Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Bayi Sering Rewel dan Demam Waspadai Infeksi Saluran Kencing

Seringkali bayi rewel tanpa sebab bahkan ada yang demam tiba-tiba. Waspadai hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh penyakit berbahaya. Seperti Infeksi Saluran Kencing (ISK) yang tidak menampakan gejala awal. Seperti bahaya penyakit ISK pada bayi? 


Nadia Syafira, bayi berusia 13 bulan tergolek lemah diatas kasur. Tubuhnya tampak basah oleh keringat. Sesekali ibunya Reni Susanti, 29, menyekanya dengan handuk. Menurut Reni, anaknya itu baru saja pulang dari rumah sakit setelah sempat dirawat sekitar 10 hari yang lalu di salah satu rumah sakit swasta di kota Padang, Selasa 20 November 2017. 

Anaknya menderita penyakit ISK sehingga harus dirawat inap. Dokter yang menangani saat itu menyebutkan penyebab sakit anaknya adalah adanya bakteri yang menyerang kantung kemih puterinya akibat dari pemakaian popok yang lama. Membuat virus dari kotoran bayi dapat langsung menyerang saluran urin bayinya. 

Diakui Reni karena kesibukannya sebagai karyawan swasta membuatnya memilih menggunakan popok bayi sekali pakai pada anaknya. Ini karena lebih praktis dan dapat dijumpai di warung sekitar tempatnya bekerja. 

"Karena kalau pakai celana atau popok bayi yang terbuat dari kain itu tidak bisa tahan lama. Kalau pakai popok lebih praktis makanya saya pilih popok. Tapi kalau tahu begini jadinya ada rasa penyesalan juga lihat Nadila jadi sakit," ungkapnya dengan mimik penyesalan.

Sementara Misra Irayani, 30, juga menggunakan popok bayi sekali pakai pada bayinya, Habib Pranaja, 10 bulan. Namun ia hanya menggunakannnya ketika berpergian jauh. Sehari-hari ia membiasakan puteranya itu menggunakan celana saja. Termasuk pada malam hari, ia membiarkan bayinya tidur tanpa popok dengan tujuan mengajarkan bayinya untuk buang air kecil sebelum tidur.

Hal ini dapat melatih anak untuk tidak tergantung pada popok. Serta mengajarkan anak untuk memiliki kebiasaan buang air kecil sebelum tidur. Sehingga membantunya untuk tidak ngompol dikasur. Meskipun sesekali anaknya itu sering kebobolan juga ngompol dikasur.

Namun jika anaknya demam ia akan memakaikan popok pada bayinya. Karena ketika demam anaknya tidak banyak gerak akibat lemas. "Kalau demam memang saya pakaikan popok. Soalnya Habib kalau demam tidak banyak ngomong dia lemas. Makanya dipasangkan popok biar dia tidak harus buang air kecil dluar karena lemas. Tapi tetap harus sering diganti. Dia biasanya rewel kalau popoknya basah sedikit saja," ujarnya.

Sememtara dokter spesialis kulit dan kelamin RSUP M Djamil Padang, Qaira Anum menjelaskan bahwa Infeksi saluran kencing (ISK) disebut dengan uretritis. Penyebabnya bisa bakteri, jamur, virus ataupun parasit. Bakteri usus E. coli merupakan penyebab paling sering penyakit ini. Anak perempuan lebih berisiko terserang penyakit. Kerena anatomi saluran kencing dan vagina berdekatan sehingga mudah terjadi infeksi yang berasal dari saluran kencing ke vagina.

Namun anak laki-laki yang belum disunat juga memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena ISK. Sekitar 5 persen bayi dan balita yang mengalami demam tanpa gejala tertentu menderita infeksi saluran kemih. Kurangnya gejala lain yang terlihat sebagai pertanda infeksi menjadi penyebab kenapa banyak terjadi infeksi saluran kemih pada bayi yang tidak terdeteksi.

Salah satu penyebabnya ialah pemakaian popok yang mengandung kotoran dalam waktu yang cukup lama. Menyebabkan iritasi dan juga infeksi jika terdapat luka pada area vital. Sebaiknya,  pada saat sikecil baru saja membuang kotoran usahakan segera mengganti popoknya. Butuh peran orang tua agar memperhatikan kondisi dan aktibitas anak ketika bermain.

Bahan dasar pembuat popok sekali pakai menggunakan sodium polyacrylat yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selain itu ada juga dioxin yang berbahaya bagi kesehatan bayi dan dapat memicu ISK. Popok sekali pakai akan beresiko terutama pada anak atau bayi dg kulit yang sensitif karena alergi dg bahan popok ataupun pewanggi atau pengawet pada popok tersebut. 

