Showing posts with label SimFes 2017. Show all posts
Showing posts with label SimFes 2017. Show all posts

Friday, November 3, 2017

SIMFes 2017 Diikuti 11 Musisi Internasional dan Nasional di gelar di Lapangan Segitiga

Sebanyak 11 musisi internasional dan nasional akan tampil di Sawahlunto Internasional Musik Festival (SIMFes) 2017 ke 8 bertajuk Fullmoon Herirtage Wonderland. Tema ini memberikan ke unikan tersendiri pada pagelaran musik dunia yang digelar dua hari di alun-alun Lapangan Segitiga. Termasuk tema warna SIMFes yang lebih biru muda menandakan tren musik hari ini dikalangan anak muda. 

"Besok (Sabtu, red) SIMFes 2017 di mulai pegelarannya yang memberikan sensasi musik blus, musik jaz, tradisi yang ditampilkan oleh musisi pada Sabtu malam. SIMFes tahun ini memberi sensasi beda dari tahun lalu, selain menikmati pagelaran musik etnik dunia, juga menyuguhkan fenomena alam bulan purnama terbesar di tahun 2017," ujar Efriyanto Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sawahlunto, kepada Penulis Jumat, 3 November 2017 di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto. 

Ia mengatakan bahwa Musisi yang akan tampil selama SIMFes berlangsung adalah musisi Adien Fazmail dan Angela Lopez dari Spanyol, The Cigarman Blues (Indonesia), Jesse Larson (USA), Renda Pangestu on, Diskopantera (Indonesia), Daood Debu (Turki), Lalang (Indonesia), Sisir Tanah (Indonesia), Hatoto (Indonesia dan Sawahlunto New Ansamble (Sawahlunto). 

"Jesse Larson musisi dari Colorado Amerika Serikat ini akan tampil dengan alat musik Marimba berkhas Zimbabwe. Sedangkan Daood Debu, musisi dari Turki ini penabuh alat musik Darbuka yang dikenal dengan group beraliran Sufi. Selain itu, Angela Lopez, perempuan asal Spanyol akan menunjukan kepiawaiannya sebagai pianis, yang juga seorang penyanyi dan penari," katanya. 

Ali Yusuf Walikota Sawahlunto menambahkan bahwa SIMFes 2016 lalu dengan menonjulkan musik country, namun SIMFes 2017 menonjolkan musik jazz. Sehingga komitmen pemerintah kota untuk tetap melanjutkan pergelaran SIMFes dengan menumbuhkan inovasi-inovasi baru, sehingga memberikan warna tersendiri di setiap iven ini.

"Iven Pemerintah Kota Sawahlunto ini, dimulai SIMFes sekarang melibatkan iven organizer sehingga lebih berkelas dan profesional, tidak hanya bersifat kedaerah tetapi juga intenasional sesuai maksud dan tujuannnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sawahlunto," katanya. 

Wednesday, November 1, 2017

SimFes 2017 Dimeriahkan Sisir Tanah Yogyakarta dan Musisi Dunia

Sawahlunto International Musik Festival (SimFes) 2017 pada hari Sabtu-Minggu, 4-5 November 2017 mendatang akan dimeriahkan oleh Sisir Tanah Yogyakarta. Sisir Tanah merupakan proyek musik asal Bantul - Yogyakarta yang didirikan tahun 2010. Sisir Tanah dibuat untuk mewadahi karya-karya Bagus Dwi Danto. Lagu-lagu Sisir Tanah berawal dari catatan-catatan yang ditulis Bagus Dwi Danto sebelum maupun sesudah tahun 2010. 

"Setiap catatan adalah perasaan-perasaan yang tersusun dari berbagai watak. Ada optimisme, sarkasme, humor, kegembiraaan, kekecewaan, dan juga kemarahan. Sejumlah lagu bicara soal-soal personal, beberapa lainnya berisi kritik sosial. Dalam rentang tema yang luas itu, benang merah yang menghubungkan pesan dalam lagu-lagu Sisir Tanah adalah cinta dan damai," ujar Syukri, Kasi Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Kepariwisataan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Selasa, 31 Oktober 2017. 

Ia menyebutkan bahwa nama Sisir Tanah diambil dari nama perkakas pertanian yang biasa dipakai untuk mengolah tanah, yakni garu. Bagi petani, garu berfungsi menghancurkan bongkahan tanah dan menggemburkannya sebelum ditanami. Sisir Tanah adalah padanan bahasa Indonesia untuk garu. 

"Setiap tahun SimFes selalu ditunggu dan dipadati pengunjung, khususnya pecinta musik etnik dalam dan luar negeri. Berbagai pengisi acara dari dalam dan luar negeri juga siap unjuk gigi di even yang sudah kali ke-8 diselenggarakan," katanya. 


"SimFes 2017 bertemakan “Fullmoon Heritage Wonderland” yang akan berikan sensasi lain untuk di nikmati pagelaran musik berlangsung. Sebab, selain sebagai pertunjukan musik etnik dunia, iven ini juga disuguhkan fenomena alam bulan purnama terbesar di tahun 2017," tambahnya. 

