Showing posts with label Kota seribu museum. Show all posts
Showing posts with label Kota seribu museum. Show all posts

Tuesday, December 26, 2017

Goedang Ransoem Diminati Wisatawan Menjadi Bukti Sejarah Perkembangan Sawahlunto

Masa libur panjang menjelang akhir tahun selama empat hari, Objek wisata Kota Sawahlunto banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah kota Sawahlunto dan luar Sumatera Barat. Libur panjang dimanfaatkan pengunjung untuk mengunjungi objek wisata yang ada di kota Sawahlunto pusaka seperti Museum Goedang Ransoem. Pengunjung memburu situs bersejarah kota tua Sawahlunto seperti Goedang Ransoem menikmati situs sejarah peninggalan Belanda. Sembari menikmati arsitektur bangunan tua peninggalan Kolonial Belanda, pengunjung juga dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan menggali informasi tentang dapur umum pekerja buruh tambang. 

Sebab, Museum Gudang Ransoem menyajikan koleksi peralatan memasak berukuran besar yang pernah digunakan Dapur Umum untuk memasak makanan pekerja tambang dibangun pada tahun 1918. Museum Goedang merupakan cerminan sejarah masa lalu yang direpresentasikan melalui beberapa galeri. Diantaranya galeri etnografi, galeri foto tempo dulu, iptek center dan galeri Malaka sebagai bentu kerjasama kota Sawahlunto dengan negeri Malaka (twin city) 

Selain itu, pengunjung dapat menikmati bentuk ukuran raksasa bejana tempat memasak yang ada didapur umum. Tidak hanya itu, saja pengunjung juga dapat menikmati objek wisata lubang tambang Mbah Soero yang berdekatan dengan Museum Goedang Ransoem. Lubang Tambang Mbah Soero merupakan tambang dalam penggalian batu bara adalah trande marknya kota Sawahlunto. Lubang tambang tersebut mulai digali pada tahun 1898 oleh orang rantai dan pekerja tambang. 

Lobang Tambang Mbah Soero merupakan tambang pertama di patahan Soegar, ditutup sebelum tahun 1930, kemudian dibuka kembali pada tahun 2007 dan dijadikan objek wisata dengan nama Lubang Tambang Mbah Soero yang dilengkapi dengan gedung info box yang berisi foro sejarah tambang di Sawahlunto. 

Martin Noval, Staf Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, kepada Penulis Senin 25 Desember 2017 menyebutkan bahwa pengunjung yang menikmati situs bersejarah yang ada di komplek Goedang Ransoem dikenakan tarif masuk Rp4000 untuk orang Dewasa dan anak-anak Rp 2000. Sedangkan untuk parkir kendaraan pengunjung tidak dipungut biaya. Pengunjung telah mulai meramaikan objek wisata terutama Museum Goedang Ransoem sejak tiga hari lalu. 

"Pengunjung yang datang berkunjung ke Goedang Ransoem berasal dari Pakanbaru dan Jambi. Ada pula pengunjung lokal dari Sawahlunto dan diluar Sawahlunto seperti pengunjung dari Kabupaten Solok, Sijunjung, Darmasraya dan daerah Sanka serta Sumbar pada umumnya berkunjung menikmati pesona kota tua Sawahlunto, termasuk Goedang Ransoem," ujarnya. 

Ia menyebutkan tingkat kunjungan pada masa libur panjang tersebut mengalami peningkatan kunjungan dibandingkan dengan hari biasa. Kunjungan wisatawan bertambah dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Pada hari ini kunjungan wisatawan yang hadir mencapai 135 orang kunjungan. Kunjungan wisatawan ke objek wisata Goedang Ransoem peminatnya adalah peminat khusus. Sebab, wisatawan yang hadir berkunjung untuk ke Goedang Ransoem untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah kota Sawahlunto. 

"Pengunjung ingin mencari informasi tentang orang rantai dan pekerja tambang. Kemudian mereka juga melihat situs bersejarah banguan tua pada masa Kolonial Belanda. Kemudian melihat secara langsung bentuk peralatan memasak yang digunakan untuk dapur umum untuk para bekerja tambang. Maka, untuk mendapatkan informasi tersebut pengunjung akan didampingi oleh gaet, sehingga pengunjung atau wisatawan bisa langsung bertanya untuk menjawab rasa penasaran," katanya. 