Gejala alergi bisa gatal dan bintik2 merah atau bercak merah pada bokong atau istilah lainnya diapers rash (ruam popok, red). Tidak dianjurkan menggunakan popok pada bayi terlalu lama. Hal ini dapat menjadi sumber terjadinya iritasi dan kuman akibat penumpukan urin, keringat, ataupun feses (berak).

"Penggunaan popok boleh saja asalkan popok dari kain dan harus sering diganti bila basah. Pencegahan dini dapat dilakukan dengan cara mengajarkan dan membiasakan anak melakukan cebok yang benar. Jika sudah terjangkit ISK harus segera diobati infeksinya sesuai dengan mikroorganisme penyebabnya. Segera dibawa berobat ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

Monday, January 8, 2018

Motivasi Serta Dukungan Keluarga Menjadi Tolak Ukur Pasien Stroke Bisa Sembuh

Bagi sebagian orang penderita Penyekit Stroke butuh bantuan orang lain. Biasanya, mereka tidak dibiarkan melakukan kegiatan sendiri. Hal ini justru membuat penderita ketergantungan dan tingkat stroke semakin parah. Sebenarnya seperti apa perlakuan yang tepat bagi penderita stroke?

Laporan: Julnadi Inderapura, Padang 

Diruang konsultasi klinik fisioterapi RSUP M Djamil Padang nampak seorang wanita berusia 24 tahun tengah mendengarkan penjelasan dokter. Adek, adalah anak dari  Desi Ida Novita, 47 yang menderita penyakit stroke sejak 3 minggu lalu. Desi tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Ia datang bersama anak dan saudaranya dengan bantuan kursi roda. 

Menurut Adek, anaknya, Desi mengalami kesulitan bicara. Ia juga kesulitan untuk berdiri sehingga harus dipapah atau berdiri menggunakan bantuan. Seperti berpegangan pada sesuatu yang dapat menahan beratnya. 

"Awalnya ibu saya jatuh dari tempat duduk dirumah. Tahu-tahu kondisinya sudah parah begini. Katanya stroke, kemudian dibawa kerumah sakit dan dirujuk ke fisioterapi," ujar Adek, usai menemani sang ibu berkonsultasi pada Selasa, 21 November 2017. 

Menurut saudaranya, Enny yang juga datang menemani saat itu sebelumnya Desi terlihat sehat-sehat saja. Tetapi setelah jatuh dari kursi ia mengalami kelumpuhan pada saraf lidah hingga kesulitan bicara. "Sejak itu aktivitasnya terbatas dan harus dibantu," terangnya.

Dokter Spesialis Terapis M Djamil Padang, Aguswan menjelaskan penyakit stroke merupakan berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Sehingga otak tidak bisa berfungsi dengan baik ketika kekurangan oksigen. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati atau kelumpuhan, red). 

Akibatnya terjadi penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan stroke. Selain itu faktor usia, riwayat penyakit darah tinggi, penyakit jantung, maupun diabetes juga menjadi pemicu stroke pada seseorang.

Pada penderita stroke akan terjadi kelumpuhan syaraf seperti syaraf lidah maupun organ tubuh lain. Kelumpuhan syaraf tersebut dapat diobati dengan cara melatih atau menterapis secara teratur. Hal ini dapat dilakukan sendiri dirumah dengan bantuan dan bimbingan dari anggota keluarga. 

Menurut Aguswan, jika syaraf lidah ataupun mulut seseorang mengalami stroke atau lumpuh. Dapat dilakukan terapis mengunyah. Memberikan makanan atau cemilan kepada penderita stroke itu merupakan salah satu latihan yang dapat menghidupkan kembali syaraf yang mengalami kelumpuhan. Pada bagian tubuh yang mengalami mati syaraf juga dapat dilakukan terapis dengan melatihnya bergerak. 

"Yang terpenting tidak memanjakan penderita stroke agar mereka (penderita stroke, red) tidak ketergantungan bantuan. Hal ini dapat menjadikan penderita lebih mandiri dan mengaktifkan kembali syaraf yang lumpuh tersebut. Motivasi dan dukungan dari keluarga menjadi tolak ukur utama agar pasien bisa sembuh. Karena obat utamanya adalah keinginan dan semangat dari pasien itu sendiri, untuk bisa sembuh," pungkasnya saat ditemui diruangannya usai memberikan edukasi kepada keluarga pasien.

