Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, March 19, 2018

Kiat Hafiz dan Hafizah Perlancar Hafalan Quran Rajin Mengulangi Hafalan dan Pilih Waktu Terbaik

Bagi Afif Mubaraq Rabbani Chalid Althaf bersama Annisa Salsabilany Yusuf menghafal Quran jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankan hafalan. Mereka harus mengulangi kembali hafalan dari juz 1 sampai juz 3 dengan memilih waktu terbaik yakni Maghrib, Isya dan Subuh. 

Laporan : Julnadi Inderapura, Sawahlunto 

Kamis, 15 Maret 2018 pagi menjelang siang, langit kota Sawahlunto tampak mendung berawan. Jalanan menuju SMPN2 Sawahlunto masih lembab karena diguyur hujan tadi malam.  Penulis menjambangi siswa SMPN2 Sawahlunto merupakan sekolah unggul dibidang tahfiz quran. 

Penulis bertemu siswa kelas VII SMPN2 Sawahlunto Afif Mubaraq Rabbani Chalid Althaf bersama Annisa Salsabilany Yusuf di ruangan Kepala Sekolah. Afif dan Annisa merupakan siswa kelas unggul SMPN2 Sawahlunto yang telah hafal quran sebanyak 3 juz. 

Afif mengaku untuk menghafal quran tidaklah sulit, apalagi menghafal sebanyak 6 ayat dalam sehari. Waktu yang baik untuk menghafal quran usai shalat maghrib dan usai shalat subuh. Selanjutnya, jika sudah hafal maka hafalan tersebut di setorkan pada ustaz. 

Namun yang sulit adalah setelah menyetor ayat kepada ustaz kemudian hafalan tersebut banyak yang hilang serta banyak salah pembacaannya karena lupa. Maka untuk mengingat kembali hafalan maka dilakukan Murajaah dengan baca seluruh hafalan. Murajaah merupakan pengulangan kembali seluruh hafalan quran mulai dari juz 1 sampai juz 3 untuk mengingat kembali hafalan quran. 

"Menghafal ayat sebanyak 6 ayat sehari itu mudah. Namun untuk mempertahankan hafalan tersebut sulit. Sehingga banyak yang masih salah bacaannya dan ada pula yang lupa," ujar Afif. 

Ia menyebutkan bahwa untuk mempertahankan hafalan tersebut maka lebih sering di ulang hafalan tersebut sehingga tetep ingat. Selanjutnya lebih sering membaca membaca tersebut maka lebih mudah mengingat. Selain itu, untuk fasih dalam bacaan ayat yang telah hafal, maka dilakukan murajaah. 

"Murajaah ini, mengulangi kembali seluruh hafalan secara bersama sama teman-teman yang lain dengan pendampingan oleh ustazd. Selain itu, untuk lebih mudah mengingat maka lebih sering dibaca dan pengulangan. Apabila ada waktu senggang maka dibaca kembali hafalan tersebut sehingga tetap ingat hafalannya," katanya. 

Senada disampaikan Annisa, bahwa menghafal quran itu mudah. Namun untuk mempertahankan hafalan tersebut lebih sulit dibandingkan dengan menghafal. Saat ini semester II kelas VII dan tinggal di asrama untuk pemondokan. 

"Tahfiz dilakukan usai shalat maghrib hingga Shalat Isya, kemudian usai shalat Subuh sampai pukul 6.30. Selanjutnya, sudah maghrib setor hafalan," katanya. 

Endang Sri Herna Yenti, Wakil Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sawahlunto menyebutkan bahwa program unggulan asrama Tahfiz Al quran bertujuan untuk mewujudkan peserta didik yang beriman, berilmu pengetahuan, mandiri dan berakhlak mulia. Sehingga penanaman dan mengimplementasikan nilai-nilai akhlakul karimah pada peserta didik. Selanjutnya membiasakan pelaksanaan ibadah yang tepat dan benar, mengamalkan sikap sungguh-sungguh dalam belajar. 

"Awalnya siswa yang bording sebanyak 58 orang siswa. Namun ada yang menyatakan mundur dan tidak siap menghafal 9 juz quran hingga tamat. Karena ada yang tidak terbiasa bangun pagi, kemudian ada pula orang tua yang kasihan melihat anaknya yang kurus karena kurang tidur. Sebab, pukul 03.00 anak-anak sudah bagun pagi," katanya 

Ia mengatakan bahwa dari 58 orang siswa tinggal 37 orang siswa. Artinya ada sebanyak empat orang siswa laki-laki dan dua orang perempuan. Siswa bording tersebut tinggal di Asrama di lingkungan sekolah dengan pembina asrama putra dan putri. Kemudian guru bimbel dan OSN sebanyak 5 orang dan Spikolog. Selanjutnya medis tiga orang, ahli gizi dan security tiga orang.

"Terkadang anak-anak ada yang sakit mag dan anak perempuan fisiknya lemah. Kadang-kadang anak ini banyak yang sakit mag, sebab disini makan teratur. Sementara anak-anak tidak terbiasa makan pagi, sebab mereka terbiasa jajan di sekolah sewaktu SD. Kemudian saat malam hari ada yang menangis ingin pulang kerumah. Sehingga ada yang sakit dan menyatakan tidak sanggup kelas bording," tuturnya. 

Nuriadi, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sawahlunto menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima orang yang hafal quran Tiga Juz, kemudian ada yang hafal dua juz hingga 1,5 juz al quran paling sedikit. Kita masih ada waktu untuk menyemangati anak-anak hafal quran. Kemudian untuk menyemangati anak-anak agar bisa menghafal quran maka diberikan reword oleh ustaz dengan memberikan Quran. 

