Showing posts with label Subuh Berjamaah. Show all posts
Showing posts with label Subuh Berjamaah. Show all posts

Saturday, June 17, 2017

Siapkan Generasi Beriman dan Bertaqwa dengan Membaca Alquran

Setiap orang memiliki sifat takut. Takut dengan hari balasan di Yaumil Mahsyar setelah hari berbangkit. Takut meninggalkan generasi yang lemah sesudahnya. 

Laporan: Julnadi Inderapura, Sawahlunto

Rabu, 14 Juni 2017 sore ba'da shalat Ashar, langit kota Sawahlunto cerah. Jarum jam menunjukan pukul 17.00, sesuai kesepakatan berkumpul di rumah dinas Walikota, untuk bersiap berkumpul berangkat memenuhi undangan bebuka bersama dengan masyarakat Dusun Sungai Cocang, Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. 

Perjalan menuju Desa Silungkang Oso menempuh pendakian dilerang perbukitan. Panorama dan pemandangan indah dari puncak Microwave dikenal oleh masyarakat setempat menjadi objek wisata baru yang diperhitungkan. Diperjalanan, Ali Yusuf berhenti dan turun dari mobil di persimpangan jalan menelusuri jalan bendes melihat kondisi masyarakat yang terpencil.

Ali Yusuf, menelusuri jalan bandes tersebut dengan meminjam kendaraan roda dua miliki warga yang dicegat dari jalan. Sebab, jalan bandes yang berukuran kecil dan tidak bisa di lewati oleh kendaraan roda empat. Ali Yusuf pun blusukan ke rumah warga miskin dan berjanji akan membedah rumah warga melalui Baznas.

Usai berdialog dengan warga Ali Yusuf melanjutkan perjalanan menuju masjid Jihad, Dusun Sungai Cocang, yang menjadi tujuan utama berbuka di masjid Jihad. Warga berduyun-duyung datang ke masjid membawa perbukaan. Sebagian yang lain masih berdiri di halaman masjid menunggu kedatangan Ali Yusuf. Orang-orang datang telah resah karena menganggap Ali Yusuf nyasar karena menelusuri jalan beton yang kecil tersebut.

Waktu berbuka telah masuk, Ali Yusuf sampai di masjid dan langsung mengambil wudu. Usai berbuka puasa dilanjutkan dengan shalat maghrib dan makan bersama dengan masyarakat. Ali Yusuf makan bersama dengan anak-anak dengan nasi sungkus satu bertiga. Ali Yusuf berganti lauk pauh dengan anak-anak pada saat makan bersama tersebut dengan penuh keceriaan dan keakraban.

Usai makan bersama sebelum waktu shalat Isya masuk, pengurus masjid langsung mengambil alih pengeras ruasa. Sambutan dan ucapan terimakasih atas kedatangan walikota pun disampaikan. Pada kesempatan itupula Ali Yusuf diberikan kesempatan memberikan sepatah kata kepada warga dan jemaah yang hadir. Memulai pembicaraannya Ali Yusuf menantang jemaah untuk membaca quran untuk menguji sejauh mana keseriusan masyarakat membaca quran. 

Siapa saja yang membaca quran akan dengan baik dan benar diberikan hadiah berupa Quran dan Terjemaah serta bonus uang jajan. Maka, dengan berani dan penuh percaya diri ada beberapa jemaah yang ingin melantunkan ayat suci quran di hadapan jemaah yang lain. Orang tua dan anak-anak pun ikut mengaji beberapa ayat dihadapat jemaah yang lain. Usai pembacaan quran hadiah di temima langsung oleh jemaah.

Ali Yusuf Walikota Sawahlunto, pada kesempatan tersebut tidak lupa mengajak dan menghimbau masyarakatnya untuk selalu menyukseskan program pemerintah, yakni magrib mengaji, satu jam matikan tivi dan sahalat subuh berjemaah. Sehingga masyarakat kota Sawahlunto menjadi masyarakat yang beriman dan bertaqwa.

Ia menyebutkan bahwa jika masyarakat kota Sawahlunto tidak lagi membaca al quran dan mendirikan shalat maka orang yang pertama masuk neraka adalah Ali Yusuf sebagai pimpinan. Kemudian sesudah itu yang akan masuk neraka adalah camat, Desa/lurah, dusun dan para orang tua yang tidak mengayomi anak-anak mereka untuk berbaik kebaikan dengan mendirikan shalat dan membaca quran. Karena tidak mengajak dan menghimbau masyarakatnya untuk berbuat kebaikan, serta meninggalkan kegerasi yang lemah. Sebab, Allah berfirman dalam Al quran surat Annisa ayat 9.