Sementara itu, Asyifa Laura, 29,wisatawan asal Pakanbaru mengatakan bahwa dirinya baru pertama kali datang ke Kota Sawahlunto. Baginya berkunjung ke Sawahlunto dalam rangka menikmati masa libur panjang dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Meskipun kedua orang tuanya berasal dari Sumatera Barat namun dirinya dibesarkan di Pekanbaru. 

"Barukali ini datang ke kota Sawahlunto, kotanya unik dan kecil serta banyak bangunan tua peninggalan sejarah Kolonial Belanda. Bangunan tua tersebut adalah bukti kota Sawahlunto pernah dikuasai oleh penjajah dan mengambil kekayaan yang ada terutama batu bara," katanya. 

Ia mengungkapkan bahwa bangunan tua yang ada tersebut agar dapat dipertahankan keaslian dan dijaga dengan baik. Karena bangunan tua tersebut adalah situs bersejarah dan sumber informasi yang dapat dijadikan sebuah kajian ilmu pengetahuan. Meskipun ada beberapa bangunanan peninggalan Belanda yang telah ada ditambah panguananya, sehingga telah keluar dari bentuk banguan aslinya. 

"Bangunan yang ada masih tetap terawat dengan baik sehingga bangunan peninggalan tersebut dapat dimanfaatkan. Saya merasa senang bisa menyaksikan secara langsung bangunan kota tua Sawahlunto. Terutama saya bisa melihat dapur umum dengan peralatan masak berukuran raksasa," tuturnya. 

Senada disampaikan, Riski dan Mella Amanda, wisatawan asal Jambi, menyebutkan bahwa kota Sawahlunto merupakan kota yang memiliki sejarah masa lalu yang memilukan. Meskipun demikian kota Sawahlunto memiliki kekayaan alam yang berlimpah sehingga dimasanya Sawahlunto adalah kota berkembang dan sangat maju. Hal itu terlihat dari bentuk bangunan bangunan tua yang masih berdiri kokoh, salah satunya Goedang Ransoem termasuk peralatan dapur umum. 

"Pada masa penjajahan Kolonial Belanda kota Sawahlunto telah maju dibandingkan kota lain. Sebab, kota Sawahlunto telah mengenal teknologi uap, salah satunya kereta angkut batu bara. Kemudian dapur umum untuk memasak makanan menggunakan teknologi uap. Melalui tungku pembakaran batu bara kemudian dialirkan melalui pipa bawah tanah. Hal ini adalah salah satu bukti kemajuan kota Sawahlunto di masa penjajahan Kolonial Belanda," katanya.

Sunday, December 17, 2017

Pesona Sawahlunto Puncak Cemara Sungguhkan Keindahan Kota Dari Ketinggian

Sabtu, 16 Desember 2017 siang menjelang sore kota Sawahlunto mulai mendung. Tak lama hujan pun mengguyur sehingga jalan menuju puncak cemara yang semberaut menjadi basah dan licin. Pengunjung diharapkan harus hati-hati melintasi jalan menuju puncak cemara. Sebab, jalan menuju puncak cemara sedang dalam perbaikan dan pelebaran jalan. Sehingga jalan yang tutupi tanah mengakibatkan jalan menjadi licin. Kemudian, banyaknya tumpukan tanah timbunan yang menumpuk di bibir jalan. 

Puncak cemara mengunjung akan dimanjakan dengan keindahan melihat kota tua Sawahlunto dari atas ketinggian. Selain itu, di puncak cemara lanskap memandagan melihat tulisan Kota Sawahlunto yang berhadapan dengan puncak cemara. Masing-masing memperlihatkan keindahan panorama kota Sawahlunto dari ketinggian. Kemudian, biasanya pada ketinggian tersebut pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan kota Sawahlunto akan ditutupi awan usai hujan mengguyur kota tersebut. 