Wednesday, December 6, 2017

Penderita HIV/AIDS Sawahlunto Bertambah Didominasi Aparatur Sipil Negara

Sebanyak 22 orang positif HIV/AIDS di kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Penderita HIV/AIDS Kota Sawahlunto tahun 2017 bertambah 5 orang. Sementara penderita HIV/AIDS tahun 2016 sudah tercatat sebanyak 17 orang penderita. Hasil pendataan tersebut penderita terbesar dominan kaum laki–laki. Kemudian penyakit berbahaya tersebut terdeteksi pada ibu hamil yang telah melahirkan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Ibu hamil yang positif HIV/AIDS tersebut telah melahirkan beberapa hari lalu. Ibu hamil yang positif HIV/AIDS merupakan status suami istri, keduanya positif terserang virus HIV/AIDS. Saat ini, banyi tersebut sedang dilakukan observasi selama enam bulan. Ibu banyi tersebut tidak boleh menyusui anaknya agar tidak terjadi penyebaran virus yang membahayakan tersebu," ujar dr. Al Anshari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Senin, 4 Desember 2017. 


Ia menyebutkan bahwa pada bulan Januari 2017 telah mencatat dua orang penderita HIV/AIDS. Kemudian pada bulan Oktober tercatat tiga orang penderita positif HIV/AIDS berasal dari kaum lelaki suka lelaki (LSL ) Gay. 22 orang penderita HIV/AIDS tersebut satu orang meninggal dunia. 

"Jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2017 mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 ini penderita HIV/AIDS baru, berjumlah 5 orang, sementara di tahun 2016 sudah tercatat 17 orang," katanya. 

Ia melanjutkan bahwa edukasi yang dilakukan untuk memutus jaringan virus AIv/AIDS agar tidak menular pada yang lain sudah dilakukan oleh Komisi Penanganan AIDS (KPA) Sawahlunto melalui kampanye dan penyuluhan kepada masyarakat banya sek bebas. Namun karena anggaran yang ditetapkan untuk kegiatan tersebut sangat kecil sehingga kampanye dan penyuluhan dilakukan belum maksimal. 

"Dari Rp90 juga anggaran kegiatan yang diharapkan, ternyata dapatnya hanya Rp18 juta selama setahun. fenomena gunung es itu tidak dapat dipecahkan dengan anggaran sebanyak Rp18 juta tersebut," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa untuk memutuskan penyebaran virus HIV/AIDS tersebut selain dilakukan kampanye dan penyuluhan juga dilakukan pemeriksaan. Kemudian survei kasus kalau sudah ditemukan terhadap penderita positif HIV/AIDS. 

"Harus di cari mata rantainya kemana saja penularannya. Kemudian mengejar kasus orang yang pernah kontak dengan penderita HIV/AIDS dan harus dilakukan pemeriksaan. Jadi, program pemecahan gunung es HIV/AIDS harus dilakukan dengan optimal tentunya didukung oleh anggaran yang ada," paparnya. 

Ia mengungkapkan bahwa penyebaran dan penularan HIV/AIDS pada umumnya di sebabkan oleh hubungan sex bebas. Kemudian ada kemungkinan jumlah penderita HIV/AIDS akan bertambah. Karena penanganan dan pencegahan penderita HIV/AIDS mengadapi banyak kendala, seperti minimnya kesadaran penderita untuk berobat dan memeriksakan kesehatannya.

"Pemeriksaan yang telah dilakukan Lapas Narkoba dan rutan namun belum ada tanda untuk penyebaran akibat jarum suntik memakai narkoba. Kemudian pemeriksaan direncanankan akan dilakukan ke instansi pemerintahan karena dari jumlah penderita HIV/AIDS saat ini berasal dari kalangan PNS," katanya. 

Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2018 nantinya dinas kesehatan akan terus berupaya untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan bahaya HIV/ AIDS di kota sawahlunto. Melalui sosialisasi tersebut nantinya diharapkan masyarakat akan mengetahui dan mengenal HIV/AIDS dan cara penularannya.

"Ditahun 2018 akan datang setalah habis masa japatan KPA Sawahlunto kita akan dilakukan penambahan anggaran serta kegiatan agar sosialisasi dan kampanye dapat dilakukan dengan maksimal. Sebab, pemecahan gunung es HIV/AIDS tidaklah mudah dan butuh biaya," katanya 

Friday, August 25, 2017

Pembangunan Puskesmas Kolok Butuh Tambahan Lahan

Pemerintah kota Sawahlunto melakukan peletakan batu pertama Puskesmas Kolok Kecamatan Barangin. Peletakan batu pertama tersebut pembangunan puskesmas tersebut menelan biaya sebesar Rp4, 63 miliar. Namun, pembangunan tersebut Walikota Sawahlunto Ali Yusuf minta tambahan lahan. 

"Pembangunan Puskesmas Kolok yang terletak di Desa Kolok Mudik tersebut, bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2017 dengan total anggaran sebesar, Rp. 4,63 milliar lebih. Pembangunan puskesmas Kolok ini kita usulkan melalui Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto ke Kementerian Kesehatan RI, dan Alhamdulillah di tahun 2017 ini kita mendapatkan 2 unit pembangunan puskesmas untuk kota kita ini,” ujar wako dalam sambutannya," ujar Ali Yusuf Walikota Sawahlunto usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Kolok Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, Selasa,  22 Agustus 2017. 


