Showing posts with label Pilkada. Show all posts
Showing posts with label Pilkada. Show all posts

Tuesday, January 9, 2018

Siapkan Destinasi Wisata Baru Sawahlunto Ali Yusuf-Ismed Berpasangan Lagi

Ribuan masa pendukung Ali Yusuf-Ismed hadiri Deklarasi calon walikota dan wakil walikota Sawahlunto periode 2018-2023. Deklarasi pencalonan walikota dan wakil walikota Sawahlunto diikuti Partai Politik pengusung. Ada lima Partai politik ikut mengusung Ali Yusuf-Ismed untuk maju pada pemilihan calon walikota dan wakil walikota Sawahlunto tahun 2018 yakni Partai Golkar memiliki 3 sebagai suara sah DPRD Sawahlunto, Kemudian PKPI memiliki 3 kursi, PKS ada 2 kursi, PKB dan Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo). Deklarasi pencalonan walikota dan wakil walikota Sawahlunto periode 2018-2023 di Lapangan Segitiga Sawahlunto, Senin, 8 Januari 2018. 

Ali Yusuf-Ismed menyebutkan bahwa pembangunan kota Sawahlunto akan terus dilanjutkan. Sehingga apa yang telah dilaksanakan pada kepemimpinan Ali Yusuf-Ismed akan tetap berlangsung. Program kota yang telah ada dan berjalan akan tetap dilaksanakan. Hal itu bertujuan demi kesejahteraan masyarakat Sawahlunto. Kemudian program magrib mengaji, budaya cokelat, pembangunan objek wisata terus akan dilaksanakan. 

Ali Yusuf - Ismed berkomitmen melanjutkan pembangunan yang merata dan dapat dirasakan oleh masyarakat Sawahlunto. Maka, untuk melanjutkan pembangunan perlu dukungan dan restu dari masyarakat kota Sawahlunto kepada putra terbaiknya. Kemudian, Sawahlunto akan menjadi kota terang benderang dan kerja sama dengan Korea. Pemerintah kota Sawahlunto melalui kepemimpinan Ali Yusuf-Ismed akan bekerja sama dengan Belanda untuk pengembangan sungai batang Lunto dijadikan distinasi wisata baru di Sawahlunto sebagi replika kota kecil Denhard. 

Komitmen untuk membangun kota Sawahlunto dimulai sejak pemerintah Amran Nur, kemudian dilanjutkan kepemimpinan Ali Yusuf-Ismed menjabat sebagai kepada daerah kota Sawahlunto. Maka, melanjutkan pembangunan yang ada sehingga Ali Yusuf-Ismed berkomitmen untuk maju melanjutkan pembangunan kota.

"Sebagai putra terbaik Sawahlunto Ali Yusuf - Ismed berkomitmen baju Pilkada Sawahlunto periode 2018-2023 untuk membangun Sawahlunto dimasa mendatang. Maka dari itulah dukungan dari seluruh warga Sawahlunto kepada Ali Yusuf - Ismed sehingga mampu untuk mengemban amanah melanjutkan pembangunan kota Sawahlunto mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ali Yusuf Walikota Sawahlunto, Sumatera Barat usai pelantikan dirinya sebagai ketua DPD Partai Golkar 2015-2020, dilapangan Segitiga Sawahlunto, Senin, 8 Januari 2018 oleh Hendra Iwan Rahim Ketua DPW Golkar Provinsi Sumatera. 

Sementara itu, Ismed Wakil Walikota Sawahlunto Sawahlunto menyebutkan bahwa pembangunan kota efektifnya adalah 3 tahun 8 bulan. Maka pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut akan tetap dilanjutkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga melalui dukungan dari masyarakat Sawahlunto, Ali Yusuf-Ismed berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan dan program yang telah di rancang, tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat Sawahlunto. 

"Dukungan dan partisipasi masyarakat Sawahlunto telah membuktikan pembangunan kota Sawahlunto berjalan dengan baik. Sehingga apa yang telah direncanakan dan diprogramkan dapat teralisai sehingga menjadi manfaat bagi masyarakat Sawahlunto. Maka, atas restu para kader partai politik, relawan, Komunitas, Paguyuban yang ada di Sawahlunto, serta majelis taklim, Ali Yusuf - Ismed kembali maju melanjutkan pembangunan," katanya

Alfi Sukri Ketua PKS sebagai ketua Tim Pemenang Ali Yusuf-Ismed Pilkada 2018 periode 2018-2023 menyerahkan berkas pencalonan Kepala Daerah pasangan calon walikota dan wakil walikota periode 2018-2023 kepada Afdhal Ketua KPU Sawahlunto. Penyerahan berkas pencalonan tersebut sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan oleh KPU Sawahlunto.