"Dan hendaklah takut (Kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar" (Q:4:Anisa,9).

Menurut Ali Yusuf, Keadaan lemah yang dimaksud dalam quran susrat Annisa ayat 9 tersebut ada tiga perkara, yakni lemah Iman, lemah ilmu pengetahuan dan lemah secara finansial. Maka, seorang yang memiliki iman yang lemah tidak bisa beribadah mendirikan shalat, membaca al quran dengan baik dan sempurna. Kemudian, untuk mencapai kesempuraan tersebut dalam menjalankan ibadah dan kemantapan iman orang mukmin harus dengan ilmu. Selanjutnya, Ilmu tidak bisa tercapai dan tidak bisa didapat apabila ekonomi lemah atau tidak sehat. 

"Maka dari itu, pemerintah mengajak dan menghimbau masyarakat Dusun Cocang, Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto untuk membaca Al quran dan mendirikan shalat lima waktu. Sehingga program magrib mengaji dan subuh berjemaah merupakan langkah untuk menciptakan masyarakat yang religuis, kuat iman dan ketaqwaannya kepada Allah SWT," ujar ayah tiga orang anak ini.

Ia menyebutkan bahwa untuk menjadikan masyarakat yang religius tersebut sebagai benteng diri meningkatkan keimanan maka pemerintah kota memprogramkan subuh berjemaah, sebagaimana Allah berfirman dalam quran Surat Al Isra': 17 ayat 78 artinya:

"Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) subuh. Sungguh shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)," (Quran:17: Al Isra' ayat 78).

Sehingga berdasarkan firman Allah SWT sebagai dasar dan pedoman perintah shalat subuh berjemaah dan maghrib mengaji. Tujuannya adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

"Al quran menuntun kita menjadi pedoman hidup dunia dan akhirat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Maka, pemerintah kota selalu mengajak dan menghimbau masyarakat dan generasi muda Sawahlunto bisa membaca Al quran dengan baik dan benar. Maka, dari itu untuk menyiapkan generasi yang gemar membaca quran, pemerintah kota membuat kebijakan menjadikan SMPN 2 Sawahlunto menjadi sekolah unggul. Unggunya adalah tamatan SMPN2 ini nanti bisa menghafal 9 juz quran dan toefl bahasa inggris 400," katanya.

Ali Yusuf menerangkan bahwa semangat membaca quran dapat mencegah penyakit hati, yakni iri hati, dengki, sifat sombong dan sifat buruk lainnya. Kemudian dengan banyak membaca quran juga akan memberikan manfaat untuk ketenangan jiwa serta meningkatkan keimanan. Maka dari itu, jika iman dan taqwa telah mantap dan akan menjadi pakaian setiap pribadi muslim, khususnya warga Sawahlunto dan gerasi penerus untuk menjawab tantangan di masa mendatang. 

"Sehingga kedepan, terwujudnya kota wisata tambang berbudaya pada tahun 2020, maka akan banyak wisatawan yang akan berkunjung dengan membawa pengaruh budaya asing. Maka, apa pun pengaruh budaya asing yang akan masuk dapat teratasi oleh gerasi muda kita, karena iman dan taqwa menjadi "pakaian" harianya yang melekat pada diri. Maka, inilah yang kita persiapkan untuk menjawab tantangan kedepan mewujudkan masyarakat yang religius," paparnya.*

Thursday, March 2, 2017

Mengintip Aktivitas Walikota Sawahlunto Ali Yusuf

Safari Subuh, Jemput Aspirasi Masyarakat

Laporan: Julnadi Inderapura, Sawahlunto

Banyak cara dilakukan kepala daerah guna menjemput aspirasi warga, begitu pulalah yang dilakukan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf. Sejak beberapa waktu belakangan, dia mengintensifkan program safari subuh.

Ali Yusuf Baca Al quran dalam mobil Dinas 
Jumat, 24 Februari 2017 sepertiga malam sebelum merah fajar mewarnai lagit Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Malam yang dingin serta kabut tebal menyelimuti kota arang di kelilingi bukit. Bias cahaya lampu jalan yang memudar dibaluti kabut. Aktivitas rumah Dinas Walikota telah mulai lampu ruangan rumah dinas telah menyala. Pintu masuk ruangan tamu pun telah dibuka sebidang. 

