Showing posts with label Artikel Sejarah Politik. Show all posts
Showing posts with label Artikel Sejarah Politik. Show all posts

Thursday, May 25, 2017

The Indonesian Day Belanda, Ali Yusuf jadi Keynote Speaker Satu-satunya

Sukses sebagai penerus transformasi Kota Sawahlunto yang sebelumnya Kota Tambang Batubara menjadi Kota Pariwisata, Ali yusuf, Walikota Sawahlunto menjadi perhatian Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda. 

Ali Yusuf  menjadi satu-satunya Keynote Speaker pada event Indonesian Day yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Gronigen, Belanda, Sabtu, 20 Mei 2017.

Acara dihadiri oleh Dubes RI di Belanda, I Gusti Agung Waseka Puja dan President of University og Gronigen tersebut, berlangsung prestisius dan kemampuan Walikota Sawahlunto dalam menyampaikan materi mengundang decak kagum dari peserta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Yusuf mempromosikan Songket Silungkang dengan menyerahkan songket silungkang sebagai cendramata kepada President of University og Gronigen, Prof. S. Popperma dan Dubes RI di Belanda, I Gusti Agung Waseka Puja.

Merupakan sebuah kesempatan emas dan kebanggaan Walikota Sawahlunto di undang selaku pembicara dalam acara Indonesian-International Student Culture Festival (I-ICSF)  Indonesian Day  2017 di Groningen Belanda, 20 Mei 2017.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Sawahlunto memaparkan tentang upaya dan keberhasilan Sawahlunto bertransformasi  dari Kota Tambang menjadi Kota Pariwisata dg mengandalkan bangunanan dan lahan bekas tambang batubara,  potensi alam dan daya tarik kreativitas, kerajinan masyarakat seperti songket,  kopi, batubara. 

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Belanda menyambut baik dan mengapresiasi langkah Walikota Sawahlunto yang komit dan konsisten dalam memajukan Pariwisata dan mempromosikannya ke dunia internasional. 

Acara yang dihelat dari siang hingga malam tersebut, dihadiri tidak kurang dari 500 orang peserta dan tami yang terdiri dari seluruh Mahasiswa Indonesia di Belanda, mahasiswa delegasi Negara Asing,  Kedutaan besar RI untuk Belanda. Presiden Univesrsity of Groningen, Pemerintah Kota Groningen dan warga Indonesia yang ada di  Belanda khusunya Groningen.

Ketua Panitia yang merupakan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Groningen Amak M Yaqoub mengatakan bahwa terpelihnya Walikota Sawahlunto selaku pembicara karna melihat dan mengamati komitmen yang tinggi dan keberhasilan Sawahlunto bertransformasi dari Kota Tambang menjadi Kota Pariwisata.

Amak menyampaikan apresiasi dan berkomitmen beserta seluruh anggota utk berperan aktif dalam mempromosikan Pariwisata Sawahlunto dan akan membantu dalam upaya Sawahlunto menjalin kerjasama dengan beberapa Kota  di Belanda.

Pada kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Belanda mengapresiasi dan memuji langkah Walikota dan siap membantu promosi dan upaya Point penting yg didapatkan dari kunjungan walikota tersebut adalah kesempatan utk mempromosikan pariwisata Sawahlunto, menjajaki kerja sama dengan pemerintah kota  Groningen dan kota lain di Belanda, menyusur jejak sejarah sawahlunto, dan mencari peluang untuk beasiswa pelajar sawahlunto agar bisa menyambung pendidikan di Negeri Kincir Angin tersebut. 

Walikota Sawahlunto yg didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga selain menjadi pembicara juga mengagendakan kunjungan ke Univwesity of Leiden dan ke Kedutaan Besar Belanda di Den Haag Belanda. 

Tuesday, November 8, 2016

Kuda Kepang Harapan Jaya Tansi Baru, Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto Rajin Latihan Mempertahankan Tradisi




Kuda Kepang HArapan Jaya (HJ) Tansi Baru, Lembah Segar
Usai shalat Ashar, Sabtu, 5 November 2016 langit kota Sawahlunto tampak mendung. Sementara pengendara tampak sibuk mondar-mandir di jalanan kota dan bermuara di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK). Disela-sela Kendaraan yang parkir seleweran itu, pengunjung berdiri dan duduk diatas motor yang terparikir tengah menyaksikan pertunjukan seni tradisional kuda kepang disebut juga Kuda Lumping.