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan pendukung lain dalam rangkaian SimFes 2017 Transfer Knowledge dengan materi Songket Silungkang. Songket akan mendapat seseion khusus untuk di presentasikan di stage selain juga akan ada both khusus Songket.  

"Workshop perkusi oleh Baood Debu, alat musik khas Turki yaitu Darabuka, juga akan ada workshop musik Flamenco khas Spanyol. Perserta workshop diikuti oleh masyarakat umum termasuk peserta," tuturnya. 

Selain itu, rangkaian SimFes 2017 pada tanggal 4-5 November ini akan ada Aksi Kampanye Bebas sampah "zero waste". Kegiatan ini juga menjadi content unik di SimFes, dengan melibatkan siswa dan siswi SLTP gabungan se sawahlunto sebagai Pilot Project. 

"Kegiatan ini dilatarbelakangi mendukung program piala ADIPURA sekaligus meningkatkan kesadaran pengunjung Pasca event untuk tidak meninggalkan sampah di lokasi acara," katanya. 

Thursday, October 19, 2017

SIMFes 2017 Kembali Digelar Tetap Mempertahankan Etnik Musik Dunia

Sawahlunto International Musik Festival (SIMFes) 2017 kembali di gelar di Sawahlunto. SIMFes merupakan agenda rutin dan agenda ikon untuk ivent tahunan di Sawahlunto. SIMFes tetap mempertahankan etnik musik Dunia sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat di seluruh Dunia. Sawahlunto memiliki cita-cita besar sesungguhnya yakni 'dari Sawahlunto untuk Dunia' dalam mempertahankan musik etnik. SIMFes 2017 merupakan ke 8 yang akan di gelar pada tanggal 4 dan 5 November yang berlokasi di taman lapangan Segitiga Sawahlunto. 

"SIMFes 2017 ini dengan tema "Fullmoon Heritage Wonderland". Kenapa diambil tema fullmoon sebab, berdasarkan ilmu astronomi dari tanggal 3 November merupakan bulan purnama terbesar dan terpenuh sepanjang tahun 2017, makanya mengambil tema berdasarkan nilai keunikannya heritage Wonderland, yakni kota Pusaka peninggalan sejarah yang menjadi tema tahun ini," ujar Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kepada Penulis Selasa, 17 Oktober 2017. 

Ia menyebutkan bahwa kegiatan SIMFes akan dimeriahkan oleh musisi International, Musisi Nasional dan musisi lokal. Kemudian negara yang akan berpartisipasi dan telah konfirmasi sampai dengan kondisi saat ini ada tiga negara, yaitu musisi asal Zimbabwe musisi asal Turki dan musisi asal Spanyol. 

"Konfirmasi jumlah personil belum ada karena konfirmasi group masih dengan ivent organizer (IO), khusus untuk kegiatan SIMFes," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa SIMFes 2017 merupakan ke 8 dan menjadi pembeda dari tahun sebelumnya terutama dari segi tema yang dipilih. Kemudian jenis jendre musik yang ditampilkan adalah jendre musik "Folk Etnik" (lebih kepada jez). Kemudian yang ditawarkan tahun ini adalah dalam konsep penyajian acara SIMFes 2017. 

"Sesungguhnya kita menginginkan SIMFes ini untuk pasar Internasional tanpa mengabaikan warga Sawahlunto agar dapat menikmati. Artinya SIMFes dikemas dalam konsep "Ol Indi One Destination", kemudian dengan tempat kuliner yang lebih nyaman sehingga acara dilaksanakan pada siang hingga malam hari," sebutnya. 

Kemudian lanjut Efriyanto, pada siang hari di isi dengan kegiatan pembekalan dan sarasehan musik bagi masing-masing musisi. Sehingga ada nilai edukasi yang dapat diambil dari kegiatan SIMFes, tidak hanya semata hiburan. Kemudian konsep SIMFes 2017 bukan hanya ivent intertain saja tetapi adalah ivent yang mempunyai muatan khusus. 

"Semenjak SIMFes pertamakali diadakan hingga SIMFes ke 8 adalah muatan bagaimana kita memberikan apresiasi terhadap musik-musik etnik yang ada di Dunia. Salah satu bentuk apresiasi itu adalah digelar festival dan ivent. Sehingga etnik musik Dunia ini tetap di nikmati oleh masyarakat di seluruh Dunia. Jadi, kita memiliki cita-cita besar sesungguhnya yakni 'dari Sawahlunto untuk Dunia'," lanjutnya. 

Ia mengaku bahwa hal inilah yang di usung SIMFes sesungguhnya sejak awal SIMFes itu ada. Maka penyelenggaraan SIMFes tetap bertahan dengan konsep Internasional, tidak hanya mempertahankan musik etnik lokal saja, tetapi ada tiga kelompok musik yakni Internasional, Nasional dan Lokal. 

"SIMFes 2017 ini penyelenggaraannya dari APBD kota Sawahlunto sekitar Rp300 juta, kemudian pihak sponsor bantuan dari luar yang dikelola oleh Ivent Organizer," katanya