Sementara petugas jaga malam rumah dinas telah terkantuk. Pada ujung pagi yang lembab itu pula Ali Yusuf Walikota Sawahlunto keluar ruangan telah memakai baju gamis putih dengan wajah yang basah oleh air wudu dan kitab suci al quran ditangannya. Menjelang fajar terbit, Ali Yusuf bersiap diri untuk ke masjid, bersafari menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid. Shalat subuh berjamaah merupakan program kota mewujudkan masyarakat Sawahlunto religius. 

Sebagamana visi kota yang tertuang dalam RPJMD 2013-2018 terwujudnya masyarakat kota Sawahlunto yang produktif, mandiri, religius, sejahtera dan pemerintah yang melayani. Maka shalat subuh berjamaah itu di launching dan di resmikan pada tanggal 1 Muharram 1438 H.

Sebagai flowup dari subuh berjaah itu setelah dilanuching maka dibentuk empat tim safari meninjau seluruh masjid yang ada di kota Sawahlunto. Tujuannya untuk melihat sejauh mana kepedulian masyarakat melaksanakan shalat subuh berjemaah di masjid tanpa memberi tahu kepada masyarakat sebelumnya. Maka, tim tersebut berjalan sejak Rabu, 15 Februar 2017 lalu, untuk meninjau masjid dan mushala.

Subuh itu, mengikuti tim walikota bersafari gerakan subuh berjamaah ke Desa Taratak Bancah, Kecamatan Silungkang. Jarak tempuh dari kediaman walikota menuju Desa Taratak Bancah selama 30-dilewati hanya 20 menit saja karena diburu waktu. Sepanjang perjalanan Ali Yusuf, kelahiran Talawi Sawahlunto, 11 Mei 1970 ini membaca ayat suci al quran di dalam mobil dan membaca basmallah sebelum menaiki mobil.

Jalanan yang berliku dan berbukit serta tikungan yang tajam ditutupi kabut tidak menurunkan semangat untuk bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan shalat subuh berjamaah. Meskipun jurang yang dalam menunggu di bibir jalan yang sempit itu tidak mengurangi tekat Ali Yusuf dan niat iklas mengabdi untuk masyarakat. Baginya, shalat subuh berjemaah ini dimulai dari diri sendiri, kemudian orang tua, lalu orang tua mengajak anak mereka bersama-sama shalat berjamaah di masjid. 

Maka, sesampai di masjid Alhidayah Desa Taratak Bancah beduk subuh ditabuhkan dan menggema di lereng perbukitan, azan subuh dikumandangkan. Tidak ada sambutan atau pun acara seremoni semua yang datang ke masjid sama dengan tujuan yang sama pula. Kedatangan Ali Yusuf ke masjid Alhidayah menjadi biasa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada jemaah. 

Ali Yusuf ingin melihat sejauh mana kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap gerakan subuh berjamaah. Kemudian, bagaimana perangkat Desa atau Kelurahan sebagai pemerintah terendah mengajak masyarakat secara bersama-sama shalat berjamaah di masjid. Maka, jemaah yang datang pun heran karena walikota datang ke masjid mereka shalat subuh berjemaah.

Walikota menjadi makmum shalat subuh berjemaah yang diimami oleh imam masjid Alhidayah Taratak Bancah melaksanakan shalat Sujud Assajadah. Setelah zikir dan doa dilanjukan dengan ceramah agama oleh ustaz dari tim safari subuh walikota. Saat ceramah ustaz menerangkan bahwa janganlah kamu meninggalkan generasi yang lemah. 

Usai mendengarkan ceramah ustaz yang diakhiri salam, jemaah mulai membubarkan diri. Ali Yusuf di cegat salah seorang jemaah yang membawa buku catatan dengan tujuan agar Ali Yusuf mengagendakan datang safari ramadhan beberapa bulan mendatang. Kemaah yang lain pun datang menghampiri Ali Yusuf untuk berjabat tangan sebari menuju pintu keluar masjid.