Bunyi musik gamelan mengisi ruang permainan kuda kepang tersebut menyedot perhatian penonton. Kepulan asap yang membubung ke udara, serta bau kemenyan yang dibakar berpadu dengan wewangian bunga tujuh rupa atau bunga rampai yang menyengat menambah sakralnya permainan seni tradisi kuda lumping yang sedang berlangsung. Pertunjukan kuda lumping tersebut merupakan bagian dari item kegiatan Festival Wayang Nusantara (Fawanusa) 2016 Kota Sawahlunto.

Selang beberapa menit pertujukan kuda lumping berlangsung, para pemanin tiba-tiba kejang-kejang dan berguling-guling di halaman parkir GPK seperti ada yang memasuki tubuh pemain. Pemain seperti orang 'mabuk' tak sadarkan diri lalu kembali berdiri dan terus menari-nari dengan mata yang menerawang. Ada pula mata pemain kuda lumping yang merah dan tajam melotot melihat keseluruh penonton yang ada di sekitar. Sesekali pemain kuda lumping bersikecah dan berlarian menuju arah penonton yang memakai baju merah.

Jika hal ini ditiru akan merugikan bagi diri sendiri, teruma jika tidak memiliki kemampuan untuk itu. Konon permainan itu dipragakan oleh orang yang terlatih untuk memainkan kuda lumping tersebut. Perlahan jumlah pemain pun bertambah dalam lingkaran pertunjukan kuda lumping tersebut. Ada yang memakan bara api, memakan bunga rampai yang disirami dengan minyak duyung. Kemudian, ada pula pemain yang memakan kaca seperti memakan kerupuk tanpa ada efek apapun terjadi pada mulutnya.

Penonton pun berteriak serta bersorak tertawa terbahak-bahak melihat ada penonton memakai baju merah di kejar oleh pemain kuda lumping. Penonton yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa itu terkuak menghindar kejaran pemain kuda lumping yang sedang mabuk.

Sejarah kuda lumping tersebut dibawa oleh Walisongo digunakan untuk berdakwah seruan agama Islam. Karena pada masa itu, penyebaran agama Islam ke Indonesia khusunya pulau Jawa sangatlah sulit. Karena sulitnya penyebaran Islam dimasa itu, sehingga berujung pada bunuh membunuh antar sesama, termasuk antara adik-kakak saling membunuh. Maka, agar tidak saling kenal dan saling mengetahui satu sama lain, maka digunakanlah topeng untuk mengelabui.

"Makanya dalam seni kuda lumping tersebut ada pemain yang mengenakan topeng. Maka makna filosofinya adalah untuk penyelamatan diri dari kakak atau adik sendiri agar tidak dibunuh, karena diketahui sedang menganut agama yang sedang di anut. Sebab, sebelum Islam masuk ke Indonesia di pulau Jawa banyak masyarakat yang menganut agama Hindu," ungkap Mbah Hisar, sesepuh kelompok Kuda Kepang Harapan Jaya (HJ) Tansi Baru, Kecamatan Lembah Segar.

Kemudian, lanjut dia, dalam pertunjukan seni kuda lumping ada pemain memakai Garongan, merupakan simbol dari serakah dan tamak serta suka mengadu domba untuk mencari keuntungan sendiri tanpa memikirkan nasib orang lain. Selanjutnya, Kuda kepang itu sendiri yang terbuat dari jalinan bambu merupakan simbol dari transportasi. Sebab, dimasa itu belum ada transportasi seperti saman sekarang ini melainkan transportasi menggunakan kuda. Hal ini merupakan gambaran sejarah dulu kala jaman Walisongo.

"Jadi hingga saat ini peninggalan Walisongo masih ada, diantaranya masjid Demak Bintoro, termasuk gemelan Sikaten. Jadi kesenian yang masuk di pulau Jawa merupakan ciptaan Wali Songo. Jadi, ada yang beranggapan seni kuda lumping ini bertentangan dengan agama Islam, karena mereka tidak mengerti dan belum faham. Seni kuda lumping ini tidak ada bertentangan dengan agama Islam. Malainkan waktu tanyang pertunjukan kuda lumpin sebetulnya yang menjadi persoalan. Jika masuk waktu sholat, harus shalat dulu dan jangan molor pertunjukannya," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa kalau pemainnya kuda lumping yang kesurupan tersebut seperti orang mabuk adalah benar. Hal ini diasumsikan sebagai gambaran bahwa di jaman sebelum Islam masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa, kehidupan dimasa itu antara adik dan kakak saling membunuh. Maka, perbuatan membunuh saudara kandung sendiri berarti mereka tidak sadar atau mabuk. Karena perlakuan membunuh saudara sendiri diluar nalar dan mabuk. Sebab, hati dan fikirannya tidak lagi berfungsi secara baik dan mati. Kalau tidak mabuk maka tidak akan saling membunuh.