Sebelum dilakukan peletakan batu pertama secara simbolis Ali Yusuf berharap dalam pelaksanaan pembangunan tersebut perlu adanya tambahan lahan agar singkron antara gambar dengan hasil pelaksanaan, dimana nantinya puskesmas ini akan menghadirkan pusat layanan kesehatan rawat inap yang memiliki standar Nasional.

“Saya inginkan ada tambahan sekitar 10 meter lagi kebelakang, kalau kita lihat saat ini lahan yang ada tidak singkron dengan gambar yang ada di famplet, hal ini tentunya tidak akan memenuhi sebagaimana yang telah ada di gambar, Untuk Pembebasan lahan akan saya bantu sebesar 10 juta,” sebutnya.

Yasril, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto mengatakan bahwa di tahun 2017 ini Kota Sawahlunto mendapatkan 2 unit pembangunan Puskesmas yaitunya puskesmas melalui Kolok dan Puskesmas Sungai Durian, dengan memanfaatkan DAK Tahun 2017, dimana untuk masing – masingnya sebesar 4,63 Milliar dan 4.05 Milliar lebih.

“Untuk pembangunan puskesmas kolok ini kita melakukan penghapusan 2 unit rumah dinas dan puskesmas ini nantinya akan di bangun dua tingkat,” katanya.

Dalam Pembangunan puskesmas ini di kerjakan oleh PT. Swarna Bhumi Nusa Abadi dengan lama pengerjaan selama 140 hari Kalender, dilahan seluas 5.240 meter persegi.

Sementara itu, Zainal Arifin Dt Rangkayo Tanggah, Tokoh Masyarakat Kolok, merasa bersyukur dengan di bangunannya puskesmas kolok. Sebab, pembangunan puskesmas tersebut akan mempermudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar khususnya Kolok. Karana kesehatan adalah sumber utama menggerakan pertumbuhan masyarakat. 

"Dengan berdirinya bangunan ini tentunya akan dapat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di bidang kesehatan. Selain dari bangunan yang megah juga di lengkapi dengan sarana dan prasana yang memadai, sehingga pelayanan akan lebih optimal," katanya. 

Wednesday, July 12, 2017

Akreditasi Puskesmas Tingkatkan Mutu Pelayanan Kepada Masyarakat

Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, targetkan empat puskesmas terakreditasi. Akreditasi tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 bahwa setiap Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala selama tiga tahun sekali. Akreditasi Puskesmas tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan puskesmas. Kemudian memacu puskesmas untuk memenuhi standar yang ditetapkan, menetapkan strata akreditasi puskesmas yang telah memenuhi standar yang ditentukan, memberikan jaminan kepada petugas puskesmas bahwa pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar yang ditetapkan

"Tahun 2017 ini kita menargetkan akan menuntaskan penilaian akreditasi terhadap empat Puskesmas di kota ini, yakni Puskesmas Lunto, Puskesmas Sungai Durian, Puskesmas Kolok dan Puskesmas Kampung Teleng," ujar Elma Sayuti,  Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kepada Penulis, Selasa, 11 Juli 2017.

Ia menyebutkan bahwa Pasca ditetapkannya Puskesmas Talawi dan Puskesmas Silungkang dengan predikat Terakreditasi Utama oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Sawahlunto terus melakukan pengawasan terhadap akreditasi puskesmas tersebut.

"Akreditasi merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional Pasal 6 ayat (2)," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa akreditasi puskesmas adalah proses penilaian eksternal oleh Komisi Akreditasi dan/atau Perwakilan di Provinsi terhadap puskesmas untuk menilai apakah sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Selain itu juga untuk memberikan jaminan kepada pelanggan atau masyarakat bahwa pelayanan yang diberikan oleh puskesmas telah sesuai standar, dan terbinanya puskesmas dalam rangka memperbaiki sistem pelayanan, mutu dan kinerja," tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam penilaian tersebut terdapat 9 bab standar akreditasi puskesmas. Bab I tentang Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP), Bab II tentang Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas, Bab III tentang Peningkatan Mutu Puskemsas, Bab IV tentang Program Puskesmas yang Berorientasi Sasaran.

Selanjutnya, Bab V tentang Kepemimpinan dan Manajemen Program Puskesmas, Bab VI tentang Sasaran Kinerja dan MDG’s, Bab VII tentang Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien, Bab VIII tentang Manajemen Penunjang Layanan Klinis, dan Bab IX tentang Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien. Dimana masing-masing Bab memiliki standar penilain tersendiri.