Afdhal, Ketua KPU Sawahlunto kemudian menyerahkan berkas paslon walikota dan wakil walikota Sawahlunto kepada tim pemeriksa dokumen yang diserahkan oleh partai pendukung dan paslon. Selanjutnya berkas tersebut selanjutnya akan dilakukan tahapan peneliti apakah barang tersebut ada atau tidak.

Afdhal, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto menyebutkan bahwa dalam penyambutan kegiatan paslon walikota dan wakil walikota Sawahlunto periode 2018-2023 secara khusus tidak menetapkan tema. Berdasarkan peraturan KPU no 3 tahun 2017 dan perubahan no 15 tahun 2017 tentang pencalonan. Penyambutan bakal calon walikota dan wakil walikota Sawahlunto yang akan mendaftar dengan menyerahkan berkas disambut dengan risiah carano.  Sebab, Pilkada Sawahlunto merupakan alek demokrasi dan harus di perlihatkan kepada masyarakat. 

"KPU Sawahlunto ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa KPU serius dalam hal menanti bakal calon yang akan mendaftar. Kegiatan penyambutan paslon walikota dan wakil walikota Sawahlunto periode 2018-2023, KPU Sawahlunto tetap memperlakukan bakal calon dengan sama," katanya. 

Ia mengatakan bahwa kegiatan penyambutan tersebut diharapkan dapat di percaya oleh seluruh calon beserta tim sukses dan simpatisan. Sehingga pesta demokrasi tersebut dapat telaksana dengan baik serta keseriusan KPU Sawahlunto sebagai penyelenggara pemilu. Kemudian, dalam hal mendaftra pasangan, calon hanya boleh didampingi oleh pengurus parpol yang mengusung, Ketua dan Sekretaris serta pengiring, total yang masuk ke ruangan 14 orang. Kemudian ditenda ada sebanyak 70 orang dipersiapkan untuk tim sukses dan simpatisan. Ditenda tersebut disediakan layar untuk melihat proses penyerahan berkas pencalonan serta sisanya menyesuaikan. 

"Untuk penyerahan paslon dimulai pada Senin dan selasa mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00, dan diingatkan paslon agar mentaati aturan sesuai jadwal. Kemudian pada Rabu penyerahan berkas paslon mulai pukul 08.00 hingga sampai jam 00.00 malam. Apabila melanggar ketentuan jam KPU tidak bisa menerima, kecuali ada keputusan dari Panwaslu," tuturnya. 

Sementara itu, kata dia, Skema yang telah ditetapkan oleh KPU mengikuti, paslon datang, dinanati dengan sirih dan carano oleh staf kpu yang berpakaian anak daro jo marapualaj, disambut dengan petatah petitih adat, di pintu masuk ditunggu komisioner, untuk menuju ruangan uatama. 

"Secara lisan dan sms, rombongan Ali Yusuf - Ismed datang pada Senin, 8 Januari 2018, Kemudian Selasa pukul 13.30, Fauzi Hasan- Dasrial Ery pada Selasa, 9 Januari 2018 pukul 15.00 serta, Deri Asta-Zohirin datang Rabu, 10 Januari 2018 pukul 15.00," katanya. 

Zawil Husaini Komisioner Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran, dimulai pada Seni- Rabu (8-10/1). Kemudian pada Kamis-Senin, 11-15 Januari 2018 cek kesehatan dalam hal ini KPa bekerjasama dengan IDI Sumbar, Himpunan Psikologi (Himsi) Sumbar dan BNN Sumbar. Hal tersebut telah di atur PKPU no 1 tahun 2017.

Saat mendaftar harus ada bakal paslon dan unsur parpol pendukung, pengurus. Pasal 39 angka 5 PKPU no 3 tahun 2017. Selanjutnya Incumben, surat bersedia cuti diluar tanggungan negara selama masa kampanye. Kalau anggota dewan surat bersedia mengundurkan diri, sk berhenti paling lambat 30 sebelum hari H. 

"Paslon walikota dan wakil walikota Sawahlunto periode 2018-2023 akan mengikuti tes kesehatan. Terkesehatan tersebut dibagi menjadi tiga poin kesehatan jasmani rohani, Psikologi, dan BNN. Kemudian untuk pengecekan kesehatan tersebut di Rumah sakit yang ditunjuk oleh IDI, Himsi dan BNN harus tipe A yakni RS Djamil," katanya

Monday, August 14, 2017

Parpol Demokrat Buka Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Pemilu Kada 2018

Koalisi Partai Demokrat-Partai PDI Perjuangan Segera Dideklarasikan

Erizal Ridwan, mendafatar Parpol Demokrat Sawahlunto
DPC Partai Demokrat Sawahlunto menutup pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota pilkada serentak 2018. Pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota dimulai pada tanggal 7-14 Agustus. Ada sebanyak 7 bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan partai Demokrat dari 9 bakal calon walikota dan wakil walikota yang mengambil formulir. 5 bakal calon walikota dan wakil walikota mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC partai Demokrat Sawahlunto. 