Subuh masih gelap Ali Yusuf, mantan Ketua DPRD Sawahlunto, Sumatera Barat, ini berjalan santai bersama jemaah yang lain. Ayah tiga orang anak ini bersahaja dan mudah akrab dengan siapa saja termasuk masyatakatnya. Senyum, Salam, Sapa selalu terpancar di wajahnya sesuai dengan visi kota pemerintah melayani. Sehingga jemaah yang berdampingan berjalan sembari menikmati udara segar dan perjalanan pun terhenti di kedai kopi. 

Makan Gereng Pisang dan Ketan ditaburi
 kelapa yang telah dibarut,
mendengarkan aspirasi masyarakat
Menikmati pagi di sudut kampung dengan alam yang masih alami serta udara segar. Sembari menyantap goreng pisang hangat dan ketan ditaburi kelapa yang telah dibarut menjadi pelengkap pagi bersama masyarakat. Goreng pisang yang membuka selera adalah makanan tradisional dapat di jumpai di kota Arang ini. Sembari menikmati goreng pisang dan ketan Ali Yusuf mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Taratak Bancah. Masyarakat bertanya, Ali Yusuf menjawab, suasana itulah yang terjadi di kedai kopi milik warga setempat. 

Ada empat tim safari subuh berjamaah yang diturunkan yakni tim walikota, Ali Yusuf, Tim dua Wakil walikota, Ismed, tim tiga Sekda Rovanly Abdams dan tim empat asisten I, Dedi Ardona. Subuh berjamaah ini sejak di laucing telah diminati masyarakat kota Sawahlunto. Ada 7,7  persen jemaah yang melaksanakan shalat subuh berjemaah terdiri dari 48 masjid dengan jemaah rata-rata sebanyak 50 orang. Kemudian, 176 mushalla dengan rata-rata 10 jemaah yang melaksanakan shalat shubuh. 

Usai mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang menginkan pemerintahan kota untuk dapat membatu masyarakat pengadaan mesin pemecah kemiri beserta open untuk mengering kemiri. Sebab, Desa Taratak Bancah memiliki potensi dibidang perkebunan terutama kemiri. Walikota menampung aspirasi masyarakat tersebut dan akan diteruskan pada dinas pertanian.

Setelah sarapan bersama dan hari beranjak pagi, Ali Yusuf pun menuju pulang ke rumah. Perjalanan pulang, banyak masyarakat yang berdiri di pintu rumah mereka sembari tertegun melihat mobil dinas BA 1 J. Karena kedatangan walikota tidak ads pemberitahuan sebelumnya.

Sesampai di rumah walikota besiap untuk merangkat ke kantor menjalankan amanah dan pengabdian kepada negara. Pada pukul 10.00  Ali Yusuf ke Kota Padang, memenuhi undangan untuk Badan Intelijen Daerah sebagai pemateri pada pukul 14.00 usai shalat Jumat. Ali Yusuf memaparkan Konsep Musyawarah Nagari (Musri) Model Pendeteksian Dini dan Pencegahan Dini Konflik Solial dikota Sawahlunto. Pemaparan materi tersebut selama dua jam dan banyak dihujani pertanyaan karena ingin mengetahui lebih dalam penerapam musri di kota Sawahlunto.

Sepulang dari pemaparan materi Ali Yusuf pun tidak ingin meninggalkan hobinya. Ia main tenis di lapangan tenis Muaro, Padang, hingga maghrib. Usai shalat maghrib Ali Yusuf pun bercengkrama dan bersenda gurau bersama teman sama-sama hoby main tenis. Selanjutnya, usahai shalat isya dilanjutkan main bulu tangkis bersama orang nomor satu di Sumbar, Prof. Irwan Prayitno lapangan Kampus Azkia Padang. Permainan berlangsung sengit dan bersaing sehingga permainan dimenangkan oleh Gubernur. 

Ali Yusuf masih bersemangat dan enerjik melanjutkan permainan, namun karena jarum jam telah menunjukan pukul 21.30. Maka permainan pun tidak dilanjutkan mengarah pulang ke kota Sawahlunto sampai pukul 01.00 dini hari. Diperjalanan menuju pulang, ke Kota Tambang, Ali menyebutkan bahwa Rasullullah SAW tidur empat jam sehari semalam. 

"Saya tidur hanya empat jam dan banyak melakukan aktivitas. Alhamdullah saya diberikan kesehatan meskipun banyak melakukan pekerjaan dan berolah raga. Besok shalat subuh di kenagarian Kubang untuk bersafari dan hari Minggu shalat subuh di Desa Rantiah, Kecamatan Talawi," ujarnya.