Sementara untuk keputusan akreditasi yang akan diterima, tim penilai akan berpedoman kepada jumlah nilai dari masing-masing Bab, yakni Keputusan Akreditasi Tidak Terakreditasi bila pencapaian nilai Bab I, II, dan III kurang dari 75 persen dan Bab IV, V, VI, VII, VIII, IX kurang dari 20 persen.

"Terakreditasi Dasar jika pencapaian nilai Bab I, II, dan III lebih dari atau sama dengan (=) 75 persen, dan Bab IV, V, VI, VII, VIII, IX = 20 persen. Terakreditasi Madya jika pencapaian nilai Bab I, II, III, IV, V = 75 persen, Bab VI, VII, VIII, IX = 20 persen. Terakreditasi Utama jika pencapaian nilai Bab I, II, III, IV, V, VI, VII = 75 persen, Bab VIII, IX = 20 persen. Dan terakreditasi Paripurna bila pencapaian nilai semua Bab = 75 persen," katanya.

Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto mengatakan bahwa pengawasan tersebut dilakukan karena status akreditasi akan dinilai kembali setelah tiga tahun sejak ditetapkan. Hal itu karena akreditasi puskesmas adalah proses berkelanjutan sebagaian yang diamanatkan pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 46 Tahun 2015. 

"Untuk Puskesmas lainnya yakni Puskesmas Kampung Teleng, Puskesmas Sungai Durian, Puskesmas Lunto dan Puskesmas Kolok saat ini masih dalam proses pendampingan akreditasi. Keempat puskesmas ini nantinya akan disurvei akreditasi oleh Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan yang dijadwalkan mulai Juli sampai dengan Oktober 2017 mendatang," ungkapnya. 

Friday, April 28, 2017

Prevalensi Kanker Indonesia Tertinggi Perempuan

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi persoalan penting bagi kaum perempuan Indonesia. Angka tersebut diakibatkan karena rendahnya tingkat kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi. Prevalensi penyakit kanker di Indonesia juga cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

"Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ternyata banyak perempuan di negara berkembang seperti Indonesia, kurang mendapatkan informasi dan akses pelayanan terhadap penyakit ini. Untuk itu, saya  menghimbau agar kaum perempuan melakukan deteksi dini melalui IVA Test," ujar Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Kepada Penulis, Jumat, 21 April 2017, saat kunjungan kerja menghadiri Peringatan Hari Kartini Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Goedang Ransoem, Kota Sawahlunto.

Ia menyebutkan bahwa setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar belakang beresiko terkena kanker serviks atau leher rahim. Tingginya kasus kanker serviks di negara berkembang, antara lain disebabkan oleh terbatasnya akses screening dan vaksinasi padahal diketahui bahwa penyakit kanker serviks ini dapat dicegah melalui kedua hal tersebut.

"Melalui kesempatan ini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat, utamanya kaum perempuan untuk dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi terkait kanker serviks serta membangun sistem deteksi dini berbasis masyarakat melalui IVA Test," katanya.

Ia mengatakan Peringatan Hari Kartini merupakan refleksi bahwa perempuan memiliki peranan yang penting dalam pembangunan bangsa.

"Peringatan Hari Kartini merupakan momentum yang sangat baik untuk merefleksikan kembali betapa perempuan merupakan sosok yang sangat berperan penting dalam kemajuan sebuah bangsa," paparnya.

Menurutnya, Kartini adalah simbol perjuangan perempuan Indonesia dan semangat untuk bangkit dari kungkungan budaya patriarki, khususnya melalui pendidikan.

"Kartini hari ini adalah kita. Sebagai perempuan Indonesia, kita patut memunculkan sosok Kartini dalam sanubari kita. Perempuan Indonesia harus tampil ke depan menjadi motor penggerak perubahan," tukuknya.

Ia melanjutkan bahwa saat ini telah banyak perempuan Indonesia yang memiliki potensi sehingga dapat berperan dan berkiprah dalam pembangunan nasional. Kartini masa kini adalah perempuan yang memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi keluarga dan negaranya.

"Ada sekitar 50% direksi maupun karyawan di perusahaan penerbangan ini adalah kaum perempuan sehingga sudah memenuhi syarat planet 50-50 Tahun 2030. Hal ini diharapkan bisa menjadi role model bagi perusahaan lain agar bisa mencapai kesetaraan gender," katanya.

Menutup rangkaian kunjungan kerja selama tujuh hari di Provinsi Sumatera Barat, Menteri Yohana kembali ke Jakarta dengan salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia yang mengangkat tema Kartini Flight, dimana para awak kabin termasuk pilot pesawat adalah kaum perempuan.

"Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Ini adalah tahun kebangkitan baru bagi perempuan, dimana banyak srikandi Indonesia yang berkiprah di bidang pembangunan, salah satunya di maskapai penerbangan," ungkapnya.