"Kuda lumping ini merupakan gambaran jaman dulu kala saling membunuh satu sama lain, yang tertuang dalam seni kuda lumping. Maka, kuda lumping ini sendiri boleh dimainkan dan boleh pula tidak dimainkan. Karena, kuda lumping ini merupakan gambaran di jaman walisongo semasa penyebaran agama Islam melalui seni," paparnya.

Ia mengaku perkembangan seni tradisonal Kuda lumping di sawahlunto dimulai sejak masyarakat Jawa merantau di Kota Sawahlunto dan merupakan gabungan dari seni etnis Jawa seperti Wayang. "Karena dulunya kota ini sepi maka kesenian kuda lumping itu dihidupkan dan menggambarkan jaman dulu sebelum Islam masuk. Seni tradisi etnis Jawa seperti Kuda Lumping dan Wayang tersebut dihidupakan bertujuan agar masyarakat Jawa tidak pulang kekampung meninggalkan kota Sawahlunto," katanya.

Gunawan Wibisono, 41, penasehat spritual Kuda Kepang Harapan Jaya mengatakan bahwa Syarat dan ritual tertentu dalam bermain kuda lumping yang harus dimiliki oleh anggota adalah mimiliki jiwa bersih dan seni yang tinggi. Kemudian kecintaan seseorang terhadap seni, sebab jika dilihat pertunjukan seni kuda lumping tersebut tampak urak-urakan. Hal ini merupakan sebuah persilatan, namun dialih fungsikan dan seni kuda lumping ini termasuk seni langka keberadaannya.

Namun, yang tertinggal saat ini seni kuda lumping yang ada dan berkembang saat ini hanya bunganya saja. Seni kuda lumping ini jika dilakukan oleh orang biasa tanpa ada ke ahlian khusus tidak boleh dilakukan. Karena bermain kuda lumping tetap ada pengawasan yang dilakukan dan harus mengenal porsi tubuh dari A sampi Z.

"Atraksi-atraksi yang dilakukan pemain kuda lumping seperti memakan kaca, memakan api dan dicambuk tidak bisa dilakukan masyarakat biasa. Hal ini merupakan sebuah permainan, karena tidak logis kalau memakan cata tanpa ada keraguan dan cetdra sedikit pun. Hal ini merupakan permainan dan janga ditiru karena tidak bisa dilakukan sendiri tanpa ada pengawasan dan keahlian tersendiri. Maka dari itu cintailah seni, maka kita akan mengetahui 'ujungnya'" katanya saat ditemui usai pertunjukan berlangsung.

Beni Irawan, 33, Ketua Kuda Kepang Harapan Jaya (HJ) Tansi Baru, Kecamatan Lembah Segar mengatakan Kuda lumping Harapan Jaya merupakan kuda lumping pertama yang ada dikota Sawahlunto berdiri sejak tahun 1989. Kemudian kuda kepang sungai duren, kuda kepang sikalang.

"Pertunjukan kuda lumping tersebut tidak harus pada ivent tertentu, namum pada prisipnya jika ada anggota yang berkumpul dan ingin main kuda lumping langsung dipertunjukan. Minimal pentas kuda lumping ini sebulan sekali. Kalau latihan rutin dilakukan sekali dalam sebulan dengan latihan menari. Kuda Lumping Harapan Jaya memiliki anggota kurang lebih 25 orang," katanya.

Saturday, November 5, 2016

Festival Wayang Nusantara 2016 Indahnya Keberagaman di Sawahlunto



Ali Yusuf Walikota Sawahlunto Membuka Festival Wayang Nusantara

Sawahlunto tak pernah sepi dengan iven guna menarik wisatawan. Usai menggelar peringatan 54 tahun wafatnya pahlawan nasional Mohammad Yamin, Kota Sawahlunto Kembali menggelar Festival Wayang Nusantara (Fewanusa) ke IV. Fewanusa ini merupakan program pemerintah kota Sawahlunto dalam rangka melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya tradisional kota Sawahlunto. Kegiatan ini diamanahkan pada kegiatan Festival Wayang Nusantara ke IV, kepala Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto.

