangsa ini lebih besar. 

"Maka dari itu, olahraga tenis ini yang di terbuat di Sawahlunto sebagai Kota Wisata sport tourism di tingkat nasional maupun internasional. Selama dua tahun berturut-turut kita minta kepada bapak Kapolda untuk membuka kegiatan ini. Namun beliau tidak berkesempatan hadir untuk membuka kejuaraan tenis eksekutif regu putra," katanya. 

Namun pada kali ini beliau dapat hadir ditengah kita, karena ketika mengiringi presiden datang ke Sawahlunto barulah Beliau mengatakan Sawahlunto itu indah. Sehingga beliau bisa hadir mengikuti kejuaraan ini karena cinta kepada Sawahlunto dan cinta dengan teknis sehingga beliau datang ke Sawahlunto. 

Berolahraga dapat membentuk karakter disiplin diri, sebab berolahraga tubuh sehat dan hadir tepat waktu sehingga kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan agensa yang ada. Kemudian, untuk mendukung kegiatan kejuaraan tenis kedepan, Sawahlunto masih membutuhkan prasarana.

"Kita berharap melalui bapak Kapolda untuk menyampaikan kepada gubernur agar membangun lapangan tambahan. Sebab, lapangan tenis outdoor Kebun Jati ini bisa tambah satu lapangan lagi. Sehingga Kota Sawahlunto bisa membuat ajang kejuaraan tenis eksekutif berkelas internasional jika fasilitas kita mendukung. Tentunya akan membawa dampak positif masyarakat Sawahlunto dengan banyak tamu dan peserta dari luer negeri yang akan ikut bertanding," katanya. 

Kemudian, kata dia, Kota Sawahlunto sebagai destinasinya di Sumatera Barat dan didukung oleh daerah sekitarnya terutama akses infrastruktur jalan. Sawahlunto labar jalan delapan hingga 12 meter untuk sarana pendukung infrastruktur jalan. Namun, Mulai dari Pagaruyung Jalan Tanah Datar hingga Kota Sawahlunto dengan lebar jalan empat sampai lima meter. 

"Mudah-mudahan bapak Kapolda bisa menyampaikan kepada Bapak Gubernur agar jalan akses wisata menuju Sawahlunto agar dapat diperlebar. Sawahlunto tetap berkomitmen menjadi Destinasinya wisata di Sumatera Barat meskipun kecil tetapi Confident kita tidak kalah alam dan kota lama yang bersejarah," tuturnya. 

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Drs Fakhrizal, M.Hum menyebutkan bahwa setiap olahraga di Sumatera Barat telah juaran piala Kapolda, seperti yang ada Kapolda Cup untuk UNP. Kemudian, mestinya Kejuaraan Tenis Eksekutif juga ada pila Kapolda, tapi tetap konsep olahraga tenis wisata. Jadi, kalau untuk olah raga, jika ada kendala silakan menghadap ke Kapolda. 

"Kalau dilihat orang yang berolahraga pasti awet muda. Saya pencipta olahraga dan semua olahraga saya bisa dan tidak hanya sekedar bisa, namun bisa bertanding tidak hanya olah raga tenis tetapi olahraga sepak bola. Hingga saat ini saya bisa main bola dan bisa mencetak gol. Berolahraga merupakan refreshing, kemudian awal bertemu bersama-sama bisa bercanda. Dengan berolahraga bisa bersilaturahmi bisa memperbanyak teman dan saling berkomunikasi meskipun awalnya kita tidak saling kenal," katanya. 

Kemudian, lanjut dia, seperti yang dikatakan ketua Baveti bahwa nama bangsa bisa besar atau maju karena olahraga seperti negara Brazil itu kecil negaranya, Etiopia itu kecil negaranya dan negara miskin. Namun, melalui olahraga mereka dapat dikenal oleh seluruh dunia karena bendera mereka berkibar karena olahraga.

"Brazil merupakan negara kecil namun mereka memiliki atlet bola yang sangat terkenal, Brazil dikenal di seluruh penjuru dunia. Maka, olahraga ini sangat tepat kiranya untuk mengangkat nama besar negara yang kita cintai ini melalui olahraga. Mudah-mudahan kejuaraan seperti ini akan berkembang di daerah-daerah lain," katanya

Sunday, December 3, 2017

Pacu Jawi Kekayaan Budaya Ajang Mendapatkan Keuntungan dan Memperbanyak Saudara

"Pacu Jawi, merupakan kekayaan budaya yang dipertontonkan, tetapi pacuan Jawi juga wadah untuk saling mengenal satu sama lain. Pacu Jawi memperbanyak saudara dikenal dengan istilah "Mampagadang pariuak, mampabanyak dunsanak, Kamudian harogo Jawi labiah kandua dari ukuran data,"




dok. Humas Sawahlunto
Jalan menuju Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto yang sempit. Para pengunjung berduyun-duyun masuk ke areal sawah tempat pacuan Jawi. Ribuan penonton telah memadati jalan bandes membedah sawah sebagai jalan penghubung rumah warga. Penonton berdasarkan berdiri di sepanjang jalan beton yang dipagari dengan bilah bambu agar penonton lebih aman dari amukan Jawi saat balapan. 