Monday, March 27, 2017

7.433 Orang Keluarga Berencana Gunakan Aseptor

Sebanyak 7.433 orang atau sekitar 82,7 persen Keluarga Berencana (KB) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat menggunakan Aseptor (penggun alat kontrasepsi) pada tahun 2016. Secara umum, jumlah tersebut cukup tinggi untuk Kota Sawahlunto. Pemerintah kota Sawahlunto terus berupaya agar setiap tahun ada peningkatakan jumlah aseptor. Sehingga program pengendalian penduduk di Kota Sawahlunto dapat terlaksana dengan optimal.

"Ada beberapa kelompok orang yang tidak menjadi aseptor aktif di Kota Sawahlunto. Diantaranya adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin memiliki atau menambah anak. Sasaran aseptor ini adalah PUS yakni orang yang berusia antara 20 sampai 49 tahun. Tidak terlepas laki-laki atau perempuan, karena saat ini laki-laki pun dianjurkan untuk menjadi aseptor aktif," ujar Yufinarti Patma, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, Kamis, 23 Maret 2017.

Ia menyebutkan terkait dengan upaya yang dilakukan dalam rangka melestarikan aseptor aktif, Patma menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah menyediakan alat kontrasepsi bagi aseptor yang kurang mampu. "Untuk aseptor mandiri, mereka dapat memilih sendiri tempat dan pelayanan alat kontrasepsi sesuai dengan yang mereka butuhkan dan inginkan," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga melakukan pembinaan-pembinaan dan edukasi kepada aseptor aktif agar tidak terputus dalam menggunakan alat kontrasepsi. Diantaranya dengan menghimbau untuk menerapkan metode jangka panjang  dengan menggunakan alat kontrasepsi jenis implan, IUD dan sebagainya. 

"Saat ini, dari 7.433 aseptor aktif, sekitar 20 persen diantaranya telah menerapkan metode jangka panjang. Penerapan metode tersebut, resiko drop out atau berhentinya seseorang dalam menggunakan alat kontrasepsi dapat diminimalisir," ujarnya.

Friday, March 24, 2017

Generasi Berencana Pencanangan Masa Depan

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, terapkan program Generasi Berencana (GenRe) bagi seluruh generasi muda yang ada di kota Sawahlunto. Program tersebut akan diterapkan pada pelajar disekolah tingkat SLTA yang ada di kota Sawahlunto.

"Melalui program ini, nantinya remaja akan dilatih untuk dapat merencanakan masa depan mereka sendiri, diantaranya dengan menghindari tiga hal yakni, seks bebas, HIV /AIDS, dan NAPZA," ungkap, Yufinarti Patma, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, Kamis, 23 Maret 2017.

Ia mengatakan bahwa beberapa remaja juga akan dijadikan agen yang nantinya akan menyebarluaskan program-program pemerintah terkait dengan perencanaan masa depan oleh para remaja di lingkungan mereka masing-masing.

"Melalui GenRe ini juga, kami akan mensosialisasikan kepada remaja untuk tidak menikah dibawah umur. Karena hal tersebut dapat memicu berbagai permasalahan dikemudian hari. Kita akan membentuk Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-Remaja) disetiap SLTA dan SLTP yang ada di Kota Sawahlunto," katanya.

Ia menjelaskan bahwa PIK-Remaja merupakan suatu wadah kegiatan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga.

"Dengan kata lain remaja yang tergabung dalam PIK-Remaja ini akan menjadi konselor bagi teman-teman sebayanya terkait dengan bagaimana caranya mempraktekkan hidup secara sehat. Saat ini kita tengah melakukan pembinaan terhadap 29 kelompok PIK-Remaja, baik yang berasal dari sekolah maupun dari umum seperti kelompok Remaja Mesjid dan Karang Taruna," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena, mengatakan bahwa PIK-Remaja merupakan salah satu kegiatan dari program pembangunan keluarga. "Kegiatan ini telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir, dengan sasarannya adalah para pelajar dan masyararakat usia remaja yang tidak lagi bersekolah," katanya.

Ia menyebutkan bahwa untuk menyukseskan kegiatan tersebut diharapkan para remaja dapat berperan aktif dengan cara bergabung pada kelompok PIK-Remaja yang ada di daerahnya, sehingga segala permasalahan yang timbul dapat dikonsultasikan dan dicarikan solusinya. 

"Kami juga akan membekali para remaja dengan keterampilan sesuai dengan potensi dan keinginan mereka. Sehingga mereka memiliki modal dalam menjalani hidup dimasa yang akan datang," tuturnya. 