"Maksud dan tujuan kegiatan adalah dalam rangka melestarian adat istiadat dan budaya jawa tetap tumbuh dan berkembang di Kota Sawahlunto. Serta memberikan apresiasi pemerintah kepada pelaku-pelaku dan peguyuban yang giat melestarikan budaya jawa di kota sawahlunto maupun di luar kota Sawahlunto," ungkap Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto, Kamis, 3 November saat menyampaikan pidato pembukaan Fewanusa ke IV.

Ia melanjutkan bahwa Festival Wayang Nusantara juga untuk mempromosikan kota Sawahlunto sebagai destinasi wisata yang dipadukan dalam berbagai iven seperti Festival Wayang Nusantara ke IV. Adanya keinginan kota Sawahlunto, untuk menjadi simpulnya budaya jawa di luar Jawa sendiri. Artinya, kita menginginkan kota Sawahlunto sebagai pusat pengembangan kebudayaan jawa yang ada di Sumatera ini.

"Kegiatan ini dilaksana pada Kamis, 3-5 November 2016 di lapangan Segitiga (Lapseg) Ombilin. Peserta yang hadir pada Festival Wayang Nusantara ini yang berasal dalam provinsi Sumatera Barat, yakni Kota Sawahlunto akan menampilkan dua Dalang dan Peguyuban Wayang nantinya. Kemudian, Kabupaten Darmasraya, Kabupaten Pasaman Barat. Selanjutnya, diluar kota Sumatera Barat yang akan mengisi acara wayang Nusantara adalah dari Provinsi Kota Jogjakarta akan menampilkan wayang orang. Kemudian dari Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Disamping ini acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kebolehan dari SMA N 1, MAN, Gemelan ISI Padangpanjang, Orkesra Keronjong Buana Lestari, Gamelan Kalimasada Kota Sawahlunto, Gamelan SMPN 13 Tebo, Provinsi Jambi. Selanjutnya pada sore hari juga akan diisi pertunjukan kuda kepang atau Kuda Lumping selama tiga hari berturut-turut," katanya.

Ki Bandung Sriyanto, Kurator Festival Wayang Nusantara menyebutkan bahwa adanya Festival Wayang Nusantara ke IV 2016 untuk mengingatkan kembali sejarah kota Sawahlunto merupakan kota multi etnis sejak zaman penjajahan Belanda tahun 1855. Ketika itu Eropa mengalami krisis yang sangat luar biasa.  kemudian pada tahun 1862-1935 maka diutuslah peneliti dari Eropa bernama Wiliam Fande Kri, untuk meneliti alam yang ada di kota Sawahlunto.

"Hasil peneliatian tersebut membuat memyebut koto Sawahlunto menghasilan batu bara yang berkualitas terbaik. Namun, ketika itu belanda membuat cara merekrut batu bara ini di bawa ke negara Eropa (Belanda) untuk menutup krisis yang berkepanjangan terjadi ketika itu," katanya.

Ia melanjutkan bahwa untuk menghimpun pekerja paksa dengan mendatangkan dari pulau-pula di seluruh Indonesia termasuk pulau Jawa dan orang rantai pekerja paksa serta tenaga kerja kontrak. Puluhan ribu lebih pekerja ketika itu hadir di kota Sawahlunto. Singkat cerita, para pekerja tersebut agar tetap bertahan maka Belanda mempunyai strategi seperti melalui Seni budaya untuk dihidupkan.

"Agar masyarakat dari berbagai etnis ini tidak pulang dan merasa betah berada di Sawahlunto, untuk kepentinga kompeni ketika itu. Hal ini menjadi konsep merupakan langkah dan dasar pikiran Festival Wayang Nusantara di mulai pada tahun 2013 lalu kepemimpinan Amran Nur (alm). Akhirnya ivent ini menjadi agenda kota Sawahlunto hingga saat ini," katanya.

Ia menyebutkan ivent tersebut bisa berkembang dan bisa berlanjut menjadi aset di kota Sawahlunto sebagai kota Tambang berbudaya. Jika mengandalkan penjualan batu bara saja telah mengalami penurunan, maka dari itu yang menjadi moment untuk ke kembangkan adalah dari sektor kepariwisataan.

"Mudah-mudaha ivent ini memberikan sentuhan dan rasa nilai bebersamaan antara etnis yang satu dengan yang lain selalu kerjasama dan gotong royong. Meningkatkan kesatuan dan persatuan demi terwujudnya Sawahlunto sebagai kota yang menjadi percontohan bagi kota-kota lain," paparnya.

Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto mengebutkan bahwa tadi sudah dillihat bersama-sama anak-anak SMA, MAN, ISI Padangpanjang, yang memperlihatkan kebolehan untuk bermain gamelan. Hal ini merupakan bentuk kerjasama dan serta menjadi binaan yang dilakukan sehingga perlu di tumbuh kembangkan di masa-masa akan datang.

"Anak muda kota Sawahlunto untuk bermain gamelan ini sudah tidak asing lagi. Karena pemerintah kota telah menfasilitasi dengan fullday. Sehingga apa yang diinginkan oleh anak-anak dari kesemua itu di coba untuk melengkapi sarana dan prasarana termasuk budaya ini," katanya.

Ia menjelaskan bahwa budaya ini merupakan salah satu alat untuk pemersatu bangsa. Maka untuk saat sekarang ini jika tidak memiliki ke hati-hatian agar budaya tersebut tidak tergerus oleh zaman. Maka dari itu, perlu menamankan dan menumbuh kembangkan budaya tersebut dimulai dari usia dini. Hal ini bertujuan untuk membentengi diri generasi muda, agar tidak terjerumus dengan budaya asing (barat) yang akan memecah belah bangsa ini.

"Sawahlunto menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan bekas penjajarah Belanda. Kemudian pemerintah kota bertekat untuk mempromosikan budaya dan menjaga budaya," ungkapnya.

Ia melanjutkan pemerintah kota berkomitmen untuk menjalankan roda pemeritahan dengan menjaga nilai-nilai dan pelestarian budaya. Seperti menghidupkan seni budaya dan promosi budaya melalui ivent-iven yang ada di kota Sawahlunto.

"Pemain gamelan barusan berlangsung, pemainnya tidak hanya dari masyarakat jawa saja, tetapi orang Minang dan Batak juga ikut belajar memainkan gamelan musik tradisi Jawa. Begitu pula sebaliknya, masyarakay jawa juga belajar Seni tradisi Minang dan Batak. Mereka saling berbaur satu sama lain sehingga tercipta suasana harmonis di kota muliti kurtural ini," katanya.

Ali Yusuf melanjutkan bahwa semua jenis alat musik yang ada di kota Sawahlunto telah diminati oleh generasi muda. Hal ini merupakan kekayaan yang dimiliki dan harus pertahankan serta dikembangkan sehingga kota Sawahlunto menjadi destinasinya budaya di Sumatera Barat.

"Destinasi Wisata di Sumatera Barat penuh keaslian, baik adat dan budaya serta nilai-nilai budaya tetap terpelihada dan dijaga dengan baik. Maka, seluruh iven yang ada di kabupaten/kota perlu di dukung untuk mempromosikan Sumatera barat," katanya.

Ia mengebutkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mempertahankan budayanya. Maka, dari itu melalui festival wayang nusantara ini, salah satu langkah untuk mempertahankan budaya dan promosi, keberagaman budaya yang ada di kota Sawahlunto. Keberagaman tersebut tetap harmonis dan saling berdampingan ditengah masyarakat serta saling melengkapi satu sama lainnya.

"Kita bangga menjadi warga kota Sawahlunto, beragam budaya tetap terpelihara dengan baik. Hal ini tetap dijaga dan dipelihara serta sepatutnya pemerintah kota menumbuh kembangkannya. Kemudian, mempererat hubungan antar sesama serta menjaga kesatuan dan persatuan demi terwujudnya cita-cita sesuai dengan visi misi kota mewujudkan kota Wisata tambang berbudaya," ungkapnya

Wednesday, October 26, 2016

Turnamen Bulutangkis Muhammad Yamin Cup I



Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf membuka turnamen bulutangkis Muhammad Yamin Cup I Antar Club se Sawahlunto, Selasa,18 Oktober 2016 malam di Gedung Serbaguna Kecamatan Talawi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari atlet di kota Sawahlunto.

Turnamen ini diselenggarakan dari tanggal 18 sampai 28 Oktober mendatang sebagai hari Sumpah pemuda yang diikuti oleh 20 klub PB se-Sawahlunto. Turnamen ini merupakan rangkaian Haul menghargai dan menghormati Muhammad Yamin. Sejak tahun 2003 lalu telah disepakati untuk menjadi atlit bulu tangkis Muhammad Yamin.