Kota Sawahlunto memiliki objek unggulan yang tidak lari dari korp kota sebagai Kota Lama dengan berbagai museum yang ada. Sebab, Sawahlunto disiapkan menjadi sebagai 'Kota Seribu Museum' kerana banyak koleksi yang dapat dilihat oleh pengunjung. Kemudian, kawasan kota tua kota Sawahlunto peminatnya adalah peminant khusus, jadi semuanya harus dilengkapi. Ada tiga museum melengkapi kawasan kota tua yakni Museum Tari, Museum Lukisan dan Etnologi Kayu, Museum Alat Musik Tradisional juga sebagai objek wisata unggulan yang memiliki berbagai koleksi. 


Kemudian, tidak kalah penting dengan objek-objek yang lain seperti Puncak Cemara, Water Boom, Taman Satwa Kandih tetap menjadi objek wisata unggulan Sawahlunto. Karena konsep wisata atau selera dan sekmen pasar wisata adalah cenderung ke fun atau menyenangkan yang membuat pengunjung enjoy sekeluarga untuk berwisata, hal itu ada di water boom, taman satwa Kandih.

Oleh Karena itu, konsep wisata yang ada di Sawahlunto adalah wisata asyik bebas macet. Ketika dibeberapa daerah di landa dengan kemacetan seperti kota berkembang Sumatera Barat, sehingga untuk datang ke sana dengan kondisi jalan yang macet. Untuk itu, berlibur dan bermalam di Sawahlunto segala sesuatu disiapkan, seperti kuliner dilapangan Segitiga sehingga bisa dinikmati oleh pengunjung pada saat malam hari. 

Kemudian, kota Sawahlunto juga menyiapkan berbagai penampilan seni budaya karena kota yang memiliki tag-line 'Sawahlunto Pusaka' menjadi agenda serta iven kota. Hal ini untuk menampilkan seni budaya di Sawahlunto, baik seni tradisi maupun seni modrn. Sehingga Kunjungan Wisata Sawahlunto pada Agustus 2017 mencapai 400 ribu kunjungan. Kunjungan tersebut tersebar di seluruh objek wisata di Sawahlunto terutama kunjunga wisata puncak cemara mencapai 51.090 orang pengunjunga di bulan Agustus. Sementara itu, kunjungan puncak cemara (puncer) pada bulan yang sama Agustus 2016 relatif sama. 

"Kita masih optimis kunjungan wisatawan terus bertambah karena iven-iven besar terus dilangsung. Maka, akumulasi kunjungan akan terus bertambah dan tersebar di seluruh objek yang ada. Total kunjungan wisata Sawahlunto pada tahun 2017 belum terhitung," ujar Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Sabtu, 16 Desember 2017.  

Kemudian, tingkat kunjungan wisata Sawahlunto berdasarkan RPJMD tahun 2017 berkisar 850 ribu hingga 900 ribu kunjungan. Namun melihat potensi kunjungan di Sawahlunto menunjukkan akumulasi yang baik dengan adanya iven-iven, maka Kementerian Pariwisata menergetkan kunjungan mencapai 1 juta kunjungan. 

Banyaknya penyelenggaraan iven berskala Nasional dan International di Sawahlunto hingga akhir Desember tentunya akan menambah kunjungan. Sebab, akumulasi kunjungan hingga Agustus berjumlah 400 ribu. Maka, dengan banyaknya iven diselenggarakan akan mendongkrak jumlah kunjungan dan kita optimis akan mencapai 1 juta kunjungan. Iven yang diselenggarakan tentu ada pembenahan terhadap objek wisata seperti puncak cemara. Sehingga memiliki daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke tempat objek wisata. 

Puncak cemara sedang dilakukan pembenahan dan tambahan arena bermain. Karena punca cemara tersebut adalah wahana bermain remaja, namun saat ini ditambah puncak cemara tersebut dibagi menjadi dua level. level bawah untuk tambahan arena bermain anak berupa arena outbond dan air mancur. Sehingga anak-anak dapat beraktifitas dan bermain air. Penambahan objek wisata tersebut menggunakan anggaran APBD 2017 mencapai Rp1 miliar. 