Saturday, March 18, 2017

Seorang Pemuda Gantung Diri Dikamar

Seorang pemuda mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dikamar, Kamis, 16 Maret 2017 sekira pukul 14.00 Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Korban diketahui bernama M. Yunus, 26, meninggal dikamar dengan tali mengikat dilehernya. Peristiwa itu diketahui oleh ibu kandung korban bernama Saribanun. Korban sering berhalusinasi ini pernah melakukan percobaan bunuh diri. Namun, percobaan bunuh diri tersebut cepat diketahui oleh keluarga.

Ali Akbar, paman korban menyebutkan bahwa M. Yunus, merupakan anak yang pendiam dan tertutup setelah tamat kursus komputer. Namun, setelah temat kulian M. Yunus murung diri dan kurang bergaul dengan teman sebaya. Karena M. Yunus merasa minder karena belum memiliki pekerjaan. 

"Setelah selesai kursus komputer, barulah ada perlakuan yang berbeda dari M Yunus. M. Yunus menyebutkan bahwa dirinya sering ketakuta saat melihat gelap dan sering ada yang mengejar," ujarnya.

Ia melanjutkan kondisi tersebutlah yang membuat M Yunus selalu murung dan banyak diam. Melihat kondisi tersebut karena terlalu sering berhalusinasi akhirnya M Yunus dibawa berobat ke Rumah Sakit Puti Bunsu Sawahan, Kota Padang. "Yunus memakan obat rutian selama sebulan," ujarnya.

Sekanjutnya, dalam proses memakan obat tersebut tidak ada perubahan akhirnya M Yunus di bawa ke Pakan Baru untuk berobat tradisional dengan cara di rukyah. Sewaktu menginap di hotel M Yunus mencoba malakukan bunuh diri dengan menggunakan ikat pinggang. "Karena kita ada disana dan masih dalam pengawasa bersama sehingga nyawa M Yunus dapat tertolong," sebutnya.

Ia melanjutkan bahwa, peristiwa kali ini dilakukan M Yunus dengan tidak terduga karena sebelumnya M Yunus bermain dengan ponakannya. Setelah itu M Yunus menghilang dan didapati sedang sudah tiada. "Pertamakali menemukan adalah Saribanun ibunya M Yunus," ujarnya.

Kapolres Sawahlunto, AKBP. Riyadi Nugroho melalui Polsek Sawahlunto, AKP. Gusriadi, menyebutkan bahwa sewaktu polisi satang kerumah korban, tali gantungan sikorban telah diputus oleh kakak Korban bernama Fatmawati. "Kita datangkan dokter untuk melakukam fisum. Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan kami dan akan segera diperiksa lebih lanjut," ujarnya.

Tuesday, February 7, 2017

Butuh Rehap Pagar dan WC Sekolah

Siswa Kelas V SDN 12 Santur Belajar Kelompok
Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, Sumatera Barat masih membutuhkan WC. Sekolah yang terdiri dari enam rombel tersebut hanya memiliki satu WC bersama. Akibatnya kebersihan murid terganggu karena belum memiliki wc tambahan.

"Sekolah kita hanya memiliki satu WC untuk bersama. Sehingga belum efektif manfaatnya, dibandingkan dengan jumlah anak di sekolah sebanyak 85 orang murid. Maka, WC tersebut anak-anak harus antri untuk memafaatkannya dan terkadang berebutan," Ujar Rita Minja Tata Usaha Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kepada Penulis Rabu, 4 Januari 2017.

Ia menyebutkan bahwa disamping kekurangan WC, pagar pekarangan sekolah juga perlu pembenahan dan perbaikan karena telah tua dan rusak. Sebab, semenjak pagar pekarangan sekolah tersebut dibangun belum pernah pagar tersebut renovasi. 

"Tahun ini kita akan ajukan kepada pemerintah untuk menganggarkan pembangunan pagar pekarangan sekolah dan wc. Sehingga fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan dengan baik dan sekolah pun menjadi sehat karena didukung oleh fasilitas yang memadai. Kita akan sampaikan pada Rakernas mendatang, terkait pembangunan pagar sekolah dan wc," Katanya.

Ia melanjutkan bahwa sarana pendukung lain menunjang proses belajar murid telah terpenuhi seperti perpustakaan. Meskipun demikian perpustakaan dimiliki pun masih kekurangan rak-rak buku. Sebab buku bacaan dan buku pelajaran yang dimikili sekolah banyak, sehingga pemumpuk pada rak-rak buku.

"Terkadang anak-anak mengambil buku pada rak-rak tersebut sering terjatuh bukunya. Karena buku tersebut berhimpitan dan menumpuk, maka dari itu menyulitkan pula bagi anak untuk mencarikan buku bacaannya. Sebab rak rak buku masih kurang sehingga buku tersebut bercampur," terangnya.

