Showing posts with label Kota Layak Anak. Show all posts
Showing posts with label Kota Layak Anak. Show all posts

Monday, May 1, 2017

Puspaga Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA, meresmikan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Puspaga Sawahlunto adalah pertama di Indonesia diresmikan pengoperasianya secara langsung oleh mentri PPPA RI.

Puspaga adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai wujud kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan/pengasuhan, keterampilan menjadi orangtua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga.


PUSPAGA sebagai tempat pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesional seperti tenaga konselor, baik psikolog atau sarjana profesi bidang psikologi, Bimbingan Konseling atau Pekerja Sosial yang telah memahami Konvensi Hak Anak, melalui peningkatan kapasitas orang tua/keluarga yang bertanggung jawab terhadap anak dalam mengasuh dan melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, dan penelantaran. Hal ini merupakan salah satu unsur prioritas dalam pelaksanaan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). 

"Oleh karena itu, Kemen PPPA telah menyiapkan program unggulan PUSPAGA untuk mengatasi masalah tersebut. Pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak," ujar Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Kamis 20 April 2017 dalam kunjungan kerja ke Sumatera Barat.

Salah satu unsur prioritas dalam pelaksanaan kebijankan Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2016, Kemen PPPA telah menginisiasi Puspaga dengan jumlah mencapai 18 di 2 provinsi dan 16 Kabupaten/kota. Setiap Kabupaten/kota minimal memiliki 1 (satu) Puspaga.

Kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan disertai lemahnya program pemerintah dalam membantu/memberdayakan keluarga tersebut untuk mengasuh dan melindungi anak, dikhawatirkan akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan beresiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya.

"Saya sangat berharap PUSPAGA di Kota Sawahlunto dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh  masyarakat dan keluarga yang ingin mencari solusi bagi masalah keluarga sehingga selama 24 jam kehidupan anak setiap harinya dapat terjamin pengasuhannya," katanya.

Usai meresmikan PUSPAGA, Menteri Yohana mengunjungi Sekolah Ramah Anak SD 03 Lubang Panjang Sawahlunto, dilanjutkan dengan mengunjungi Puskesmas Ramah Anak Silungkang dan diakhiri dengan meninjau Kampung Perempuan Produktif di Pasa Kubang Tangah, Kota Sawahlunto.




Sunday, April 23, 2017

Indonesia Dipilih Membawa Perempuan ke Planet 50-50 tahun 2030

Indonesia semakin maju dan semakin hebat menggunakan potensi-potensi yang ada serta ikut membangun negara dalam segala bidang, terutama perberdayaan perempuan dan perlindungan Anak. Tanpa perempuan negara tidak ada artinya, masa depan Indonesia tidak ada pesonanya. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah membangun komitmen besar di seluruh Indonesia di mulai dari Sawahlunto, Sumatera Barat.

"Untuk melancarkan komitmen tersebut, bagaimana perempuan dan anak berada di dalam ranah aman. Indonesia terpilih menjadi suatu negara besar dari sepuluh negara besar di Dunia terutama muslim country (penganut islam terbesar), Toleransi yang tinggi, dan Perempuan cukup maju," ujar Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA, Menteri Pembersayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Republik Indonesia, kepada Penulis, Jumat, 21 April 2017 peringatan hari puncak Kartini dalam rangka kunjungan kerja ke Sumatera Barat.

Maka, lanjut dia, Indonesia dipilih untuk membawa perempuan perempuan ke planet 50-50 tahun 2030. Pemerintah optimis karena masih ada waktu 15 tahun lagi untuk membawa perempuan pada ranah aman.


"Saya merasa ini membutuhkan proses dan membawa perubahan mainset untuk menyadari perempuan itu sangat penting. Negara belum dikatakan maju dan terbebas dari kemiskinan, anak dan perempuan belum berada dalam garis aman," katanya.

Maka, anak dan perempuan mendapatkan perhatian penuh secara global dan nasional. Program pemerintah ada tiga hal yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Akhiri perdagangan manusia dan Akhiri kesenjangan ekonomi yang dialami oleh kaum perempuan yang masih rentan.

"Tingginya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, maka semua kebijakan yang diatur dalam undang-undang. Maka, regulasi telah dibuat untuk melindungi perempuan, oleh karena itu, saya meyerukan seluruh perempuan di indonesia untuk menggunakan potensi yang ada membangun negara," paparnya.