Adanya arena bermain anak-anak tersebut maka, maka puncak cemara tidak hanya menjadi wadah untuk berfoto selfi dengan lanskep view kota tua dari atas puncak cemara, namun akan menjadi daya tarik sendiri bagi orang tua untuk mengajak anak-anak berlibur dan bermain di puncak cemara sembari melihat pemancakan kota tua dari ketinggian.

Akses bukitas menuju puncak cemara pun saat ini sedang dilakukan pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan dana APBD. Kemudian, arena parkir yang telah disiapkan dan mampu menampung kendaraan roda dua sekitar 50 unit. Ini sebagai langkah untuk terus meningkatkan kunjungan wisata di Sawahlunto dengan harapan pengunjung merasa nyaman dengan fasilitas yang ada. 






Sunday, July 2, 2017

Pemerintah Kota Sawahlunto Reparasi 12 Unit Angkot

Sebanyak 12 unit angkutan kota (angkot) metro mini yang beroperasi di kota Sawahlunto, Sumatera Barat, akan di Reparasi. Angkot tersebut di reparasi karena telah berusia tahunan. Biaya reparasi angkot tersebut diambil dari bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di kota Seribu Museum. Reparasi kendaraan Angkot bertujuan untuk memperindah dan pempercantik tampilan angkutan sekaligus promosi wisata.

"Dari data yang ada, di Sawahlunto terdapat sekitar 24 angkot, dimana 12 unit diantaranya telah dibantu dalam hal pembiayaan reparasi. Sedangkan sisanya, 12 unit akan segera mendapatkan bantuan dana reparasi setelah lebaran tahun ini," ujar Eidwar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Penulis Minggu, 2 Juli 2017.

Ia mengatakah bahwa proses reparasi tersebut membutuhkan waktu lama, sebab reparasi ditujukan untuk membenahi kondisi angkot, baik dari segi mesin sehingga lebih layak, aman dan nyaman untuk keselamatan penumpang. "Reparasi ini juga sekaligus untuk memperbaiki tampilan luar angkot. Masing-masing angkot akan dicat atau dilapisi dengan stiker-stiker yang menarik terutama stiker promosi objek wisata Sawahlunto. Sehingga keberadaan angkot metro mini ini akan tampilannya akan lebih indah dan menarik serta bermanfaat untuk promosi pariwisata kota," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota terlah berkomitmen untuk memberikan bantuan peremajaan angkot maksimal Rp.8 juta bagi masing-masing angkot. Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan resparasi setiap angkot. "Kebijakan tersebut diambil, agar masyarakat Kota Sawahlunto kembali menjadikan angkot sebagai angkutan umum pilihan. Karena beberapa waktu terakhir eksistensi angkot telah mulai memudar seiring dengan maraknya angkutan umum roda dua yakni ojek," terangnya.

Ia menyebutkan bahwa terkait keberadaan ojek di Kota Sawahlunto, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap jumlah armada ojek di kota tersebut. Ada sekitar 300 lebih armada ojek tersebar di 33 pangkalan ojek di empat kecamatan di kota Arang ini. Dari jumlah tersebut, masih ada ojek yang tidak memiliki tempat mangkal tetap.

"Kita akan segera melakukan penertiban terhadap ojek-ojek liar, sehingga mereka nantinya juga akan memiliki identitas dan pangkalan yang jelas. Diharapkan, dengan dilakukannya penertiban tersebut, masyarakat akan semakin nyaman dapat memanfaatkan jasa angkutan umum yang ada di Kota Sawahlunto, tanpa harus ada perasaan was-was akan keselamatan jiwa dan harta benda mereka," harapnya.

Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto mengatakan bahwa kegiatan peremajaan angkot tersebut merupakan langkah dalam mewujudkan gerakan naik angkot yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha angkot seperti angkot metro mini dan ojek. "Saat ini kesejahteraan pelaku usaha angkot sudah semakin memprihatinkan. Usaha angkot dan ojek semakin tergusur dengan menjamurnya kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat, sehingga kesejahteraan mereka terus menurun," katanya.