“Kemudian, kegiatan ini baru bisa terlaksana pada tahun ini. Tahun depan turnamen ini akan tetap terlaksana tentu tidak hanya tingkat kota Sawahlunto, tetapi tingkat Sumatera Barat,” ujar Ali Yusuf Walikota Sawahlunto.

Kemudian, lanjut dia, turnamen bulu tangkis pada tahun ini serangkaian Haul Muhammad Yamin ke 54 untuk disinergikan dengan PB. Semangat pantang menyerah dan pantang mundur Muhammad Yamin yang harus dijadikan contoh yang tertanam dalam diri pribadi masyarakat.

Ali Yusuf mengatakan pertandingan ini masih dalam rangkaian peringatan Haul ke 54 Mahaputra Muhammad Yamin sekaligus juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar klub bulutangkis se Sawahlunto.

“Kegiatan ini sinergi dengan nilai-nilai yang dipegang erat oleh Muhammad Yamin tentang sportifitas, fair play dan jujur dalam bersikap,” katanya.

Selain itu tambahnya, kegiatan ini sangat berperan untuk menumbuhkan sportifitas dan semangat bersatu untuk kota Sawahlunto. Kemudian, Indonesia raya harga diri bangsa, salah satunya adalah dengan olahraga.

“Lagu kebangsaan kita yang bisa didengar oleh dunia internasional salah satunya saat kita juara di bidang olahraga,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa dengan berolahraga, masyarakat menjadi aktif berkegiatan dan tubuh pun menjadi sehat. “jika tubuh sehat apa-pun yang dikerjakan akan membawa hasil yang positif,” tuturnya.

Ia menuturkan kegiatan ini dapat menjadi sarana memunculkan para pemain bulutangkis yang berbakat di Sawahlunto. Tanpa adanya pertandingan, kita tidak akan tahu bakat-bakat yang dimiliki oleh masyarakat.

Syafril Ketua Koni Sawahlunto mengatakan, Koni sepakat dengan seluruh cabang olahraga termasuk dengan PBSI untuk membina dan menghasilkan atlet berprestasi.

“Alhamdulillah berkat kerjasama semua pihak, PB yang dulu sempat vakum, sekarang sudah mulai aktif kembali,” katanya

Thursday, October 20, 2016

Pemikiran Muhammad Yamin Perlunya Balai Agung



Senin, 17 Oketober 2016 malam di maka Muhammad Yamin Pahlawan Nasional banyak jemaah berdatangan untuk berhaul. Mereka berduyun-duyun dan berkelompok memasuki lapangan makam terdiri dari POM-AD, TNI, Polri dan Pejabat Pemerintah Kota. Ibu-ibu paruh baya yang mengenakan mukenah dan serba putih itu duduk dilapangan terbuka untuk ikut serta berdoa dan dzikir. Kaumuslimin yang hadir tampak khusu' membacakan tahlil, tahmid dan selawatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Muhammad Yamin
Haul adalah peringatan atau mengenang kembali sejarah perjuangan Muhammad Yamin. Kegitan berhaur merupakan penghormatan kepada Pahlawan Nasional Muhammad Yamin, memperjuangkan kemerdekaan. Kegitan tersebut menjadi agenda tahunan pemerintah kota Sawahlunto. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme kepada anak bangsa. Mengingat kembali sejarah dan pemikiran Muhammad Yamin untuk kemajuan bangsa.

Charles Simabura Dekan Fakultas Hukum Unand menyebutkan dengan berhaul mengingat dan mengenang kembali pemikiran Muhammad Yamin. Pemikiran Muhammad Yamin yang dapat diimplementasikan pada kekinian menurut Charles sangat banyak sekali. Salah satunya, ketegasan Muhammad Yamin perlunya sebuah Balai Agung untuk menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar 1945. Melalui mahkamah konstitusi pada tahun 2001 dengan lahirnya mahkamah konstitusi (MK), jauh sebelum itu, pada tahun 1945, Muhammad Yamin telah bersuara yakni diperlukan sebuah Balai Agung untuk membanding dan menguju undang-undang.

Charles mengatakan bahwa Muhammad Yamin adalah bapak Yudisialnya Indonesia tahun 1945 implementasi pemikiran kekinian yang dapat dipetik ketika Muhammad Yamin berdebat dengan Soepomo tentang ketegasan perlunya sebuah Balai Agung untuk menguji sebuah keabsahan sebuah undang-undang terhadap undang-undang dasar 1945 dan bahkan nilai-nilai yang tumbuh ditengah masyarakat, termasuk terhadap nilai-nilai agama. Pemikiran tentang perlunya Balai Agung itu telah dimunculkan Muhammad Yamin ketika itu.