Ia menyebutkan bahwa jangan melihat dari disisi yang negatif tentang perempuan, saat ini pemerintah, tokoh adat, agama dan masyarakat sedang mensosialisasikan bagaimana melindungi kaum perempuan di negara ini. Jangan ada rasa minder dan juga rasa tak percaya diri, pantang menyerah. Perempuan Indonesia harus percaya diri. Perempuan hebat pasti, pasti anak-anak hebat itu adalah pilar di suatu negara.

"Seperti apa-pun kemegahan bangujan infrastruktur, rumah mewah, tetapi perempuan belum berada pada titik aman, maka negara tersebut belumlah maju. Kemudian, emansipasi wanita bagaimana kita memberdayakan perempuan bersama-sama dengan laki-laki membangun negara ini. kodrat perempuan tetap kodrat, dunia berubah perilaku pun berubah," katanya.

Ia menjelaskan perempuan Indonesia harus disiapkan sesuai dengan perubahan zaman, perubahan teknologi. Emansipasi tetap berjala dan fokus kajian kita adalah gendre cuality setelah presiden melaunching Development go sindicator di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 Sep 2015, maka ini merupakan kebangkitan bagi kaum perempuan.

"Indonesia mempunyai beberapa strategi bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyungkap pelaku perdagangan manusia. Perempuan dan anak kerap dijadikan sebagai perdagangan manusia. Maka, pemerintah melalui kementerian pemberdayaan perempuan dan anak telah malakukan perlindungan terstruktur bekerja sama dengan bareskrim," ungkapnya.

Kemudian, terang dia, Puan Maharani sebagai ketua pusan dan kemudian dirinya sebagai ketua harian serta gubernur disetiap provinsi menjadi ketua. Kita harus akhiri perdagangan manusia dan harus ada yang melindungi perempuan dan anak. Kita harus sadar dan jangan memperalat perempuan dan anak untuk kepentingan pribadi serta kelompok. 

"Baru-baru ini ada isu yang beredar perdagangan organ tubuh manusia melalui anak dan banyak foto-foto yang saya. Saya belum yakin bahwa foto perdaganan anak dan organ tubuh manusia tersebut bukan dari anak Indonesia. Kita sedang melakukan penyelidikan untuk itu, mudah mudahan kebenaran perdagangan organ tubuh manusia itu tidak ada di indonesia," paparnya. 

Kemudian, lanjut dia, banyak pula perempuan Indonesia yang dijanjikan bekerja namun pengarah pada kekerasan perempuan dan perdagangan orang. "Saya berkeliling di negara asia dan berdiskusi di selter berbagai negara asia, banyak perempuan yang dijanjikan untuk bekerja namun menjadi pembantu dan menjadi Pekerja Sek Komersil (PSK) serta banyak pula yang tidak digaji dan tertipu. Kita tidak tahu harus mulai dari mana serta dari mana salahnya dan negara bertanggungjawab untuk itu," katanya.

Nevi Zuairina Ketua Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Sumatera Barat, mengatakan bahwa untuk kasus Traficking di Sumatera Barat bisa di hitung dengan jari, karena perempuan di minang banyak mengetahui masalah perdagangan manusia. Sehingga perempuan minang sanngat memilih dalam bekerja. Sebab, perempuan tidak ingin menjadi pembantu.

"PSK masalah masalah kesenjangan ekonomi dan mencari kebutuhan hidup dengan cara instan. Hal itu terjadi bukan dari sumbar melainkan daerah lain, maka jumlahnya kecil dibandingksn dengan daerah lain. Jika di presentasekan di Sumbar hanya 1 persen. Jumlah kekerasan perempuan dan anak di sumbar ada sebanyak 800-an kasus. Hanya berkisar 1 hingga 5 persen dibandingkan dengan daerah lain," katanya.

Sunday, April 16, 2017

Target 1 Juta Pengunjung ke Objek Wisata Sawahlunto

Ali Yusuf Walikota Sawahlunto foto bersama Asita Sumbar
Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat menargetkan kunjungan wisata kota Sawahlunto tahun 2017 mencapai 1 juta pengunjung. Tingkat kunjungan wisata kota Sawahlunto terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pemerintah kota komit untuk melakukan perkembangan wisata bersama travel agent dan saling berkomunikasi meningkatkan kunjungan wisata melibatkan Association of indonesia tours and travel agencies (Asita), Association of sales travel Indonesia (Asati) dan Asosiasi perencanaan indonesia (Aspi).