Ia menyebutkan masalah tersebut tidak boleh dibiarkan dan pastinya tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemerintah saja. Tetapi butuh kepedulian masyarakat dan berbagai pihak untuk bersama-sama memperhatikan. Nanti setiap satu hari dalam seminggu pegawai diharuskan naik angkot untuk pergi dan pulang dari bekerja. "Untuk mensukseskan gerakan naik angkot ini, pemerintah kota telah menjalin komunikasi dengan beberapa lembaga perbankan yang ternyata bersedia mengucurkan dana CSR perusahaannya untuk mendorong tumbuh kembang kembali usaha angkot di Kota Sawahlunto," katanya.

Saturday, June 24, 2017

Kota Seribu Museum Objek Wisata Andalan Kota Tua Sawahlunto

Pemerintah Kota Sawahlunto terkait objek unggulan kota Sawahlunto tidak lari dari korp kota sebagai Kota Lama dengan berbagai museum yang ada. Sebab, Sawahlunto disiapkan menjadi sebagai 'Kota Seribu Museum' kerana banyak koleksi yang dapat dilihat oleh pengunjung. Kemudian, tidak kalah penting dengan objek-objek yang lain seperti Puncak Cemara, Water Boom, Taman Satwa Kandih tetap menjadi objek wisata unggulan Sawahlunto, Sumatera Barat.

"Ditambah lagi tiga museum yakni Museum Tari, Museum Lukisan dan Etnologi Kayu, Museum Alat Musik Tradisional juga sebagai objek wisata unggulan yang memiliki berbagai koleksi. Karena konsep wisata atau selera dan sekmen pasar wisata adalah cenderung ke fand atau menyenangkan yang membuat mereka enjoy sekeluarga untuk berwisata, hal itu ada di water boom, taman satwa kandih. Kemudian, kota tua peminatnya adalah peminant khusus, jadi semuanya harus dilengkapi," ujar Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, Sawahlunto, Sumatera Barat, kepada Penulis Kamis, 22 Juni 2017

Oleh Karena itu, lanjut dia, konsep wisata adalah wisata asyik bebas macet. Ketika dibeberapa daerah di landa dengan kemacetan seperti kota berkembang Sumatera Barat, sehingga untuk datang ke sana dengan kondisi jalan yang macet.

"Kita ambil peluang dan kesempatan untuk menggiring orang untuk datang ke Sawahlunto yang bebas macet. Hal itulah yang dijual untuk meningkatkan kunjungan wisata di kota Sawahlunto. Kemudian, untuk mengisi kegiatan selama lebaran sudah disiapkan hiburan rakyat dengan konsep pentas seni. Selama libur lebaran setiap malamnya akan ada pentas seni di Sawahlunto dan bahkan mulai dari sore. Untuk itu, kita mengajak mereka untuk berlibur dan bermalam di sawahlunto. Maka dari itu, segala sesuatu disiapakan sehingga bisa dinikmati oleh pengunjung pada saat malam hari," katanya.

Hal ini untuk menampilkan seni budaya di Sawahlunto, baik seni tradisi maupun seni modrn. Selanjutnya, pada sore hari ada kecenderungan bahwa akan digelar pertunjukan kuda kepang dibeberapa titik keramaian di setiap kecamatan yang akan memeriahkan suasana libur lebaran. Kemudian pada malam hari akan terpusat di lapangan Segi Tiga (Lapseg). Ada peket hiburan yang disipakan free untuk pengunjung dan schedule nya pun telah ada serta tersusun rapi.

"Tidak tertutup kemungkinan bahwa beberapa titik keramaian masyarakat seperti Talawi, Silungkang juga melaksanakan hiburan menghidupkan suasana lebaran di kota Sawahlunto. Maka, orang yang datang ke Sawahlunto tidak cukup satu hari saja atau hanya disiang hari saja," lanjutnya.

Ia mengaku persiapan jelang moment libur panjang lebaran, dijadikan istimewa untuk meningkatkan kunjungan wisata. Untuk menindak lanjuti hal tersebut dilskuksn upaya koordinasi dengan seluruh pengelola wisata dan objek wisata dengan tujuan agar mereka menyiapkan diri semaksimal mungkin dalam rangka menyambut lebaran dan mengundang orang untuk datang ke objek wisata yang ada di Sawahlunto.