Sorak-sorai serta tepuk tangan penonton riuh seketikan melihat Joki terhenyak jatuh ke lumpur sawah. Sementara Jawi tetap melaju kencang bersama pasangannya yang telah di pasang 'Tali Bajak' yang terbuat dari bambu. Pada tali bajak tersebut Joki berdiri sembari memegang ekor Jawi kemudian menggigitnya agar lari Jawi bertambah kencang. Hingga bercak lumpur pun melumuri seluruh tubuh Joki akibat percikan lumpur terjangan kaki Jawi. 

dok. Humas Sawahlunto
Rabu, 29 November 2017 siang lagit kota Sawahlunto cerah. Penonton masih setia berkerumun berdesakan disepanjang pagar arena pacu jawi dibawah terik matahari. Penjual jajanan asongan menyelip-nyelip ditengah desakan penonton meskipun telah disediakan tempat untuk berjualan. Pedagang asongan tersebut sesekali perhatiannya mengarah ke arena melihat pacu Jawi. Belum lagi para pejalan kaki yang mondar mandir ditengah keruman penonton mencari posisi yang pas untuk menonton. 

Ali Amran, 63, Joki asal Kabupaten Tanah Datar menyebutkan bahwa Pacu Jawi (Balapan Sapi) sebelumnya dimulai dari cara petani menjalin hubungan silaturrahmi antar sesama teman di empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Setiap tahun, Pacu Jawi diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu di empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, Kecamatan Pariangan, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Lima Kaum, dan Kecamatan Sungai Tarab.

dok. Humas Sawahlunto
Pacuan Jawi sebagai wadah saling mengenal satu sama lain atau memperbanyak saudara dikenal dengan istilah "Mampagadang pariuak, mampabanyak dunsanak, Kamudian harogo Jawi labiah kandua dari ukuran data,". Artinya pacu Jawi tidak hanya hiburan semata tetapi juga mendapatkan keuntungan karena harga Jawi menjadi lebih tinggi. Kemudian melalui pacu jawi juga akan memperbanyak saudara karena terjalin silaturahmi, baik sesama hobi, dengan masyarakat dan pemerintah. 

Maksudnya, kalau 'Jawi Aduan' (pacuan) tersebut di pasar harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan Jawi biasa yang bukan Jawi aduan. Artinya harga satu ekor Jawi Aduan bisa mencapai Rp60 juta perekornya. Kalau harga pasaran Jawi jika dilihat dari jumlah daging berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta untuk Jawi potong. Tetapi kalau Jawi tersebut sudah masuk sawah atau Jawi Aduan maka harganya akan lebih mahal dari harga umumnya.

Ali Amran mengatakan ada sebanyak 500 ekor Jawi Aduan yang sudah menjadi atau sudah siap untuk berpacu. Ada pula yang baru belajar artinya belum menjadi masih belajar arena pacua karena baru berumur satu hingga tiga tahun pacuan. Kemudian, dia sendiri membawa delapan ekor Jawi (empat pasang) yang diikutkan pada pacuan Jawi di sawah Sijantang, Kecamatan Talawi Sawahlunto. Sepasang Jawi Aduan miliknya telah bertanding selama 12 tahun dan belum 'Suak' atau masih bisa dipakai dan ikut bertanding di arena. 

Ali Amran sejak umur 13 tahun telah masuk ke sawah menjadi Joki pacu Jawi hingga saat ini meskipun diusianya yang telah tua, masih pawai dan kuat menjadi Joki. Sejak menjadi Joki tidak terhitung berapa kali memenangkan pacuan Jawi. Kemudian telah banyak pula, jawi aduan miliknya dijual kepada Joki lainnya dengan harga mahal. Artinya, Jawi pacuan tersebut didapatkan dari perpindahan tangan Joki yang satu ke yang lainnya. Jawi pacuan tersebut dibeli dari kawan (Joki) malampaui (lebih mahal) dari harga sebelumnya. 