Sumatera Barat memiliki potensi wisata alam yang masih alami dan memiliki ciri khas kedaerahan masing-masing. Sawahlunto merupakan kota tua yang banyak menyimpan sejarah peninggalan Kolonial Belanda. Sawahlunto dengan jarak tempuh 90 km dari pusat kota Sumatera Barat terdiri dari empat Kecamatan, 27 Desa dan 10 Lurah serta 107 dusun banyak potensi Wisata yang dikembangkan seperti waterbom berkas pemandian noni-noni zaman Belanda. Waterbom yang pertama di Sumatera Barat yang pernah ada dan mempunyai sejarah.

Kemudian, objek wisata Puncak Cemara, Gudang Ransum, Museum Kereta Api, Taman Buah Kandih, Keping Ground, Taman Satwa Kandih dan Lubang Tambang Mbah Soero, yang tidak dimikili daerah lain. Maka, sarang dan masukan dari Asita, Asati dan Aspi menyebutkan perlunya sarana pendukung terutama dalam hal kuliner. Kuliner tersebut yang mengutamakan kebersihan dan kualitas rasa dengan makan enak, bersih dan kakulator tidak rusak. Karena perkembangan wisata Sawahlunto sangat pesat maka sinergitas antara pemerintah kota sangat dibutuhkan dalam hal promosi wiasata.

Ali Yusuf Walikota  Sawahlunto paparkan potensi wisata
dan objek wisata Sawahlunto beserta sarana pendukungnya
dihadapan travel agent, Axana Hotel, Rabu 12/4/2017
"Ajakan gathering bersama dengan gathering yang ada di kota Sawahlunto walau pun restouran yang besar yang representatif belum ada di kota Sawahlunto. Tetapi, travel egend bisa membawa karering bisa di bawa ke Kota Sawahlunto untuk bisa di bawa ke Puncak Cemara, Gudang Ransum, Museum Kereta Api, Taman Buah Kandih, Waterbom, ajakan tersebut bisa dilakukan," ujar Ali Yusuf Walikota Sawahlunto kepada Penulis, Rabu, 12 April 2017 usai "Shering Informasi dan Promosi Pariwisata Kota Sawahlunto Bersama Pelaku Aktif se-Sumatera Barat di Axana Hotel.

Ia menyebutkan bahwa hal ini merupakan hikmah yang dapat di ambil dalam pertemuan tersebut dan pelajaran yang diambil berkaitan dengan kuliner. Kemudian, Infrastruktur pendukung yang akan diperbaiki pada tahun ini telah dibangun seperti pembanguan gerbang atau gapura daerah selatan, Kecamatan Silungkang pembangunannya sedang berlangsung.

"Wisata Puncak Cemara yang dipersiapkan, menyelesaikan arela parkir dan belebaran jalan dikerjakan tahun ini dan sedang berjalan. Maka, semua saran dan masukan dari travel egen yang disampaikan ASITA, ASATI dan ASPI sudah diakomodir, kemudian menjadi nyaman berkunjung di kota Sawahlunto," katanya.

Maka, lanjut dia,  malalui OPD terkait secara inten agar melakukan pertemuan dengan travel agen di Sumatera Barat. Agar target gubernur ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, maka target 1 juta pengunjung terealisasi 2017. Karena target 1 juta pengunjung tersebut dikatakan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Juli 2016 lalu di Jambi saat berjabat tangan dengan presiden. 

"Kunjungan wisata sawahlunto tahun 2016 mencapai 858 ribu pengunjung, 810 ribu pengunjung 2015 dan 787 ribu pengunjung 2014. Maka, dengan keterbatasan anggaran yang ada tercukupi dengan cara melibatkan OPD terkait dianggarkan 13,9 persen," paparnya.

Kemudian, untuk mendukung Sumatera Barat sebagai wisata halal, maka Pemerintah kota Sawahlunto melibatkan 10 nagari yang ada untuk ikut serta berpartisipasi memberkenalkan produk makanan khas yabg ada di setiap nagari masing masing untuk diperkenalkan sebagai produk makanan halal di kota Sawahlunto.