"Untuk menyemangati siswa maka ada program ke unggulan asrama tahfiz camp. Kegiatan tersebut anak-anak di campkan untuk menyemangati dalam menghafal quran. Selain itu, anak-anak lebih semangat dan lebih aman serta nyaman untuk menghafal quran. Program boarding school SMPN2 Sawahlunto sebagi sekolah unggul kota Sawahlunto, Sekolah rujukan nasional dan piloting karakter," katanya.

SMPN2 Sawahlunto merupakan sekolah unggul tahun ajaran 2017-2018. Baru tahun pertama siswa telah mempu hafal 3 juz quran untuk program boarding. Untuk menghafal quran lebih mudah ketimbang mempertahankan hafalan. Untuk mengingat kembali hafalan maka dilakukan Murajaah dengan baca seluruh hafalan. Murajaah merupakan pengulangan kembali seluruh hafalan quran mulai dari juz 1 sampai juz 3 untuk mengingat kembali hafalan quran. 

Sunday, November 26, 2017

Jadikanlah Rumah Syorga Bagi Anak

Sabtu, 25 November 2017 siang langit kota Sawahlunto cerah. Siang itu, Penulis berjanji bertemu dengan Ketua Forum Anak Kota Arang. Setelah disepakati akhirnya perjumpa dengan Ketua Forum Anak Kota Arang di lobi kantor pemerintah kota Sawahlunto, Kota Layak Anak. Forum Anak Kota Arang terbentuk sejak 28 Februari 2012 beranggotakan 48 orang. 

David Orlando, siswa SMA 2 Kota Sawahlunto kelas XI IPA berpenampilan sederhana terlihat santai duduk berbincang. Suasana menjadi lebih cair karena David adalah anak yang enerjik dan mudah tertawa. David anak yang humoris memiliki tiga orang saudara adalah anak yang tidak pernah diam. Sebab, disamping kesibukan hariannya yang padat disekolah, namun David juga sempat mengurus organisasi. 

Organisasi yang digeluti David disekola OSIS dan organisasi diluar sekolah sebagai Ketua Forum Anak Kota Arang. Forum Anak Kota Arang adalah organisasi yang fokus pada perjuangan terhadap hak anak. Termasuk hak anak yang terbebas dari pengaruh iklan rokok di kota Sawahlunto. Sebab, iklan rokok tersebut merupakan salah satu pengaruh terhadap pelaku baru untuk mengkonsumsi rokok.

"Kita tidak memerangi orang yang merokok tetapi menyetop pengkonsumsi baru terhadap rokok. Sehingga tidak ada lagi pengkonsumsi baru rokok akibat iklan rokok. Maka, untuk memerangi iklan rokok tersebut dilakukan kampanye terbuka hadap iklan rokok," ujar David. 

Ia mengatakan bahwa akibat iklan rokok tersebut banyak anak-anak yang terpengaruh akibat iklan rokok. Karena akibat iklan rokok banyak anak-anak yang penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam tentang rokok kemudian anak-anak ingin untuk mencobanya. 

"Forum Anak Kota Arang serius untuk memerangi iklan rokok yang ada di kota Sawahlunto dengan melakukan pendekatan persuasif kapada pemilik warung yang memasang iklan rokok di kota Sawahlunto. Forum Anak Kota Arang mendatagi warung tersebut dan memberikan pemahaman kepada pemilik warung akan pengaruh dari iklan rokok. Setelah diberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat khususnya pemilik warung. Ternyata masyarakat bisa memahami serta mengerti dengan bahaya dan bersedia untuk menurunkan iklan rokok tersebut," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa setelah masyarakat menyerti dengan bahaya rokok barulah yang akan melakukan eksekusi Satpol PP. Forum Anak Kota Arang memberikan laporan kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk ditindaklanjuti. Maka kantor akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menurunkan iklan tersebut. 

"Belum semua iklam rokok yang ada di Kota Sawahlunto dapat diturunkan. Karena masih ada iklan tersebut yang masih terikat kontrak dengan pemerintah kota. Hingga saat ini iklan tersebut telah diturunkan mencapai 60 persen," tuturnya. 

Ia mengaku bahwa hasil kerja kampanye iklan rokok tersebut telah mengantarkan Forum Anak Kota Arang untuk ikut serta dalam pembahasan RAPBD 2018 di Hol PT BA Ombilin untuk memberikan pokok pikiran dan masukan kepada Pemerintah Daerah. 

"Forum Anak Kota Arang menginginkan bahwa Sawahlunto kota layak anak tidak hanya kegiatan seremonial saja. Tetapi harus berkelanjutan dan terbebas dari iklan rokok yang akan mempengaruhi pengkonsumsi baru. Sehingga cita-cita kota Sawahlunto kota layak anak mempunyai visi sama untuk maju bersama," paparnya. 

Selain itu, lanjut David, sosialisasi dan pemerangan terhadap rokok dan narkoba dilakukan dengan program Faka Goes To School. Forum Anak Kota Arang turun langsung ke Sekolah untuk memberikan edukasi kepada teman bersama sama memerangi rokok dan narkoba. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan kegiatan bermanfaat. 