Artinya, gagasan Muhammad Yamin tentang Yudisialrivew sudah disampaikan ketika menyusun undang-undang dasar. Tetapi gagasan Muhammad Yamin perlunya Balai Agung tersebut ditolak oleh Soepomo pada waktu itu karena dua alasan. Pertama, bangsa Indonesia tidak menganut seperti apa yang ada di Amerika, kedua, Sarjana hukum belum banyak ketika itu.

Menurut Charles Simabura cara berfikir Soepomo ketika itu adalah teknik, namun Muhammad Yamin sudah berfikir jauh lebih maju, bahwa akan muncul suatu saat undang-undang tersebut akan melanggar hak-hak warga negara. Faktanya, apa yang menjadi gagasan Muhammad Yamin perlunya Balai Agung tersebut baru diadopsi oleh Indonesia pada tahun 2001 pada saat me-amandemen undang-undang dasar 1945.

"Jika Balai Agung tersebut telah diadopsi oleh undang-undang 1945, bangsa ini akan lebih baik cara bernegarannya," ujar Charles Simabura Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, kepada Penulis Senin 17 Oktober 2016.

Charlas menereangkan bahwa ketika itu banyak undang-undang yang lahir dan mengekang kebebasan perfikir salah satunya tentang undang-undang partai politik dan dibatasi hanya tiga partai politik. Kemudian pelarangan undang-undang berserikat tempat berkumpul dan bersuara tentang pendapat pada waktu itu tidak dibolehkan ada undang-undang nonpersif.

Charles menilai kalau ketika itu, bangsa telah mengadopsi pemikiran Muhammad Yamin menurutnya undang-undang tersebut, namun telah dibatalkan jauh-jauh hari. "Tidak harus menunggu mahkamah konstitusi seperti yang kita rasakan saat ini. Jauh sebelum itu, kita tidak pernah mengenal ketika undang-undang yang kita anggap seperti sekarang akan melanggar hak-hak kita sebagai warga negara kemudia kita tidak mempunyai saluran menggugatnya. Baik itu jaman Soekarno maupun jaman Soeharto," jelasnya.

Charles mengaku pada saat amandemen konstitusi munculnya Mahkamah Konstitusi (MK) mempunyai kewenangan terhadap menguji undang-undang dasar mengingatkan apa yang sudah difikirkan oleh Muhammad Yamin pada tahun 1945. Jadi tidak hanya persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk kebebasan berpendapat saja menjadi pikiran Muhammad Yamin, tetapi Muhammad Yamin adalah bapak Yudisial Reviewnya Indonesia.

Yudicial Review merupakan proses pengujian peraturan perundang-undangan yang lebih rendah terhadap peraturan undang-undang yang lebih tinggi yang dilakukan oleh lembaga peradilan. Dalam praktik judicial review (pengujian) undang-undang terhadapa undang-undang dasar 1945 oleh Mahkamah Konstitusi. 

Muhammad Yamin mengonsep ada sebuah lembaga yang diberikan kewenangan untuk menguji keabsahan sebuah undang-undang. Apakah terhadap undang-undang dasar, bahkan terhadap hukum adat dan hukum agama pada masa itu. Artinya, jika ada undang-undang yang melanggar itu bisa digugat. Tetapi pada waktu itu pemikiran Muhammad Yamin ditolak.

Muhammad Yamin memiliki pemikiran yang luar biasa terhadap bangsa karena memang backgroundnya hukum. Kemudian, konsep musyawarah mufakat yang digagas Muhammad Yamin, namun pada prakteknya banyak melakukan votting. Muhammad Yamin sudah mengatakan bahwa dalam bermusyawarah mufakat tidak haram juga untuk votting.

Faktanya juga kemudian ketika rapat penyusunan undang-undang dasar ketika mengutuskan bentuk negara. Kemudian, merumuskan kesatuan dan negara liberal hal itu dengan votting. Artinya, pendiri bangsa tidak mengharamkan votting. Seperti apa yang partai politik praktekan pada saat sekarang ini.
Lalu kemudian, lanjut Charles, apa yang dikatakan Bhineka Tunggal Ika, merupakan gagasan dari Muhammad Yamin meskipun yang dicatat dalam sejarah adalah Soekarno. Tetapi pada saat merumuskan institusi Muhammad Yamin sudah mengatakan kebhinekaan karena Muhammad Yamin adalah seorang yang ahli budaya dan mengusasai sastra Jawa.