"Maka, tahun 2016 lalu kita telah melaksanakan Makan Bajamba sebagai ikon kota dan telah melaunching sebagai salah satu produk wisata halal, karena Sawahlunto bagian dari Sumatera Barat yang akan menjadi kebanggaan bersama," ungkapnya.

Thursday, March 2, 2017

Iklan Rokok Diturunkan Satuan Polisi Pamong Praja

Sebanyak 46 iklan reklame rokok diturunkan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Empat baliho reklame rokok masih terpasang dibeberapa titik karena masih dalam perjanjin kontrak. Penurunan reklame rokok tersebut berkaitan penilaian Kota Layak Anak Kota Sawahlunto.

"Penurunan iklan reklame rokok ini berdasarkan permintaan dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah Kota Sawahlunto. Kita hanya melakukan eksekusi berdasarkan permintaan berkaitan dengan iklan rokok tersebut," Ungkap, Prigen House, Kabid Operasional dan Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sawahlunto, Senin, 27 Februari 2017.

Ia mengungkapkan bahwa ada sebanyak enam perusahaan yang memiliki iklan rokok yang sudah diturunkan. Penurunan iklan rokok tersebut dari perbatan kota Sei Lasi sampai Padangganting semuanya telah diturunkan. "Penurunan iklan rokok tersebut dilakukan melalui tahapan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang memilik iklan rokok berupa baliho dan shopsign, kemudian melalui surat barulah dilakukan eksekusi," katanya. 

Kemudian, kata dia, penurunan iklan reklame rokok tersebut berdasarkan permintaan DPPKAD Kota Sawahlunto. Karena secara teknis kelapangan menurunkan iklan reklame rokok tersebut melibatkan SK4. "Komitmen kita adalah sepanjang tugas satpol pp dalam hal penurunan iklan reklame berkoordinasi dengan DPPKAD Kota Sawahlunto," ujarnya.

M. Rahadian, Kabid Pendapatan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Asset Daerah Kota Sawahlunto menyebutkan bahwa ada empat titik baliho yang belum diturunkan karena masih dalam perjanjian kontrak. Sementara itu, baliho yang telah diturunkan ada sebannyak 46 baliho dan shopsign di Kota Sawahlunto.

"Ada empat titik baliho rokok milik advertising yang masih dalam perjanjian kontrak seperti Kelok Sarok, berdasarkan perjanjian kontrak akan berakhir pada bulan Agustus mendatang. Kemudian, Silungkang akan berakhir pada bulan Oktober mendatang, Depan SPBU Muarakalaban akan berakhir pada bulan Oktober dan Simpang Muara Kalaban akan berakhir pada bulan November mendatan," katanya.

Ia menyebutkan bahwa penurunan baliho dan shopsign tersebut berkaitan dengan penilaian kota layak anak. Sebab, penilaian kota layak anak tersebut dari kementerian perempuan dan perlindungan anak, maka kategori penilaian kota layak anak tersebut tidak dibolehkan adanya iklan rokok. "Karena pemerintah kota berkomitmen untuk menjadikan kota sawahlunto sebagai kota layak anak. Hal ini menjadi tujuan meraih kota layak anak," katanya.

Mengintip Aktivitas Walikota Sawahlunto Ali Yusuf

Safari Subuh, Jemput Aspirasi Masyarakat

Laporan: Julnadi Inderapura, Sawahlunto

Banyak cara dilakukan kepala daerah guna menjemput aspirasi warga, begitu pulalah yang dilakukan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf. Sejak beberapa waktu belakangan, dia mengintensifkan program safari subuh.

Ali Yusuf Baca Al quran dalam mobil Dinas 
Jumat, 24 Februari 2017 sepertiga malam sebelum merah fajar mewarnai lagit Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Malam yang dingin serta kabut tebal menyelimuti kota arang di kelilingi bukit. Bias cahaya lampu jalan yang memudar dibaluti kabut. Aktivitas rumah Dinas Walikota telah mulai lampu ruangan rumah dinas telah menyala. Pintu masuk ruangan tamu pun telah dibuka sebidang. 