Ali Amran menjelaskan bahwa Pacu Jawi berasal dari Kabupaten Tanah Datar yang sudah ada sejak dulu, namun di Sawahlunto merupakan pacu yang kedua kalinya sejak tiga bulan belakangan. Karena pacu Jawi merupakan pacuan yang baik, unik serta tradisi yang kuat dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Maka pemerintah kota Sawahlunto meminta agar pacu Jawi diadakan di Kota Sawahlunto agar menjadi destinasi wisata baru bagi Sawahlunto dan pemerintah kota menyediakan tempat pacuan Jawi. 

Senada disampaikan, Khairul Fahmi, 67, Ketua Persatuan Pacu Jawi Kabupaten Tanah Datar menyebutkan bahwa asal mula Pacu Jawi (Balapan Sapi) terjadi adalah dari petani di sawah. Petani mengadu atau berpacu antara Jawi yang satu dengan lainnya sehingga menjadi satu pasang. Maka petani memasang tali bajak (bajak sawah terbuat dari bambu) terhadap kedua Jawi (berpasangan) untuk berpacu di sawah.

Ada lima cara penilaian Pacu Jawi, yakni pertama ditentukan oleh kencangnya lari Jawi berpacu yang telah dipasang 'Tali Bajak' hingga memutus pita finish. Kedua, saat Jawi pacuan berpasangan yang sudah di pasang tali bajak tersebut lari Jawi harus lurus atau 'Dahulu Sakapalo. cara ke tiga kepala Jawi harus tegak atau mendongak ke atas saat berlari pacuan hingga finish. 

Keempat, Jawi tidak 'mendek' ke kiri dan kanan atau Jawi tersebut tidak menoleh kekiri dan kekanan, (berpisah dengan pasangannya) sehingga lari lurus sampai ke finish. Kelima, meskipun Jawi tersebut berdirinya di pinggir arena pacuan atau ditengah arena tetapi penilaian tetap berdasarkan lurusnya lari Jawi yang ditunggangi Joki.

Selanjutnya, ada dua kategori 'Aduan' atau pacu Jawi. Pertama, pacu Jawi dilakukan secara bersama-sama artinya lebih dari satu pasangan yang 'beradu' (berpacu) di arena. Namun sistem penilaiannya tetap melihat siapa yang duluan memutus pita. Kemudian, pacu Jawi dilakukan secara sendiri (hanya sepasang) tetapi tetap mengacu pada kategori penilaian. Joki yang menunggangi Pacu Jawi di arena boleh dilakukan berulang-ulang sampai pada sempurna atau sesuai dengan kategori penilaian yang telah ditetapkan.

Sementara, filosofi Jawi 'Aduan' (Pacu Jawi) adalah diharapkan pemimpin itu seperti Jawi pacuan yang berlari lurus demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Pemimpin yang tidak memandang sebelah mata masyarakat kecil dan berkeadilan. Pemimpin yang bisa membimbing kawan atau masyarakat, itulah yang dikatakan Joki. Kemudian, meskipun badannya kotor dan berlumpur namun hatinya tetap bersih karena silaturrahmi. 

Artinya seluruh peserta yang datang berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, namun tetap kompak. Karena pacu Jawi adalah mempererat silaturrahmi antar sesama tetap terjaga dengan baik. Meskipun pacuan berada di Desa Batu Tanjuang Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto namun bisa bersilaturrahmi dengan masyarakat sekitar. Ada sebanyak 180 peserta pacu Jawi yang hadir untuk bertanding di Desa Batu Tanjuang, Sawahlunto. Semua peserta pacu Jawi berasal dari empat kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar.

Kemudian alasan tradisi pacu Jawi berasal dari Kabupaten Tanah Datar dibawakan ke Kota Sawahlunto adalah untuk bersilaturrahmi. Artinya datang untuk bersilaturrahmi memperbanyak dunsanak (Saudara). Sebab, di Kabupaten Tanah Datar sendiri hanya ada empat kecamatan yang memiliki iven pacu Jawi. Meskipun demikian, pacuan Jawi tersebut pesertanya tetap berasal dari empat kecematan di Kabupaten Tanah Datar namun berpacu di Sawahlunto. Karena di Kota Sawahlunto belum ada joki untuk berpacu melainkan hanya sebagai menyediakan erena berpacu Jawi. 

Selanjutnya alasan membawakan pacuan Jawi di Sawahlunto adalah dilihat dari dasar air sawah apakah mencukupi. Kemudian, areal sawah apakah memadai untuk dijadikan arena pacu sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian dilihat pula kedalaman lumpur Sawah terset, karena kalau lumpurnya dalam tidak bisa dijadikan arena pacuan Jawi.