"Haul merupakan moment yang tepat untuk menghidupakan kembali pemikira-pemikiran Muhammad Yamin. Fakultas Hukum Unand sendiri sangat menginginkan kembali memunculkan nama Muhammad Yamin. Karena Muhammad Yamin jasanya sangat besar dalam menyusun undang-undang dasar 1945," terangnya.

Charles menyebutkan jika di Sumatera Barat justru tidak mengangkat nama Muhammad Yamin serta pemikirannya maka siapa lagi. Ini sudah dimulai oleh Pusako sejak dua tahun lalu. Pemko juga telah memulai dan banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lebih kreatif lagi. Salah satunya bidang sastra dan mencetak ulang kembali karya-karya Muhammad Yamin.

Lalu, mencetak ulang pemikiran Muhammad Yamin di bidang Hukum. Hal ini menjadi penting untuk literatur bagi kita dalam khasanah ilmu pengetahun. Kalau dilihat tokoh-tokoh di Sumatera Barat yang menulis buku Muhammad Hatta dan Tan Malaka dan karyanya sangat populer. Namun, Muhammad Yamin, dimana kita bisa melihat dan mendapatkan karya-karyanya kecuali di Museum. Tahun depat akan lebih maju lagi seluruh karya Muhammad Yamin harus dibukukan. "kita memiliki seorang tokoh di Sumatera Barat yang menguasai bidang hukum. Hal itu, menjadi suatu yang berbeda dari pemikiran muhammad Yamin sebagai pahlawan Nasional," katanya.

Haul di makam Muhammad Yamin
Ali Yusuf Walikota Sawahlunto menyebutkan terkait gagasan dari Charles tersebut untuk mencetak ulang karya-karya Muhammad Yamin dalam bentuk buku pemerintah kota akan menyikapi dengan cara mengangkat kembali, terinovasi, termotivasi dengan apa yang disampaikan oleh Pusako tahun 2014 lalu berani mengangkat Muhammad Yamin.

"Tentu Sawahlunto juga berbuat demikian, sejauh mana Muhammad Yamin ini dijadikan dedikasi bagi generasi muda dengan cara berhaul pada oktober 2015 lalu," sebutnya.

Ia berharap mudah-mudahan apa yang dicita-citakan oleh pusako Unand tersebut dan diimplementasikan bagaimana gelora semangat demokrasi yang diperjuangkan Muhammad Yamin pada waktu persiapan kemerdekaan.

"Muhammad Yamin merupakan tokoh, sosok dan guru, sastrawan, budayawan, wartawan dan yang dimiliki Kota Sawahlunto. Maka, diingatkan pada generasi muda Sumatera Barat khususnya, salah satu-satunya pahlawan yang kembali kekampung halaman tempat kelahirannya adalah Muhammad Yamin," katanya.

Ia menyebutkan, ada yang tersirat dari pemikiran Muhammad Yamin kepada Kamali dan berwasiat untuk menguburkannya ditanah kelahirannya, artinya apa, Muhammad Yamin sangat cinta Kota Sawahlunto. Adanya Muhammad Yamin di kota Sawahlunto ini beliau dikuburkan di Tawali ini membawa barokah di tengah-tengah masyarakat. Maka, bagi pemimpin saat sekarang ini manfaatkan potensi yang diliki sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada sekeliling makam ini, termasuk dalam bidang ekonomi kerakyatan yang ada.

Nah, pada saat sekarang setelah merkeda ini kita tidak mampu menghidupkan atau memunculkan pikiran-pikiran yang konstruktif serta mampu membangun bangsa dan negara terutama kita yang berada di kota Sawahlunto. Mudah-mudahan dengan langkah yang dibuat seperti ini, pada tahun 2017 mendatang pemerintah kota akan merenofasi ini akan menjadi obejek wisata religi. Sebagai anak bangsa yang telah wafat mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat yang ditinggalkannya. Pemko akan tetap mensupport apa yang telah diberikan gagasan oleh Pusako.

"Untuk mengenang dan Aplikasinya akan melaksanakan haul dan renovasi menjadi tourism religius. Semenjak Buyung Anas Nasution memaki dan memarahi kita disini karena tidak menghargai bapak kepala bangsa pada wakti kita ziarah dengan membawa sepati ke atas marahnya luar biasa. Sehingga pada hari ini kita sadar bahwasanya makam pahlawan ini harus diharga terutama warga Kota Sawahlunto," paparnya