Kemudian, lanjut dia, SDN 12 telah menerapkan kurikukum 2013, selama tiga tahun berlangsung. Sehingga SDN12 telah menamatkan dua tahun siswa. "Untuk buku bacaan dan buku materi siswa telah tersedia dari pusat, termasuk buku pegangan guru. kemudian, untuk menambah pengetahuan guru dan materi maka guru memberi diluar," katanya.

Ia mengaku untuk penerapan kurikulum 2013 dalam proses belajar dan pendidikan siswa tidak ada kendala. Namun pekerjaan guru lebih padat dibandingkan dengan kurikulum 2006. "Kurikulum 2013 ini menuntun murid agar lebih aktif belajar dan tidak hanya mengandalkan apa yang disampaikan. Deskripsi untuk menilai murid sesuai dengan kempuan belajarnya secara akademis bahkan tampak pada etitutnya. Kurikulum 2013 ini diskripsi cara penilaian murid banyak jenisnya, sehingga penilaian murid menjadi lebih padat dibandingkan kurikulum KTSP 2006," akunya.

Saturday, February 4, 2017

Penderita DBD Sawahlunto Bertambah

Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat terus bertamabah menjadi 32 orang pasien anak-anak. Sementara 3 orang pasien lain merupakan pasien dewasa, 2 sudah pulang dan 1 orang pasien masih dirawat. 5 orang pasien anak-anak masih di rawat dan 27 pasien lainnya dinyatakan pulang. 


"Dari 32 pasien DBD anak-anak, 27 diantaranya sudah pulang dan dinyatakan sembuh, 5 pasien yang masih dirawat. Sedangkan 3 pasien DBD dewasa, 2 sudah pulang dan 1 orang masih dirawat," ujar Handriagus Yusa, Kasi Pemasaran dan Humas, RSUD Sawahlunto, kepada Penulis, Rabu, 1 Februari 2017.

Ia mengatakan bahwa selah diagnosa masien dinyatakan DBD, maka penanganagan terhadap pasien pengobatan, kelambu supaya tidak menyebar ke pasien yang lain. Sebab, penyebaran DBD melalui gihitan nyamuk makanya setiap pasien pasang kelambu.

"Pihak rumah sakit juga memberikan edukasi terhadap keluarga pasien untuk menjaga kbersihan. Semua pasien DBD yang masuk, pengobatan dan perawatan dapat ditangani RSUD Sawahlunto tanpa merujuk.  Selain pasien rujukan dari puskesmas,  penderita DBD langsung berobat ke rumah sakit," katanya.

Ambun Kadri, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto menyebutkan bahwa pasien menderita DBD bertambah. Penyebab pastinya demam berdarah atau DBD tidak dapat dipastikan secara persis. Namun yang bisa dilakukan pencegahan ketika ditemukan penderita, dengan fogging dan pemeriksaan jentik di lingkungan penderita, sekaligus memastikan sumber DBD.

"Kita telah melakukan langkah antisipasi dengan fogging atau pengasapan di tempat yang kemungkinan tumbuh dan berkembang jentik nyamuk. Selain itu, melakukan pemeriksaan jentik nyamuk dan tindakan bersih-bersih," katanya.


Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pasien merupakan anak-anak dan tersebar di empat kecamatan di Kota Sawahlunto. Untuk langkah antisipasi tersebut telah dilakukan pengasapan melalui koordinasi dengan puskesmas dan Desa.

"Pengasapan tersebut harus dilakukan goro terlebih dahulu, sehingga jentik dan air tergenang yanh menjadi sarang nyamuk bisa mati. Makanya, kita melakukan koordinasi dengan puskesmas, kemudian pihak puskesmas melakukan peninjauan lokasi rumah. Maka, apabila terdapat jentik maka disarankan untuk membersihkan air bergenang kemudian dilakukan pengasapan," ujarnya.

Ia mengaku fogging tersebut telah dilakukan dibeberapa desa dan kelurahan sesuai dengan permintaan masyarat. Karena tanpa adanya permintaan dari masyarakat maka fogging tidak dapat dilakukan dengan alasan bahwa sebelum fogging dilakukan harus goro terlebih dahulu. Karena fongging merupakan bahan kimia dan memiliki efek samping. 

"Kalau tidak giro dikawatirkan jentik pada air yang tergenang tidak akan mati. Maka, harus dikeringkan terlebihdahulu tempat atau wadah genangan air, barulah kemudian fogging, agar jentiknya bisa mati," paparnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk fogging tersebut menggunakan aggaran rutin, dana kewaspadaan. Besok (kamis 2/1) akan dilakukan fogging di Sikalang dan Kampung Teleng. "kita menghimbai agar masyarakat selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, tidak membiarkan air tergenang dan rutin membersihkan bak mandi. Langkah-langkah tersebut merupakan cara mencegah penyakit demam berdarah yang sederhana namun terbukti ampuh dan efektif," ujarnya.