Ali Yusuf Walikota Sawahlunto mengatakan bahwa Pacu Jawi Sawahlunto merupakan rangkaian kegiatan hari jadi kota Sawahlunto ke 129 tahun. Pacu Jawi diharapkan akan menambah detinasi wisata baru bagi kota Sawahlunto. Kemudian melalui kegiatan Pacu Jawi akan memberikan multiplayer effect terhadap masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Melalui iven pacu jawi pengunjung akan ramai menyaksikan menonton langsung pacu jawi. Maka, pengunjung yang datang tersebut pasti akan berbelanja sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan. Kemudian, persatuan pacu jawi Kabupaten Tanah Datar pun bersedia untuk berpacu di Desa Sijantang Koto Kecamatan Talawi memeriahkan hari jadi kota ke 129 tahun 2017.

Pacu jawi bukanlah tradisi permainan anak nagari Kota Sawahlunto. Permainan tersebut merupakan tradisi anak nagari Luhak Nan Tuo Kabupaten Tanah Datar. Pacu Jawi dilaksanakan berkat komunikasi yang baik Pemko Sawahlunto dengan pihak komunitas dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar maka Pacu Jawi menjadi kalender kepariwisataan Kota Sawahlunto. *

Thursday, November 23, 2017

Tour De Singkarak 2017 etape 2 Dimeriahkan Hiburan KIM dan Artis Minang

"Main Kesenian Irama Minang (KIM) tidak hanya mendegarkan musik semata, namun juga mengajarkan ketelitian dalam mendengar, menyimak dan kehati-hatian. Disamping mendapatkan hadiah juga dilatih untuk teliti mendengarkan angka yang keluar diselipkan dalam lagu dan membutuhkan kecerdasan" 


Minggu, 19 November 2017 malam langit kota Sawahlunto tampak cerah. Para pengunjung memadati taman Lapangan Segitiga menyaksikan hiburan rakyat penutupan Tour de Singkarak 2017. Balap sepeda Internasional tersebut star dimulai Pantai Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan dan Finish di Lapangan Segitiga Sawahlunto. Tour de Singkarak 2017 Stage II Pesisir Selatan-Sawahlunto menempuh jarak 155,9 kilometer sebagai Host Finish etape 2 diisi huburan rakyat dengan bermain Kesenian Irama Minang (KIM). 

Panggung yang memiliki konsep sederhana memiliki kharismatik tersendiri. Ikon kota dengan tulisan warnani 'Sawahlunto Pusaka' menjadi background tersendiri menghiasi panggung malam hiburan rakyat. Malam penutupan Host Finish dimeriahkan bintang tamu artis Minang papan atas Mak Lepoh dan Ajo Latuik. Panggung menjadi kocak dan meriah duet kedua artis dengan cerita lucu mengisi malam hiburan.  

Kesenian Irama Minang (KIM) merupakan salah satu jenis pertunjukan hiburan Minangkabau. Permainan KIM tersebut kerap digelar untuk memeriahkan suatu acara seperti pesta pernikahan, reuni dan lain sebagainya, termasuk hiburan rakyat penutupan Tour de Singkarak 2017 menutup etape 2 dilapangan Segitiga Sawahlunto. 

Sesuai dengan namanya, Kesenian Irama Minang (KIM), permainan tersebut dimainkan dengan diiringi dendang berbagai tembang lagu. Lagu yang didendangkan kebanyakan gamat, Lagu Minang dan Melayu. Permainan tersebut di pandu oleh satu orang yang bertugas mengambil nomor dalam wadah yang telah disediakan sambil mendendangkan lagu. Setiap nomor yang diambil akan diumumkan dengan cara menyelipkan pada setiap tembang atau pantun yang didendangkan.

Kemudian, setiap pemain (Pengunjung) dibekali dengan beberapa helai kupon kertas (biasanya lima helai) aneka warna yang berisi angka-angka dimulai dari angka 1 sampai dengan angka 90. Angka tersebut tidak beraturan urutannya dan bilangannya. Angka dalam kupon tersebut terdiri dari empat baris dalam kolom atau kotak. Kemudian setiap baris terdiri dari angka-angka yang telah di acak dan tidak beraturan. 