Sementara petugas jaga malam rumah dinas telah terkantuk. Pada ujung pagi yang lembab itu pula Ali Yusuf Walikota Sawahlunto keluar ruangan telah memakai baju gamis putih dengan wajah yang basah oleh air wudu dan kitab suci al quran ditangannya. Menjelang fajar terbit, Ali Yusuf bersiap diri untuk ke masjid, bersafari menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid. Shalat subuh berjamaah merupakan program kota mewujudkan masyarakat Sawahlunto religius. 

Sebagamana visi kota yang tertuang dalam RPJMD 2013-2018 terwujudnya masyarakat kota Sawahlunto yang produktif, mandiri, religius, sejahtera dan pemerintah yang melayani. Maka shalat subuh berjamaah itu di launching dan di resmikan pada tanggal 1 Muharram 1438 H.

Sebagai flowup dari subuh berjaah itu setelah dilanuching maka dibentuk empat tim safari meninjau seluruh masjid yang ada di kota Sawahlunto. Tujuannya untuk melihat sejauh mana kepedulian masyarakat melaksanakan shalat subuh berjemaah di masjid tanpa memberi tahu kepada masyarakat sebelumnya. Maka, tim tersebut berjalan sejak Rabu, 15 Februar 2017 lalu, untuk meninjau masjid dan mushala.

Subuh itu, mengikuti tim walikota bersafari gerakan subuh berjamaah ke Desa Taratak Bancah, Kecamatan Silungkang. Jarak tempuh dari kediaman walikota menuju Desa Taratak Bancah selama 30-dilewati hanya 20 menit saja karena diburu waktu. Sepanjang perjalanan Ali Yusuf, kelahiran Talawi Sawahlunto, 11 Mei 1970 ini membaca ayat suci al quran di dalam mobil dan membaca basmallah sebelum menaiki mobil.

Jalanan yang berliku dan berbukit serta tikungan yang tajam ditutupi kabut tidak menurunkan semangat untuk bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan shalat subuh berjamaah. Meskipun jurang yang dalam menunggu di bibir jalan yang sempit itu tidak mengurangi tekat Ali Yusuf dan niat iklas mengabdi untuk masyarakat. Baginya, shalat subuh berjemaah ini dimulai dari diri sendiri, kemudian orang tua, lalu orang tua mengajak anak mereka bersama-sama shalat berjamaah di masjid. 

Maka, sesampai di masjid Alhidayah Desa Taratak Bancah beduk subuh ditabuhkan dan menggema di lereng perbukitan, azan subuh dikumandangkan. Tidak ada sambutan atau pun acara seremoni semua yang datang ke masjid sama dengan tujuan yang sama pula. Kedatangan Ali Yusuf ke masjid Alhidayah menjadi biasa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada jemaah. 

Ali Yusuf ingin melihat sejauh mana kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap gerakan subuh berjamaah. Kemudian, bagaimana perangkat Desa atau Kelurahan sebagai pemerintah terendah mengajak masyarakat secara bersama-sama shalat berjamaah di masjid. Maka, jemaah yang datang pun heran karena walikota datang ke masjid mereka shalat subuh berjemaah.

Walikota menjadi makmum shalat subuh berjemaah yang diimami oleh imam masjid Alhidayah Taratak Bancah melaksanakan shalat Sujud Assajadah. Setelah zikir dan doa dilanjukan dengan ceramah agama oleh ustaz dari tim safari subuh walikota. Saat ceramah ustaz menerangkan bahwa janganlah kamu meninggalkan generasi yang lemah. 

Usai mendengarkan ceramah ustaz yang diakhiri salam, jemaah mulai membubarkan diri. Ali Yusuf di cegat salah seorang jemaah yang membawa buku catatan dengan tujuan agar Ali Yusuf mengagendakan datang safari ramadhan beberapa bulan mendatang. Kemaah yang lain pun datang menghampiri Ali Yusuf untuk berjabat tangan sebari menuju pintu keluar masjid.

Subuh masih gelap Ali Yusuf, mantan Ketua DPRD Sawahlunto, Sumatera Barat, ini berjalan santai bersama jemaah yang lain. Ayah tiga orang anak ini bersahaja dan mudah akrab dengan siapa saja termasuk masyatakatnya. Senyum, Salam, Sapa selalu terpancar di wajahnya sesuai dengan visi kota pemerintah melayani. Sehingga jemaah yang berdampingan berjalan sembari menikmati udara segar dan perjalanan pun terhenti di kedai kopi. 