"Manfaatkan masa muda dengan melakukan kegiatan yang positif, sebab usia muda adalah masa produktif, karena tahun 2040 adalah generasi emas. Forum Anak Kota Arang mengajak untuk melakukan kegiatan positif dan tidak terjerumus pada hal negatif, seperti merokok dan narkoba. Jika terjerumus pada hal negatif sama saja bunuh diri," sebutnya. 

Kemudian lanjut David, dihimbau kepada masyarakat dan keluarga untuk menyayangi anak. Karena kekerasan terhadap anak, pelecehan sek sual saat ini sangat mengkhawatirkan. Sebab, jika kekerasan dilakukan terhadap anak maka daya rekam anak dan daya ingat anak sangat kuat. Maka, dimungkinkan kemudian hari anak tersebut anak menjadi dendam, sehingga mereka anak menjadi pelaku kejahatan itu sendiri. 

"Jadikan rumah syorga bagi anak dan jangan lakukan kekerasan terhadap anak. Buat lah rumah itu se nyaman mungkin bagi anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Kemudian rumah adalah Syorga bagi anak karena di rumah anak mendapatkan kasih sayang," tuturnya.

David Orlando, Kelahiran Solok, 25 Mei 2000, tinggal di Dusun Sawahliek, Desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. David yang hobi Olahraga dan Membaca banyak Pengalaman Organisasi digelutinya seperti, Forum Anak Kota Arang, OSIS, Wakil Ketua MPK, Remaja Masjid dan Karang Taruna. Motto hidup, 'berkaryalah tanpa batas dan mari manfaatkan masa muda dengan hal yang bermanfaat bagi orang lain'. 

Kemudian, Prestasi yang pernah diperoleh David Orlando sebagai Duta Farmasi Kota Sawahlunto, Juara Cipta dan Baca Puisi, Duta Anak Kota Sawahlunto, Juara MTQ Tingkat Kota Cabang Khutbah Jumat. Selanjutnya, David Orlando memiliki akun Sosial Media untuk berbagi informasi seputar Forum Anak Kota Arang seperti IG: David Orlando, Fb: David Orlando, Email: Davidorlando881@gmail.com

Tuesday, October 31, 2017

Gebyar Pendidikan Tampilkan Kreatifitas Siswa

Guna meningkatkan mutu dan penguatan karakter peserta didik pemerintah kota Sawahlunto menampilkan keterampilan siswa dan seni se kota Sawahlunto dalam gebyar pendidikan. Kegiatan Gebyar Pendidikan dini berdasarkan kesepakatan bersama kepala sekolah se kota Sawahlunto. 

"Gebyar Pendidikan tersebut untuk menamkan jiwa interpriuner kepada generasi muda Sawahlunto. Gebyar Pendidikan bertujuan agar kedepan melahirkan bayers yang akan mempromosikan kota Sawahlunto," ujar Deswanda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Senin, 30 Oktober 2017. 

Ia menyebutkan bahwa Gebyar Pendidikan ini akan menampilkan karya seni dan keterampilan siswa sermasuk guru. Untuk keterampilan taman kanak-kanak dan paud akan di presentasikan oleh guru. Namun karya seni keterampilan siswa SD, SMP, SMA/SMK akan di presentasikan oleh siswa itu sendiri yang memiliki karya. 

"Meskipun SMA/SMK saat ini telah menjadi ranahnya provinsi dan tidak dikelola oleh kabupaten/kota, namun berkat kerja sama serta kesepakatan bersama untuk menyemarakkan gebyar pendidikan sesuai dengan kesepakatan bersama antara kepala sekolah. Bebyar pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengutan karakter. Gebyar Pendidikan dilaksanakan Senin-Selasa, 30-31 Oktober 2017 di gedung Pusat Kebudayaan kota Sawahlunto," katanya. 

Ali Yusuf Walikota Sawahlunto mengatakan bahwa pemerintah kota Sawahlunto terus berusaha untuk berinovasi, kreatif dan imfrovisasi untuk melanjutkan pembangunan sehingga menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebanyak 21.500 usia 0 sampai dengan umur 18 tahun yang tercatat di Dinasdukcapil Kota Sawahlunto. 

"Sebanyak 1.501 indeks pendidikan Sawahlunto untuk pendidikan karakter dan sebanyak 99,6 persen merupakan kartu identitas anak yang melakuan pendidikan di Kota Sawahlunto," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa Sawahlunto merupakan bekas penjajahan Belanda akan terus bangkit dari keterpurukannya dengan meningkatnya mutu pendidikan dan karakter anak didik. Melalui pendidikan sehingga mampu menghadapi tantangan kedepan dengan berkompetisi dan kopeten. 

"Indikator pendidikan kegiatan gebyar pendidikan memaknai sumpah pemuda yang merupakan ide dan pemikiran Prof.Mr.H.Muhammad Yamin. Kemudian anak bangsa sebagai pelopor bangsa mencetus negara melalui pemikirannya yakni Prof. Mr H Muhammad Yamin merupakan putra terbaik bangsa dari Talawi Sawahlunto. Maka dari itu, pemerintah kota berkomitmen meningkatkan butu pendidikan sehingga lahir Yami baru di masa mendatang," tambahnya.  

Sementara itu, Prof. Ganefri, Phd, Rektor Universitas Negeri Padang memberi apresiasi kepada pemerintah kota Sawahlunto untuk menyelenggarakan kegiatan gebyar pendidikan dengan memamerkan karya seni dan kreatifitas pendidikan di kota Sawahlunto, seperti tari payuang Talawi yang layak untuk di jual di tingkat Internasional. 