Maka, pemendang atau penyanyi akan mendedangkan lagu atau syair sembari menyebutkan angka yang keluar. Setiap angka yang keluar dalam setiap dendang mesti dicoret atau diberi tanda (Silang, Ceklis dan dilingkari) dengan pena atau spidol di kertas tersebut. Kertas tersebut berisi sembilan kolom dan beberapa baris, hanya lima yang diisi dengan angka pada kolom. Sebagian kolom tidak di isi dengan angka-angka. 

Apabila pada kertas tersebut sesuai dengan angka yang keluar (disebutkan dalam nyanyian atau lagu) maka angka tersebut mesti dicoret. Selanjutnya, apabila telah empat angka berderet dalam kolom tersebut yang dicoret maka namanya coki. Sedangkan apabila kelima angka tersebut berhasil dicoret sesuai dengan angka yang ada dalam kolom pada kupon pemain maka, angka tersebut keluar sebagai pemenang. Pemain atau pemilik kupon berhak mendapat hadiah yang telah disediakan penyelenggara acara.

Hadiahnya pun beragam, mulai dari yang paling murah harganya bahkan ada pula termahal harganya. Hadiah tersebut tergantung sebesar apa kemampuan yang punya acara mampu menyediakan hadiah. Bahkan bagi sebagian yang mampu ada pula menyediakan sepeda motor dan barang berharga lainnya sebagai hadiah utama. 

Desi, 35, pengunjung datang menyaksikan kegiatan tersebut mendapat kupon dan ikut serta bermain KIM. Dirinya mengaku dari lima lembar kertas yang telah di ikuti namun tidak mendapatkan hadiah apa pun. Nasib belum beruntung karena tidak satu pun hadiah yang di dapat dari lima lembar kupon di tangan. 

"Saya tadi pernah coki dua kali dengan angka yang keluar dalam satu baris di empat kolom angka. Namun, ada yang lebih duluan coki di bandingkan saya. Ketika saya coki, tetapi pemin (Pengunjung) sudah ada yang masuk sebagai pemenang," katanya. 

Ia mengaku senang dengan hiburan rakyat untuk penutupan TDS 2017. Sebab permainan KIM tersebut merupakan permainan Minang dan harus dipertahankan keberadaannya serta menjaganya dengan baik. Permainan tersebut hanya semata sebagai penghibur untuk memeriahkan acara.

"KIM budaya kita, harus dipertahankan. Hiburan yang berhadiah. Sembari menikmati alunan musik dan dendang kita mendapatkan hadiah sesuai dengan jenis hadiah yang disediakan oleh penyelenggara," akunya. 

Senada disampaikan, Iwas, 40, menyebutkan bahwa main KIM mempunyai daya tarik tersendiri bago penikmatnya. Sebab, main KIM dapat mengikat penonton untuk tetap bertahan. Sebab, penonton bersabar menunggu angka-angka yang keluar disampaikan oleh pendendang dan di cocokkan dengan kupon yang dimiliki. 

"Main KIM menjadi tantangan tersendiri. Main KIM ini sungguh menarik dan harus tetap ada dan dipertahankan sampai kapan pun. Sebab, main KIM adalah mengajarkan kita untuk bersabar dan kehati-hatian serta ketelitian dalam melihat, mendengar dan melingkari nomor yang keluar. Permainan tersebut kaya makna dan melatih kecepatan dan ketepatan kita agar kupon yang dimiliki tidak hangus. Main KIM untuk mengisi malam penutupan Tour de Singkarak 2017. Kemudian di hibur oleh artis Minang yang kocak selang seling dengan permainan KIM," tuturnya.

Sementara itu, Syukri, Kasi Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Kepariwisataan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto mengatakan bahwa Main KIM sebagai hiburan rakyat dalam rangka memeriahkan kegiatan Tour de singkarak 2017. Ada sebanyak 3000 kupon KIM di siapkan dan di sebarkan ke pada seluruh masyarakat yang di Sawahlunto untuk ikut main KIM. 

"Kita menyiapkan hadiah utama dalam permainan KIM sebuah kulkas dan hadiah lainnya perangkat elektronik rumah tangga. Hadiah hiburan main KIM telah dianggarkan dalam penyelenggaraan Tour de Singkarak 2017. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memeriahkan TDS dan promosi kota," katanya*




Tour de Singkarak 2017, Daniel Whitehouse Menang Etape 2

Pebalap Inggris, Daniel Whitehouse, memenangi etape dua Tour de Singkarak 2017 menempuh jarak 155,9 kilometer. Star dimulai dari Pantai Cerocok Painan, Pesisir Selatan menuju finis di Lapangan Segitiga di Sawahlunto, Sumatera Barat, diselesaikan Daniel Whitehouse dengan catatan waktu 4 jam, 3 menit, 3 detik. Daniel Whitehouse yang memperkuat tim negaranya, CCN Cycling, baru pertama kali mengikuti Tour de Singkarak (TdS), Minggu, 19 November 2017. 