Makan Gereng Pisang dan Ketan ditaburi
 kelapa yang telah dibarut,
mendengarkan aspirasi masyarakat
Menikmati pagi di sudut kampung dengan alam yang masih alami serta udara segar. Sembari menyantap goreng pisang hangat dan ketan ditaburi kelapa yang telah dibarut menjadi pelengkap pagi bersama masyarakat. Goreng pisang yang membuka selera adalah makanan tradisional dapat di jumpai di kota Arang ini. Sembari menikmati goreng pisang dan ketan Ali Yusuf mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Taratak Bancah. Masyarakat bertanya, Ali Yusuf menjawab, suasana itulah yang terjadi di kedai kopi milik warga setempat. 

Ada empat tim safari subuh berjamaah yang diturunkan yakni tim walikota, Ali Yusuf, Tim dua Wakil walikota, Ismed, tim tiga Sekda Rovanly Abdams dan tim empat asisten I, Dedi Ardona. Subuh berjamaah ini sejak di laucing telah diminati masyarakat kota Sawahlunto. Ada 7,7  persen jemaah yang melaksanakan shalat subuh berjemaah terdiri dari 48 masjid dengan jemaah rata-rata sebanyak 50 orang. Kemudian, 176 mushalla dengan rata-rata 10 jemaah yang melaksanakan shalat shubuh. 

Usai mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang menginkan pemerintahan kota untuk dapat membatu masyarakat pengadaan mesin pemecah kemiri beserta open untuk mengering kemiri. Sebab, Desa Taratak Bancah memiliki potensi dibidang perkebunan terutama kemiri. Walikota menampung aspirasi masyarakat tersebut dan akan diteruskan pada dinas pertanian.

Setelah sarapan bersama dan hari beranjak pagi, Ali Yusuf pun menuju pulang ke rumah. Perjalanan pulang, banyak masyarakat yang berdiri di pintu rumah mereka sembari tertegun melihat mobil dinas BA 1 J. Karena kedatangan walikota tidak ads pemberitahuan sebelumnya.

Sesampai di rumah walikota besiap untuk merangkat ke kantor menjalankan amanah dan pengabdian kepada negara. Pada pukul 10.00  Ali Yusuf ke Kota Padang, memenuhi undangan untuk Badan Intelijen Daerah sebagai pemateri pada pukul 14.00 usai shalat Jumat. Ali Yusuf memaparkan Konsep Musyawarah Nagari (Musri) Model Pendeteksian Dini dan Pencegahan Dini Konflik Solial dikota Sawahlunto. Pemaparan materi tersebut selama dua jam dan banyak dihujani pertanyaan karena ingin mengetahui lebih dalam penerapam musri di kota Sawahlunto.

Sepulang dari pemaparan materi Ali Yusuf pun tidak ingin meninggalkan hobinya. Ia main tenis di lapangan tenis Muaro, Padang, hingga maghrib. Usai shalat maghrib Ali Yusuf pun bercengkrama dan bersenda gurau bersama teman sama-sama hoby main tenis. Selanjutnya, usahai shalat isya dilanjutkan main bulu tangkis bersama orang nomor satu di Sumbar, Prof. Irwan Prayitno lapangan Kampus Azkia Padang. Permainan berlangsung sengit dan bersaing sehingga permainan dimenangkan oleh Gubernur. 

Ali Yusuf masih bersemangat dan enerjik melanjutkan permainan, namun karena jarum jam telah menunjukan pukul 21.30. Maka permainan pun tidak dilanjutkan mengarah pulang ke kota Sawahlunto sampai pukul 01.00 dini hari. Diperjalanan menuju pulang, ke Kota Tambang, Ali menyebutkan bahwa Rasullullah SAW tidur empat jam sehari semalam. 

"Saya tidur hanya empat jam dan banyak melakukan aktivitas. Alhamdullah saya diberikan kesehatan meskipun banyak melakukan pekerjaan dan berolah raga. Besok shalat subuh di kenagarian Kubang untuk bersafari dan hari Minggu shalat subuh di Desa Rantiah, Kecamatan Talawi," ujarnya.