"Sebagai bentuk apresiasi kampus terhadap pendidikan karakter melalui gebyar pendidikan ini maka kami akan mengundang untuk mengisi kegiatan di kampus. Hal ini menunjukkan kepada pemerintah kota terhadap pendidikan untuk meningkatkan produktifitas dengan mendatang terhadap pendidikan," tuturnya. 

Ia mengungkapkan bahwa melalui pendidikan dapat merobah kehidupan yang lebih baik. Sehingga jangan biarkan anak untuk tidak bersekolah karena tidak ada biaya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Jika ada anak yang berprestasi di bidang akademik namun tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Maka ada biasiswa bidik yang diberikan pihak kampus untuk membantu biaya pendidikan bagi kurang mampu. 

"Sebanyak 1200 orang siswa bidik misi terus diberikan kepada siswa yang kurang mampu setiap tahunnya. Kemudian, UNP tahun ini merima mahasiswa baru sebanyak 10.000 orang dan sebanyak 3000 oranh mengusulkan beasiswa bidik misi," katanya. 

Ia mengatakan bahwa pihak kampus dan pemerintah kota melakukan kerjasama dibidang pendidikan untuk mendirikan universitas. Maka melalui kerja sama dengan pemerintah kota untuk mendirikan universitas negeri di Sawahlunto, Akademi komunitas UNP yang ada saat ini merupakan kampus negeri setara diploma II, akan di ubah staua menjadi Politeknik Negeri di kota Sawahlunto, sehingga kedepan Sawahlunto menjadi tujuan pendidikan. 

"Kita mendukung program dan kebijakan pemko meningkatkan kualitas pendidikan. sesuai dengan pengamatan kami terus meningkat kualitas pendidikan di kota Sawahlunto. Kerjasama yang tidak hanya menguntungkan sepihak saja, namun menguntungkan pula oleh masyarakat khususnya Sawahlunto. Kemudian untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota Sawahlunto, maka pengabdian kepada masyarakat tahun depan akan di arahkan mahasiswa di kota Sawahlunto," sebutnya

Thursday, August 10, 2017

Meningkatkan Mutu dan Kompetensi, 20 Orang Guru Dimagangkan

Sebanyak 20 guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) kota Sawahlunto dimagangkan ke Yogyakarta. Magang tersebut guna memingkatkan mutu dan kompetensi yang dimiliki oleh guru tenaga pendidik di SD/MI di Sawahlunto. Guru yang dimagangkan tersebut merupakan guru PNS yang telah mengabdi diatas lima tahun dan mengukuti tes seleksi yang didisediakan oleh Dinas Pendidikan Sawahlunto. 

"20 orang guru tenaga pendidik tingkat SD/MI ke Yogyakarta dimagangkan selama dua minggu, mulai 6-20 Agustus 2017 mendatang. 20 orang guru yang magang tersebut disambut baik oleh Dinas Pendidikan setempat. Program magang ini sebelumnya telah ada sejak tahun 2011 lalu. Namun, terjadi lagi pertuhan sehingga program magangkan guru dan terkendala anggaran, maka program tersebut tidak dilaksanakan," ujar Idris Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, kepada Penulis Rabu 9 Agustus 2017.

Ia mengatakan bahwa kegiatan magang tersebut perdana dilakukan, sejak diresmikannya OPD baru. Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kompetensi yang dimiliki oleh tenaga pendidik Kota Sawahlunto, khususnya empat kompetensi dasar yakni kompentensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. 

"Tenaga pendidik yang mengikuti magang tersebut, terangnya, sebelumnya telah menjalani serangkaian seleksi yang dilakukan oleh pihak UPD dimasing-masing kecamatan. Dari 20 peserta, 5 diantaranya adalah Kepala Sekolah dan sisanya merupakan guru. Kegiatan tersebut dibiayai oleh APBD Kota Sawahlunto tahun 2017 sebesar Rp.181 juta. Direncanakan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, namun tetap disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada," ungkapnya. 

Ia menyebutkan bahwa selama menjalani magang, peserta akan melakukan kunjungan ke empat sekolah favorit yang ada di Yogya yakni SD Lempuyang Wangi, SD Ungaran, SD Serayu, dan SD Bhayangkara. Sebab, keempat SD tersebut memiliki keunggulan-keunggulan di bidang yang berbeda. Sekolah yang dikunjungi tersebut telah dipilih dan ditunjuk sesuai rekomendasi dari Dinas Pendidikan Yogyakarta.

"Untuk SD Lempuyang Wangi, keunggulan yang dimiliki adalah didang akademik, SD Ungaran dibidang ekstrakurikuler, SD Serayu dibidang tata kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan untuk SD Bhayangkara memiliki keunggulan dibeberapa bidang seperti akademik dan non akademik," paparnya. 

Kemudian, lanjut dia, selain meningkatkan mutu dan kompetensi secara individual, diharapkan tenaga pendidik yang terpilih menjadi peserta juga dapat memberikan ilmu yang didapatnya tersebut kepada tenaga pendidik lainnya yang ada di Kota Sawahlunto. Sehingga bagi yang tidak bersempatan untuk magang dapat manambah pengetahuan mereka dengan pengalaman yang didapatkan oleh peserta.