Setelah Daniel Whitehouse di urutan pertama, pembalap lainnya yang naik podium adalah pembalap Iran, Khalil Khorshid dan Ghader Mizbani Iranagh dari tim Tabriz Shahrdary, yang menempati urutan kedua dan ketiga. Selain itu, klasifikasi individual direbut pembalap Indonesia, Aiman Cahyadi urutan ketujuh dan Ali Sahbana Agung, urutan delapan. 

Sedangkan, Jamal Hibatullah, pebalap unggulan Indonesia mencatatkan waktu 6 jam, 43 menit, 36 detik sebagai pebalap Indonesia, tercepat sehingga berhak atas Jersey Merah Putih. Balapan diikuti 101 pebalap yang terbagi menjadi 20 tim yang berasal dari 13 Negara. Selain memberikan penghargaan kepada kemampuan individu, TdS juga melombakan klasifikasi tim Indonesia terbaik.

TdS juga memberikan gelar merah putih untuk pembalap Indonesia terbaik, Jersey hijau untuk pembalap terbaik di lintasan datar, jersey polka dot untuk raja tanjakan, serta klasifikasi umum. Pada etape kedua, jersey hijau diraih Daniel Whitehouse dengan 20 poin dan jersey polkadot diraih Khalil Khorshid dengan 15 poin.

Rute etape 2 pada event Sport Tourism Tour De Singkarak 2017 start dimulai pukul 10.00 WIB di Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan dan finish diKota Sawahlunto. Pebalap melewati berbagai rintangan di lintasan sepanjang 155.9 kilometer.

Di Etape 2 tersebut, pembalap melintasi sejumlah titik yakni, start Pantai Carocok Painan - Jalan Ilyas Yakub - Jalan Sutan Syahrir - Jalan M Hatta - Jalan Imam Bonjol - Rumah Dinas Bupati - Salido - Tarusan - Barung Barung Balantai - Bungus - Bukit Lampu - Bandar Buat - Taman Hutan Raya Bung Hatta - Air Sirah - Pertigaan Cupak - Koto Baru - Selayo - Perempatan Simpang Rumbio - Terminal Bareh Solok - Jalan Lubuk Sikarah - Batas Kota Sawahlunto - Simpang Muaro Kalaban - dan finis di Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto.

Pada Etape 2 tersebut terdapat tiga titik Sprint dan tiga titik King Of Mountain (KOM) atau dikenal dengan istilah Raja Tanjakan. Untuk titik Sprint I berada di Tarusan, Sprint II di Bandar Buat dan Sprint III di Selayo. Sementara untuk KOM I berada di Bungus, KOM II di Bukit Lamu dan KOM III di Air Sirah.

Ada tiga titik King of Mountain (KOM)  di etape kedua ini. Pertama di kawasan Bungus dengan level empat, tepatnya di kilometer 46,6. Kedua, KOM level empat di kilometer 61, tepatnya di kawasan Bukik Lampu. Kemudian KOM level satu di kilometer 94,7 atau di Air Sirah Kota Padang.

Pembalap juga merebut poin sprint di tiga titik. Pertama di kilometer 19,1 atau di Terusan Pesisir Selatan. Kedua di kilometer 76,9, tepatnya di Bandar Buat Kota Padang. Terakhir di kilometer 122,8 atau di Salayo Kabupaten Solok.

Rute pada Etape 2 tersebut merupakan salah satu rute extreme yang dimiliki Tour De Singkarak 2017. Terutama saat masuk dikawasan Pendakian Sitinjau Lauik. Seluruh Pembalap bakal dihadapi dengan pendakian ekstrem dan paling panjang dari seluruh rute pendakian yang ada pada etape lainnya. Pebalap yang tampil, tidak hanya akan menjadi yang tercepat dan finish terdepan, namun juga akan berlomba untuk menjajaki raja tanjakan.

Selain menaklu rintangan yang bervariasi di sepanjang lintasan Etape 2 tersebut, seluruh pembalap juga bakal menikmati panorama sepanjang ture yang dilewati. Pebalab menikmati suasana pantai Painan, Bungus, Panorama Sitinjau Lauik dan Kota Tambang Tua Sawahlunto.

