Showing posts with label Sawahlunto Buka Peluang Investasi Properti. Show all posts
Showing posts with label Sawahlunto Buka Peluang Investasi Properti. Show all posts

Wednesday, February 28, 2018

Investasi Sawahlunto Capai Rp39 Miliar

Sebanyak 1093 perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Sawahlunto tahun 2017. Kemudian Surat Izin Usaha Pertambangan (SIUP) sebanyak 165 dan tanda daftar perusahaan (TDP) 147. Kemudian izin-izin di bidang kesehatan dan IMB dengan volume perizinan yang telah di terbitkan. Selanjutnya volume perizinan telah banyak di bidang properti untuk investasi di kota Sawahlunto tahun 2017. 

"Saat ini investasi yang banyak diminati kota Sawahlunto adalah investasi properti. Ada empat perizinan properti yang diterbitkan pada tahun 2017. Kemudian ada dua perizinan lagi yang masih berproses karena masuk pada bulan Desember lalu," ujar Dwi Darmawati, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP dan TK) Sawahlunto kepada Penulis Kamis, 22 Februari 2018. 

Ia menyebutkan bahwa sebanyak 101 jenis perizinan dan non perizinan yang ada kota Sawahlunto. Kemudian, target yang ditetapkan oleh pemerintah kota Sawahlunto Rp 29 miliar investasi dan terealisasi sebanyak Rp 39 miliar investasi selama tahun 2017. Di tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp 27 miliar dan turun dari tahun sebelumnya.

"Sebab, melihat kondisi yang ada di kota Sawahlunto melihat ritmenya tidak memungkinkan target sebebsar Rp32 miliar. Makanya, dirutunkan menjadi Rp27 miliar tahun 2018 karena tidak memungkinkan untuk mencapai target yang tinggi tersebut. Kemudian, kalau dimungkinkan untuk mencapai target maka dilakukan revisi. Namun provinsi menargetkan sebesar Rp 32 miliar dan kita akan berusaha untuk mencapai target tersebut," tuturnya. 

Ia menyebutkan bahwa sekaitan beralihnya sektor investasi di Sawahlunto pada properti setelah batubara tak lagi booming. Pemerintah kota Sawahlunto tidak cukup bahan untuk menjual dan ekspos Sawahlunto karena terkendala Fisibility Study (FS) atau studi kelayakan.

"Kita belum dimilikinya fisibility study atau studi kelayakan investasi membuat Pemerintah Kota Sawahlunto belum berani "menjual daerah" pada calon investor. Biasanya, calon investor akan menjadikan dokumen fisibility study (FS) tersebut sebagai dasar analisa untuk membuat keputusan berinvestasi di suatu daerah," tuturnya. 


Kemudian kata dia, usaha untuk menyusun peluang investasi karena telah dilakukan karena belum ada yang berminat. Kemudian, untuk menjual ke pihak investor mereka menanyakan studi kelayakan, sehingga menjadi kendala kita untuk menjual ke investor.

"Peluang-peluang investasi kita sudah ada Fisibility Study (FS) nya di Kandih yakni Wahana Wisata Sawahlunto (WWS) dan akan di serahkan ke provinsi. Jika provinsi akan melakukan promosi investasi yang ada di sumbar maka Sawahlunto diikutkan. Sebab, jika kita sendiri yang melakukan promosi tidak akan tercapai karena biaya promosi yang tinggi," katanya

Thursday, November 9, 2017

Sawahlunto Buka Peluang Investasi Properti

Sektor investasi di Sawahlunto, Sumatera Barat, mulai beralih ke properti setelah batubara tak lagi booming. Pemerintah kota Sawahlunto tidak cukup bahan untuk menjual dan ekspos Sawahlunto karena terkendala Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Sementara pemerintah Sumatera Barat pun mentargetkan penerimaan dari penanaman modal kota Sawahlunto tahun 2017 sebesar Rp29 miliar. 

"Sampai sekarang, realisasi pendapatan dari perizinan sudah mencapai Rp19 miliar. Kita berharap menjelang berakhir 2017, ada lagi investor yang berinvestasi di daerah ini. Namun, untuk mencapai target yang ditetapkan belum bisa tercapai dan kita akan terus berusaha semampunya," ujar Dwi Darmawati, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Rabu, 8 November 2017. 

Ia mengatakan bahwa belum dimilikinya feasibility study atau studi kelayakan investasi membuat Pemerintah Kota Sawahlunto belum berani "menjual daerah" pada calon investor. Biasanya, calon investor akan menjadikan dokumen fisibility study tersebut sebagai dasar analisa untuk membuat keputusan berinvestasi di suatu daerah.

"Kita belum ada mendia untuk menyusun peluang investasi karena anggarannya terlalu besar. Disamping itu, perubahan kantor menjadi dinas sehingga support dana pun masih relatif kecil untuk pengurusan studi kelayakan. Kemudian, untuk menjual ke pihak investor mereka menanyakan studi kelayakan, sehingga menjadi kendala kita untuk menjual ke investor," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa di tahun 2018 akan diajukan pada pemerintah provinsi untuk menyusun feasibility study investasi Sawahlunto. Kalau pun selama ini ada calon investor yang pernah datang di kota ini, tetapi kemudian tidak pernah kembali lagi.

"Kita memaklumi dengan pemikiran ivestor karena tidak mendapatkan dokumen studi kelayakan untuk bahan pertimbangan berinvestasi di daerah ini. Bahkan, calon investor pun juga langsung meminta feasilibility study tersebut. Kita berharap dalam penyusunan Fisibility study dibantu provinsi dan Feasibility study pun harus disusun konsultan yang sudah punya sertifikasi pula," tuturnya. 

Ia menambahkan bahwa sejalan diadakan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Gelar Potensi dan Temu Usaha di Haris Hotel Batam Center, Kota Sawahlunto ambil bagian. Bahkan, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf akan mengekspos tentang investasi di Kawasan Kandi. Banyak upaya yang dilakukan untuk menarik investor untuk berinvestasi di Sawahlunto melalui iven ekspos. 

"Kita diberikan kesempatan untuk ekspos Sawahlunto berbagai iven yang diikuti untuk gelar potensi dan gelar usaha. Diharapkan melalui ekspos ini akan banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Sawahlunto. Saat ini tran investasi ke Sawahlunto adalah bidang properti," tambahnya.