"Guru peserta yang ikut magang saat ini dapat mentransfer ilmu yang didapatnya selama magang kepadarekan-rekan sesama tenaga pendidik di Kota Sawahlunto, sehingga bersama-sama mereka dapat meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini. Nanti apa yang didapatkan selama magang tersebut akan di presentasikan, sebab selama magang mereka belajar dan akan membuat laporan," harapnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk sekolah yang membarangkat guru untuk magang tetap menjalankan proses belajar mengajar di sekolah seperti biasa. Sebab, bahan atau materi yang akan diajarkan ke murid telah disampaikan sebelumnya lebih awal. Ada pula bahan ajar diserahkan kepala sekolah yang akan membantu. 

"Tidak ada kendala yang terjadi dengan pengurangan jumlah guru yang mengajar saat ini. Jika, ketinggalan mata pelajaran guru siap akan mengejar ketinggalan materi tersebut. Makanya magang ini dilaksanakan lebih awal pada tahuan ajaran. Sebab, jika ada tertinggal materi pelajaran masih banyak waktu untuk mengajarkan pada anak. Selain itu, ada satu sekolah SD 05 Muaro Kalaban, Kepala Sekolah ikut magang dan lulus tes. Kemudian, gurunya pun juga ada yang ikut sehingga sekolah kekurangan guru. Namun, Proses Belajar Mengajar tetap berjalan seperti biasa," katanya.

Thursday, July 27, 2017

Lobang Tambang Sawahluwung Menjadi Lobang Pendidikan dan Objek Wisata

PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin tbk jadikan tambang dalam bawah tanah di Sawahluwung, Desa Rantih, Kecamatan Talawi sebagai objek wisata dan lobang pendidikan. Lobang pendidikan yang dimaksud merupakan lobang tambang sebagai aktifitas penambangan batu bara untuk pendidikan. Selain itu, lubang tambang pendidikan juga sebagai wadah sertifikasi dibidang pertambangan yang ada di kota Sawahlunto. 

"Tadi saya sampaikan kepada Wakil Walikota, Ismed, agar mencoba melobi pemerintah pusat untuk melakukan kerja sama dengan kementerian pendidikan dan kementerian SDM agar semua fakultas pertambangan yang ada di universitas di seluruh Indonesia supaya mahasiswa melakukan praktek di tambang ini. Minimal seminggu saja mereka menambah ilmu dan praktek karena selama dikampus hanya mempelajari ilmu teori saja," ujar Suryo Eko H, Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin tbk, kepada Penulis, Rabu, 26 Juli 2017, usai peresmian Lobang Pendidikan. 

Ia menyebutkan bahwa ada sebanyak 100 ribu mahasiswa pertambangan di seluruh Indonesia. Jika seluruh mahasiswa tersebut bisa belajar praktek menambang dan selama di Sawahlunto mereka menghabiskan uang Rp100 ribu sehari. Maka,  berapa uang yang beredar di Sawahlunto selama mereka praktek tersebut. 

"Kita mendukung program pemerintah kota menujut kota tambang berbudaya tahun 2020. Maka dari itu, lobang pendidikan ini merupakan bentuk perhatian kami untuk mensinergikan program tersebut. Kemudian, pengelolaannya nanti kami akan bekerja sama dengan Pemda dan menjadi pemasukan PAD bagi Sawahlunto sendiri," sebutnya. 

Ia menjelaskan bahwa lobang tambang pendidikan tersebut juga sebagai objek wisata dan pengunjung bisa menambang sendiri. Sebab, lobang tersebut telah dilengkapi dengan peralatan tambang dalam. Selain lobang pendidikan juga akan dilengkapi dengan museum tambang dalam dengan dilengkapi dengan peralatan tambang dalam. 

"Kita juga akan bekerja sama dengan pemda, sebab setelah tambang terbuka tidak ada lagi maka tambang dalam bawah tanah nilai ekonomisnya lebih murah. Maka, jika ini terwujud akan menjadi role model tambang dalam bahwa tanah di seluruh Indonesia," tuturnya. 

Sementara itu, Eko Budi Saputro, General Manajer (GM) PT Bukit Asam-Unit Pertambangan Ombilin (PTBA-UPO) Eko Budi Saputro mengatakan bahwa dijadikan Tambang Bawah Tanah Sawahluwung menjadi objek wisata dan museum serta tempat pendidikan tanpa menghambat proses penambangan batubara yang dilakukan perusahaan. 

"Perusahaan sudah merancang, aktifitas penambangan tetap dilaksanakan di hari kerja Senin hingga Kamis. Sedangkan Jumat, Sabtu dan Minggu dibuka untuk wisatawan dan pendidikan. Perusahaan menjadikan lobang tambang sepanjang 1,5 kilometer untuk tempat berwisata dan sebagai tempat pendidikan. Wisatawan dapat merasakan langsung menjadi penambang batubara di tambang bawah tanah," katanya.

Tuesday, July 25, 2017

SDN12 Sapan Kota Sawahlunto di Regrouping

SK Mutasi Guru dicabut, Proses Belajar Mengajar Seperti Biasa

Pertemuan wali mutid dengan Pemko 
Surat Keputusan (SK) mutasi sembilan orang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Sapan, Kecamatan Barangin di cabut kembali oleh pemerintah kota Sawahlunto. Sembilan guru tersebut di mutasi ke sekolah terdekat karena SDN12 Sapan akan di regrouping menjadi SMPN10 Sawahlunto. Semantara murid SDN12 Sapan dipindahkan ke SDN terdekat karena adanya kebijakan regrouping yang dicanangkan pemko. Kebijakan tersebut menuai protes oleh wali murid kepada pihak sekolah dan pemko. 