Wednesday, November 22, 2017

Pembukaan Jambore Pemuda Indonesia 2017 di Sawahlunto Kota Kelahiran Prof Mr Muhammad Yamin

Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 bertema Pemuda Berani Bersatu, Pemuda yang berinovasi dibuka secara resmi oleh Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Jambore dan kirab Pemuda Indonesia dipilih Sawahlunto karena Sawahlunto adalah kota yang bersejarah. Kota yang penuh sejarah yang harus diketahui seluruh warga bangsa Indonesia. Di kota Sawahlunto juga ada makam pahlawan dan sekaligus pencetus sumpah pemuda yakni Prof M Yamin.

"Sebagai bangsa yang bermacam bacam dan beragam suku bangsa yang Bhineka Tunggal Ika, sehingga bisa disatukan untuk mengingat keagungan budaya yang beragam ini, Karenanya berterima kasih untuk keagungan tersebut dan seluruh masyarakat atas penyelenggaraan Jambore dan kirab," ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia saat pembukaan Jambore Pemuda Indonesia 2017,  Saat menyampaikan Pidato Pembukaan JPI 2017, Kamis, 16 November 2017 di Camping Ground Sawahlunto. 




Ia menyebutkan bahwa dari Tangan, Hati dan Pikiran Prof M Yamin Indonesia digerakkan dengan semangat sumpah pemuda, bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Hal ini yang dilakukan oleh Prof M Yamin yang berasal dan dimakamkan di Talawi Kota Sawahlunto. Saatnya Sawahlunto dikenal oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat Dunia. 



"Kita dilahirkan dengan berbeda-beda dan ibu yang berbeda, maka dari itu carilah persamaan. Persamaan tersebut dibingkai dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika serta Negara. Maka, melalui Jambore Pemuda Indonesia mengawal Indonesia selama-lamanya dan Sawahlunto dibangun masyarakat yang lebih sejahtera lebih berkemakmuran," tuturnya. 

Kalau boleh usul, kata dia, walikota Sawahlunto dapat membangun tugu penanda bahwa pemuda Indonesia pernah berkumpul untuk mengawal NKRI Harga Mati di Sawahlunto khususnya di lokasi Camping Ground Kandih. Ada 1000 Pemuda Indonesia yang dari Sabang sampai Meraoke berkumpul menjaga ke utuhan NKRI. 

"Betapa Kaya dengan keberagaman budaya, keanekaragaman pakaian, keanekaragaman batik, keanekaragaman tradisi dan keagungan leluhur yang dimiliki oleh negeri ini. Makanya kesempatan kirap pada hari ini sebagai penguat rasa kesatuan dan persatuan," katanya. 


Nasrul Abit, Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berterimakasih kepada Pemerintah Melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah membawa Jambore Pemuda Indonesia 2017 ke Sumatera Barat. Dari Pemuda, sebagai sumpah pemuda sebagai bangsa yang satu bangsa Indonesia, satu tanah air. 

"Pada hari ini 34 Provinsi se Indonesia hadir pada hari ini menjaga NKRI Harga Mati. Untuk itu, kita berpesan pemuda Indonesian teruskan lagi, sebab dengan bantuan teknologi akan membuat kita kompak dan para pemuda seluruh Indonesia," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa dari 34 Provinsi se Indonesia akan membuat Indonesia bangkit dan teruskan perjuangan ini, Indonesia Jaya, Indonesia Merdeka dan mempertahankan NKRI. "Kesejahteraan masyarakat adalah tujuan dari pada Pancasila dan UUD 1945 diciptakan bagi masyarakat Indonesia. Kesejahteraan lahir dan batin sebagaimana tuntutan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," tuturnya.

Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto mengucapan terima kasih atas kepercayaan yang di berikan oleh pihak kementerian untuk menjadikan Sawahlunto sebagai tuan rumah JPI 2017. Jambore yang dilaksanakan hingga tanggal 21 besok ini bertemakan Pemuda yang berinovasi karena pemuda harus mempunyai inovasi yang mampu menopang Indonesia yang jaya kedepannya.

"Maka untuk itu, dengan berkumpulnya perwakilan pemuda yang penuh inovasi ini sekarang, semoga dapat memberikan motivasi untuk terus mendukung pemuda dalam berinovasi. 31 orang perwakilan provinsi se Indonesia yang mengikuti pelatihan Tenun Songket Silungkang dimana 20 orang di antaranya sudah siap pakai, 8 orang semi mantap dan 3 orang lainnya masih butuh bimbingan kembali," katanya. 