"kita telah melakukan rapat koordinasi pada beberapa waktu lalu dengan pengelola wisata dan pihak terkait. Kemudian, setelah melakukan rapat koordinasi tersebut dilakukan pengecekan dilapangan. Dimasing-masing tempat objek wisata melakukan pembenahan, berupa mak-up paling tidak, sehingga penampilan akan memanjakan tamu yang datang untuk berlibur. Pada H-2 persiapan akan mencapai 90 persen, termasuk memberikan tingkat kenyamanan yang maksimum dari semua aspek di mulai dari pengunjung datang kemudian pengunjung kembali pulang," paparnya. 

Ia menjelaskan bahwa kemudian mempromosikan objek wisata yang dimiliki ke media sosial, dan elektronik. Selain itu, untuk meningkatkan kunjungan juga telah dilakukan promosi keliling dengan konsep sales col atau sales dairec dibeberapa titik strategis yang dianggap punya potensi menggiring orang untuk berkunjung ke tampat wisata yang ada di Sawahlunto.

"Kemudian dengan pihak provinsi juga bekerja sama untuk mempromosikan atau girai promosi dan melibatkan diri. Kemudian diajak untuk terlibat mempromosikan wisata yang ada di sawahlunto sehingga orang mengenal objek wisata di Sumatera Barat, termasuk Sawahlunto. Selanjutnya dari segi aksebilitas ke tempat objek wisata juga telah dilakukan rapat koordinasi dengan dinas pekerjaan umum. Kemudian PU pun mensuport dengan memberikan perhatian perbaikan jalan menuju objek wisata terhadap jalan yang dikhawatir membahayakan untuk diperbaiki," sebutnya. 

Kemudian, lanjutnya, untuk parkir telah dikoordinasikan dengan perhubungan puncak cemara dengan terkelola oleh petugas parkir. Kemudian, selanjutnya untuk objek wisata kandih pihak PT Wahana Wisata Sawahlunto untuk pengelolaan parkir bekerja sama dengan pemuda setempat, sehingga parkir diangkat tarifnya sesuai hasil kesepakatan serta kepastian bahwa tidak boleh memungut biaya diatas ketentuan yang berlaku. 

"Kendaraan roda dua dengan tarif sebesar Rp5000, kendaraan roda empat dengan tarif, Rp10000 dan kendaraan roda enam, Rp15000. Pariwisata juga menyediakan pusat pelayanan dan pengaduan kepada pengunjung wisata, kalau ada mereka merasakan dan untuk mendapatkan koordinasi yang tidak memuaskan," tuturnya.

Edwar, Kepala Dinas Perhubungan, menyebutkan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapat terkait pengamanan lebaran. Untuk parkir dipusat keramaian tempat wisata seperti puncak cemara telah ada petugas parkir. Kemudian, pusat keramaian yang lain seperti Lapangan Segi Tiga dan kota lawa dan sekitarnya tidak dibolehkan parkir di jalan. Kendaraan parkir di garase PT BA yang dikelola oleh pemuda setempat bekerja sama dengan PT BA. 

"Kawasan parkir di taman sarta kandih parkir akan dikelola oleh PT WWS bekerja sama dengan lemuda setempat. Selanjutnya, jalan kandih merupakan kalan objek wisata maka jalan akan dialirkan dari simpang santur meruju kandih sehingga bisa di nikmati oleh pengguna jalan. Kemudian, anggota akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pata diap pusat keramaian duo orang personil, karena kita masih kekurangan anggota," katanya. 

Kapolres Sawahlunto, AKBP, Zamrony Wibowo, menyebutkan untuk mengawasan obejek wisata ada sebanyak 130 personil anggota polres Sawahlunto diturunkan untuk pengamanan arus mudik lebaran termasuk objek wisata. Ada posko pengamanan arus mudik (Pam) menyangkut pengamanan arus mudik sudah inklute semuanya, termasuk pengamanan tempat wisata yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepada polisi. 

"Ada empat posko pengamanan arus mudik dan lebaran yang disiapkan untuk pengamanan arus mudik, yakni tiga posko merupakan posko pelayanan dan satu posko untuk pengamanan. Posko pelayanan ini kita akan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam hal kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan. Posko yang disiapkan lengkap dengan semuanya, yakni ada damkar, TNI, dan pelayanan kesehatan," katanya.