"Saya tidak setuju dengan adanya kebijakan pemerintah melakukan regrouping terhadap SDN12 Sapan untuk dijadikan SMPN10 Sawahlunto. Karena SDN12 Sapan ini sekolah yang strategis dengan lokasi dekat sehingga terjangkau oleh anak datang kesekolah," ujar Desi, 50, warga Desa Kayu Gadang, Kecamatan Barangin, kepada Penulis Senin, 24 Juli 2017, saat ditemui disekolah usai pertemuan walimurid dengan pemerintah kota, di SDN12 Sapan. 

Ia menyebutkan bahwa untuk memindahkan anak ke sekolah yang baru akan lebih merepotkan dan mental anak pun akan terganggu. Sebab, anak harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Kemudian, anak belum kenal dengan teman yang baru karena berada di sekolah yang baru pula. 

"Tadi pagi anak saya tidak ingin datang ke sekolah karena sekolahnya akan pindah. Anak saya sekolah duduk di bangku kelas VI dan takut datang ke sekolah. Susah pula saya meyakinkannya dan membujuknya untuk ke sekolah karena ada pemindahan tersebut," tuturnya dengan rasa kecewa sembari memeluk anaknya di gerbang sekolah.  

Ia mengaku bahwa rencana pemindahan telah disampaikan sebelumnya oleh pihak sekolah. Namun wali murid tidak terima adanya rencana regrouping tersebut. Karena akan berpengaruh pada keberlangsungan proses belajar anak. 

"Barusan kami melakukan pertemuan wali murid dengan pemerintah kota untuk membahas rencana regrouping tersebut. Namun, belum ada hasil yang memuaskan dari pemerintah kota dan masih bingung," katanya. 

Penyataan yang serupa juga disampikan oleh Mona, wali murid mengatakan bahwa dirinya tidak menyetujui rencana regrouping yang dilakukan oleh pemko. Sebab, tersebut merugikan pihak wali murid baik materil maunpun moril.  

"Bagaimana nasib para murid yang belajar di sekolah setelah adanya kebijakan regrouping terhadap SDN 12 ini. Kami sangat kecewa terhadap kebijakan regrouping tersebut seakan tidak memikirkan dampak dari psikis anak yang nantinya akan di pindahkan ke sekolah yang baru,” katanya. 

Sementara, Hasnor Yasri, Kepala SDN12 menyebutkan bahwa rencana awal regrouping SDN12 berawal dari tanggal 27 Mei 2017 lalu. Selanjutnya pada tanggal 29 Mei dipanggil untuk pertemuan dengan kepala dinas bersama guru lainnya. Baru di situlah diketahui bahwa SDN12 akan di jadikan SMP 10 Sawahlunto. 

"Maka penerimaan murid baru pun tetap dibuka pendaftaran, namun untuk proses belajar mengajar (PBM) murid baru ke sekolah terdekat di SDN12 Sapan. Ada 14 orang siswa baru yang mendaftar ke SDN12 Sapan, namun mereka dipindahkan dan boleh memilik sekolah yang terdekat. Saat ini tidak ada siswa kelas I SDN12 Sapan karena kebijakan tersebut di alihkan ke sekolah terdekat," katanya. 

Selanjutnya, karena siswa yang dialihkan ke sekolah terdekat tersebut terjadi kekurangan sehingga dilakukan bon pinjam kursi belajar. Karena yang belajar di sekolah tersebut merupaka murid SDN12 Sapan, maka diberikan pinjaman. Selain itu, semua perlengkapan kesenian seperti baju tari, dram band juga diberikan bom pinjam ke sekolah tempat anak belajar. 

"Namanya ASN tentunya kita harus loyal kepada pemerintah, karena hal itu merupakan kebijakan yang harus diikuti. Maka, kita ikuti kebijakan yang dilakukan oleh pimpinan bagaimana langkah selanjutnya," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa terkait regrouping SDN12 Sapan tersebut semua guru telah menerima SK mutasi yang akan dipindahkan. Ada sebanyak sembilan orang guru yang dipindahkan tersebar ke SD yang ada di kota Sawahlunto. "SK tersebut kami terima pada Kamis, 20 Juli 2017 lalu, sesuai penempatan ke sekolah masing-masing. Termasuk saya sebagai kepala sekolah juga akan pindah ke sekolah yang baru untuk melakukan PBM," paparnya. 

Marwan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto menyebutkan kebijakan regrouping SDN 12 Sapan Kecamatan Barangin dijadikan SMPN10 Sawahlunto perlu pengkajian ulang. Kemudian proses belajar mengajar murid SDN12 Sapan tetap berjalan seperti biasa sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

"Terkait SK mutasi guru yang dikeluarkan, diterik kembali dan kembali mengajar seperti biasa. Selanjutnya, berdasarkan hasil rapat bersama wali murid yang baru saja dilakukan, rencana regrouping tersebut akan dilakukan kajian ulang sampai batas waktu yang tidak ditentukan," katanya. 

Sementara itu, Adi Ikhtibar, Ketua DPRD Sawahlunto sangat menyayangkan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah Daerah atas kebijakan regrouping SDN 12 Sapan tersebut yang menuai polemik di tengah masyarakat. Meskipun Kebijakan re gerouping tersebut mengacu pada permendikbud No 36 tahun 2014 tentang pedoman pendirian, perubahan dan peraturan satuan pendidikan dasar dan menengah merupakan hak pemerintah daerah. 