Ia mengatakan bahwa JPI 2017 Sawahlunto sebagai tuan rumah karena Sawahlunto tidak terlepas dari semangat kepemudaan dari tokoh pemuda yakni Prof M Yamin yang lahir di Sawahlunto, kemudian dikembumikan kembali di Sawahlunto. Hal ini sangat jarang kiranya pahlawan yang mau dikuburkan kembali kekampung halamannya. 

"Kemudian yang diambil disini adalah selama membangun bangsa sejak 1926 sampai menjadi menteri pada pemerintah Presiden Soekarno dikabutkan untuk membangun Sawahlunto. Maka dengan dimakamkannya dikampung kelahirannya, maka Pemuda harus bangga menjadi generasi penerus. Maka, JPI mengambil tema 'Pemuda Yang Berinovasi, maka diharapkan perekat bangsa adalah budaya dan budaya itu adalah bagian dari NKRI Harga Mati bagi pemuda Indonesia," katanya.

Menpora RI Apresiasi Program Magrib Mengaji dan Satu Jam Matikan Televisi

Usai Pembukaan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 di Camping Ground Kandih dilanjutkan dengan Prosesi kirab diawali dengan Marching Band dari SMP Negeri 3 Sawahlunto. Kemudian dilanjutkan Welcome Party di rumah dinas walikota Sawahlunyo dengan peserta JPI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.

"Maghrib mengaji dan satujam matikan tv serta shalat subuh berjamaah ini telah dilakukan serta diminati masyarakat, maka upaya ini terus ditingkatkan sehingga 7,7 persen masyarakat kota sawahlunto yang melaksanakan terdiri dari 48 mesjid dengan jemaah rata-rata sebanyak 50 orang, kemudian, 176 mushalla dengan jemaah rata-rata 10 jemaah yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah," ujar Ali Yusuf Walikota Sawahlunto saat memberikan sambutan welcome party Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersama dengan Peserta Jambore Pemuda Indonesia 2017 di rumah dinas kota Sawahlunto Kamis, 16  November 2017,  malam. 

Ia menyebutkan bahwa untuk menjalankan program shalat subuh berjemaah tersebut di mulai dari pemerintah kota beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program tersebut bertujuan untuk menyiapkan diri sebagai pribadi memiliki pendirian dan iman yang kuat. Pemerintah Kota mengajak masyarakat untuk shalat subuh berjemaah di masjid. 

"Pemerintah Kota Sawahlunto telah memprogramkan maghrib mengaji dan satu nam matikan tv. Kita mengajak seluruh masyarakat kota bersama sama meramaikan masjid untuk shalat berjamaah. Kemudian untuk menyiapkan generasi muda yang berakhlak mulia dan berpendirian teguh dan cinta tanah air NKRI harga mati," katanya. 

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberi pujian terhadap Walikota Sawahlunto Ali Yusuf merupakan sang Inspirator, Inspiratif yang telah memberikan sesuatu yang baru terhadap Jambore Pemuda Indonesia 2017 dengan memberikan pelatihan Tenun. 

"Saya pribadi sangat suport dan mendukung program pemerintah kota Sawahlunto dengan magrib mengaji dan matikan tv hingga waktu shalat isya. Melalui maghrib mengaji, satu jam matikan tv akan adalah program yang positif," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa melalui program maghrib mengaji tersebut adalah inspirasi besar yang dibangun oleh pemerintah kota Sawahlunto dan membutuhkan ruang serta waktu untuk bercengkrama dengan keluarga. Rentang waktu yang diberikan selama maghrib hingga isya tidak menyalakan tivi dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk berbagi kepada orang tua setelah seharian beraktifitas. Begitu pula sebaliknya orang tua juga ingin mengetahui aktivitas anaknya seharian dan nasehat apa saja yang akan disampaikan kepada anak. 

"Maka melalui pesan leluhur dan orang tua pada zaman dulu kala, saat ini telah dijalankan oleh pemerintah kota melalui program maghrib mengaji dan matikan tv. Kemudian saya mengajak dan berpesan kepada peserta Jambore Pemuda Indonesia 2017 untuk menjahui narkoba. Narkoba sangat berbahaya dan akan merusak gerasi bangsa," katanya. 

Ia mengatakan bahwa JPI 2017 di Sawahlunto telah memberikan sesuatu yang baru tidak hanya out put tetapi juga inkam yang lebih inovatif. Sehingga JPI akan tetap di pertahankan karena memberikan keterampilan dan inkam seperti memberikan pelatihan Songket Silungkang. 

"Kemudian berikan inovasi yang baru terhadap JPI yang akan datang dan berikan sesuatu yang baru. Sehingga JPI yang akan datang tidak monoton," katanya.