"Untuk re grouping SDN12 Sapan tersebut harus dilakukan pengkajian ulang dan kajian kelayakan oleh pemerintah daerah. Kemudian baru dilanjutkan dengan sosialisasi dan dilakukan secara bertahap," katanya saat ditemui di ruangannya. 

Ia menyebutkan bahwa anggotaan DPRD dan individu anggota tidak menyetujui adanya re grouping yang dilakukan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan pada saat rapat dengan pemerintah daerah serta perwakilan walimurid SDN12 Sapan, Selasa, 18 Juli 2017, lalu saat memberikan masukan dan pandangan. 

"Namun, secara kelembagaan DPRD belum mendapatkan surat ke gedung parlemen tersebut, melalui komisi I untuk membahasan lebih lanjut dengan pengajian ulang. Sebeb, sebelumnya regrouping ini akan dibahas delembaga DPRD namun hingga saat ini belum ada surat untuk itu. Jika hal ini tidak dilakukan pengkajian terhadap regrouping tersebut akan berpengaruh terhadap pagu anggaran," sebutnya.

Thursday, July 13, 2017

Belum Memenuhi Kuota Ijazah SMAN3 Sawahlunto Masih Terima Siswa

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Sawahlunto,  Sumatera Barat belum memenuhi kuota ijazah penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017/2018. Sehingga sekolah tersebut hingga saat ini masih menerima pendaftaran siswa. Sebanyak 96 kuota yang disiapkan dengan yang mendaftar hanya sebanyak 77 orang siswa kelas X. Kemudian, di hari petama masuk sekolah dilaksanakan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bertambah lagi tiga orang siswa baru. 

"Penambahan siswa baru ini karena sekolah masih membuka pendaftaran dan menerima siswa baru. Penerimaan siswa baru tersebut karena belum memenuhi kuota yang disiapkan dinas provinsi sebanyak 96 orang siswa baru kelas X. Penerimaah pendaftaran siswa baru ini telah di ketahui oleh pihak provinsi melalui kabid pendidikan dengan tujuan untuk menyelamatkan anak bangsa," ujar Syafria,  PLT Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA)  Negeri 3 Sawahlunto, kepada Penulis, Rabu, 12 Juli 2017.

Ia menyebutkan bahwa jika sekolah tidak menerima siswa baru masuk sekolah maka tidak anak ada kesempatan bagi anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Maka, penerimaan siswa baru masih dilakukan mengingat masih banyak ijazah kuota yang tersisa. 

"Kita terima siswa baru yang mendaftar karena ijazah kota masih ada untuk menyelamatkan anak bangsa. Jika tidak diterima kemana mereka akan sekolah mendapatkan pendidikan. Meskipun PLS telah dilaksanakan sejak tanggal 3 kemarin dan dilaksanakan selama tiga hari, namun sekolah menyiapkan selama seminggu," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa selama pelaksanaan PLS tersebut juga dibarengi dengan program Bridging Gousre (BC) merupaka pengenalan materi pelajaran IPA, IPS, Matematika terhadap siswa. BC tersebut progam bembelajaran dari provinsi dan pertama dilaksanakan di SMAN3. Pelaksanaan BC tersebut telah disampaikan sebelumnya oleh dinas provinsi tiga hari menjelang lebaran lada rapat dengan kepala sekolah. 

"Hari pertama program BC juga dilaksanakan pengujian membaca al quran terhadap siswa meskipun siswa tersebut telah khatam quran sebelumnya. Pengujian tersebut dilakukan terhadap individu siswa dalam kelas dan didampingi oleh dua orang guru. Pengujian baca quran tersebut sekolah akan membuat laporan dan akan disampaikan ke dinas provinsi," ujarnya. 

Ia mengaku hasil tes siswa tersebut masih banyak dibawah nilai KKM yakni 70. Para siswa banyak yang buta huruf dengan alasan sudah lama tidak baca quran. Kemudian, siswa juga banyak yang tidak mengetahui tajwid dalam membaca quran. "Belum ada sangsi yang diberikan kepada siswa yang belum bisa membaca quran dengan benar. Kita hanya memberikan laporan kepada Dinas provinsi dan dinas provinsi yang akan mengefaluasi serta memberikan kebijakan. Namun, demikian sekolah akan memprogramkan baca quran sebelelum proses belajar mengajar (PBM) berlangsung," paparnya. 

Ben Zuheri,  Wakil Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 mengungkapkan bahwa sebelum PBM berlangsung maka siswa akan melaksanaan membaca quran dan bekerja sama dengan kemenag. Pembacaan quran sebanyak 6 ayat sehari secara bersama-sama sehingga lulusan dari SMAN3 telah hafal 3 juz quran. 

"Setelah membaca quran barulah dilaksanakan nasionalisme terhadap anak dengan manyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya setelah PBM dilaksanakan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Program ini dibuat untuk membentuk karakter anak didik melalui quran dan menanamkan semangat nasionalisme cinta tanah air serta nilai-nilai agama," katanya. 

Ia mengungkapkan bahwa untuk sarana pendukung proses PBM sekolah memiliki 10 lokal terdiri dari labor TIK dan pustaka. Kelas X terdiri dari 3 lokal, kalas XI terdiri dari 4 lokal dan kelas XII tiga 2. Namun yang belum ada ruang majelis guru dan kepala sekolah dan belum di plaster. Selain itu, topokrapi tanah yang berjenjang dan mudah lonsor oleh air saat hujan. Kemudian tanah yang berlubang sehingga butuh di semen, karena kontur tanah. 

"Kita berharap kontur tanah tersebut agar dapat di semen sehingga tanah tersebut tidak tergerus dan lonsor saat hujan," katanya.

Tuesday, July 11, 2017

60 Sekolah Dasar Ikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah

Hari pertama masuk sekolah sebanyak 28 orang siswa SDN10 Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). PLS tersebut akan berlangsung selama seminggu dengan materi didahului dengan upacara bendera, kemudian materi Sapras, (Pengenalan Kantin, WC,  Pustaka,  Kantor dan Kelas I-VI). Selanjutnya penampilan bakat dan minat anak untuk melihat kreatifitas kecenderungan anak. 

"Selama PLS berlangsung tidak ada kendala dan berjalan dengan lancar. PLS di ikuti sebanyak 28 orang siswa baru kelas I. Semua siswa yang diterima hadir pada hari pertama masuk sekolah untuk mengikuti PLS," ujar Maimunah, Kepala Sekolah Dasar (SD)  Negeri 10 Tanah Lapang,  Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto, kepada Penulis,  Senin, 10 Juli 2017.

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan PLS tersebut dimulai pukul 7.30 wib hingga pukul 10.30 wib. Materi yang diberikan kepada anak didik berupa perkenala diri anak dihadapan teman lainya. Kemudian menampilkan bakat dan minat anak untuk melihat kecenderung anak. "Sebelum masuk pekarangan sekolah, para guru berdiri dipagar sekolah menyalami anak-anak. Selanjutnya perkenalan tata tertib belajar didalam kelas,"  katanya. 

Ia menyebutkan bahwa selama PLS berlangsung didampingi oleh guru kelas. Hari pertama masuk sekolah para orang tua murid datang ke sekolah untuk menemani anak. Namun orang tua wali murid hanya boleh memantau anak merek dari jauh. "orang tua wali murid diperbolehkan masuk dipekarangan sekolah melihat anak mereka. Namun tidak dibenarkan untuk masuk sampai ke kelas karena ada batasan tertentu bagi wali murid untuk mendapingi anak," paparnya. 

Ia menjelaskan bahwa sebagai hasil evaliasi pada hari pertama PLS terlihat murid telah mandiri, karena anak kelas I yang masuk sekolah telah mengenyam sekolah sebelumnya. "Murid yang masuk sekolah sebelumnya pernah TK, Sehingga mereka telah mandiri.  Jadi,  tidak ada anak yang menangis saat mengikuti PLS dan telah jauh dari orang tua,"  ungkapnya. 

Ia mengaku bahwa mendaftar masuk sekolah ada sebanyak 32 orang murid dan yang diterima sebanyak 27 orang siswa. Namun, karena tidak cukup umur maka dua orang ditolak. Kemudian, dua orang diluar rayon sekolah sehingga tidak bisa diterima dan ditambah dua orang yang tinggal kelas tidak naik kelas II. 

"Anak yang tinggal kelas tersebut masih mengikuti PLS meskipun tidak diwajibkan mengikuti.  Namun, dari pada tidak ada aktifitas anak tinggal kelas tersebut bergabung dengan teman yang lain ikuti PLS. Ada sebanyak 184 siswa terdiri dari enam kelas dengan tanaga ajar sebanyak sembilan orang. Pada hari pertama masuk sekolah semua guru hadir," Akunya. 

Sementara itu, Sukarsih, Kepala Sekolah Dasar (SD)  Negeri 03 Lubang Panjang Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto mengatakan bahwa di hari pertama masuk sekolah PLS diikuti sebanyak 30 orang murid. Meskipun sebelumnya wali murid yang mendaftarkan anaknya SDN03 Lubang Panjang sebanyak 42 orang, sehingga hal tersebut dikeluhkan oleh para wali murid karena diterima hanya 30 orang berdasarkan Permendikbud nomor 17 tahun 2017.

"Banyak orang tua yang mengeluh karena anak mereka tidak bisa masuk sekolah disebabkan belum cukup umur. Karena anak harus berumur 6 tahun tertanggap hari pertama masuk sekolah, tidak boleh kurang meskipun sehari karena aturannya seperti itu. Jadi, kita menolak anak yang umurnya masih kurang dari 6 tahun,  ada yang kurang dari seminggu dan ada pula yang sebulan. Selanjutnya tidak pada rayon sekolah sehingga tidak dapat di terima," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa pada hari pertama masuk sekolah siswa mengikuti PLS dengan materi cinta tanah air,  hormat bendera,  pengenalan butir-butir pancasila dan disiplin. Selanjutnya pengenalan 18 karakter anak seperti bersalaman,  tata tertib belajar, membuang sampah pada tempatnya, BPP dan sebagainya. 

"PLS ini akan berlangsung selama seminggu yang didampingi oleh guru kelas dan dibantu oleh masjelis guru. Ada sebanyak 13 orang guru tenaga ajar dan semuanya hadir. SDN03 Lubang Panjang jumlah murid seluruhnya sebanyak 204 orang murid," katanya. 

Marwan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto menyebutkan bahwa hari pertama masuk sekolah mengikuti masa PLS diikuti sebanyak 60 sekolah dasar di kota Sawahlunto untuk murid kelas I selama seminggu. "Semua Sekolah Dasar di Sawahlunto mengikuti PLS, tujuannya agar murid baru mengetahui dan memahami lingkungan sekolah yang baru. Untuk jumlah murid SD yang ikuti PLS belum dapat laporan berapa jumlah murid SD baru ikuti PLS seluruh sekolah yang ada di kota Sawahlunto," ujarnya