"Kita telah membukan pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota telah menjadwalkan yang telah tentukan DPC Partai Demokrat sejak 7 Agustus lalu dan berakhir hari ini 14 Agustus. Penjaringan bakal calon kepala derah mulai berakhir pada Agustus ini. Maka dari itu DPC Partai Demokrat membuka penjaringan calon walikota dan wakil walikota sesuai jadwal yang ditentukan," ujar Asrijal Ketua DPC Partai Demokrat Sawahlunto, kepada Penulis Senin, 14 Agustus 2017 di sekretariat DPC Partai Demokrat Sawahlunto jalan Stasiun Kereta Api no 1 Kota Sawahlunto. 

Ia menyebutkan bahwa penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota tersebut tidak menghilangkan esensi politik itu sendiri. Tim penjaringan bakal calon terus berupaya untuk menerima aspirasi tokoh masyarakat dan masukan figur bakal calon kepala daerah yang akan mereka usung. 

"Hak perogratif menggati kepala daerah adalah rakyat Sawahlunto. Partai politik Demokrat mengharapkan politik cerdas yang harus dijalankan dalam pemilu kada demi suksesnya permilu kada 2018. Kesuksesan parpol yang mengusung bakal calon dari pemilihan kepala daerah adalah kesuksesan masyarakat," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa cara politik yang santun dan tidak menyinggung paslon lain adalah komitmen partai Demokrat untuk sukses. Kader partai Demokrat bersemangat dan tidak memandang usia dan finansial untuk mencerdaskan perpolitikan masyarakat Sawahlunto. Sehingga wadah yang ada di sekretariat DPC Partai Demokrat menjadi wadah pembicaraan politik demi terciptanya pesta demokrasi 2018 mendatang. 

"Partai Demokrat Ikut serta menjadi kualisi dan menyukseskan perpolitikan di Sawahlunto, sehingga dibuka pendaftaran penjaringan paslon walikota pilkada mendatang. Hari ini ada lima bakal calon yang telah mendaftarkan diri dan akan mengembalikan formulir pendaftaran saat ini. Ada sembilan calon yang mengambil formulir pendaftaran namun hanya lima yang mengembalikan," ungkapnya. 

Ia melanjutkan bahwa jika bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran diluar kader partai politik DPC Partai Demokrat yang telah mengambil formulir dan tidak mengembalikan ke tim penjaringan, maka DPC Partai Demokrat tidak akan mengakomodir paslon tersebut dikemudian hari untuk berkoalisi. 

"Bagi yang telah mengambil formulir pendaftaran dan dikembalikan ke tim penjaringan maka tidak ada kriminalisasi terhadap seseorang dalam perpolitikan di Sawahlunto. Akan ada survei penjaringan oleh tim dan saat ini sedang berjalan kemudian hasilnya akan sampaikan secara terbuka dan transparan. Strategi masing-masing calon dan partai tentu ada untuk menyukseskan pesta demokrasi pemilu kada 2018 mendatang," katanya. 

Nursastra Wijaya Ketua Tim Penjaringan DPC Partai Demokrat menyebutkan bahwa Bakal calon walikota dan wakil walikota yang mengembalikan formulir pendaftaran ada sembilan orang yang mengambil formulir. Namun yang telah mengembalikan formulir pendaftaran ada sebanyak tujuh orang bakal calon yakni Susi Muhardini yang merupakan ASN, Deriasta Ketua DPD PAN Sawahlunto, Zhohirin Sayuti, Dasrial Eri, Ketua PDI Perjuangan, Erizal Ridwan Mantan Wakil Walikota Sawahlunto 2008-2013, Fauzi Hasan, dan Gannofahlis kader Partai Demokrat. 

"Ada Mendaftar namun belum mengembalikan formulir, Ismed Wakil Walikota Sawahlunto belum mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan ke Tim Penjaringan partai Demokrat. Kita masih tunggu sampai pukul 00.00 wib, jika tidak datang maka akan gugur, kecuali kader partai seperti Wedison akan diberikan kelonggaran karena ada kesibukan maka boleh mendaftar besok," katanya.

Gannoffahlis, Kader Partai Demokrat menyebutkan bahwa diharapkan koasili partai yang hadir saat ini sejatinya dimatangkan. Karena pertai koalisi ini dimatangkan belum namun sedang berjalan sesuai dengan proses yang ada. Berpedoman pada PDI Perjuangan memiliki dua kusri di lembaga DPRD Sawahlunto dan Demokrat juga memiliki dua kursi dan belum bisa mengusung bakal calon. 

"Maka diharapkan koalisi ini segera dideklarasikan sebagai kader partai Demokrat untuk menjalankan amanah partai ikut serta dalam menjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota," ujarnya.  

Sementara itu, Dasrial Eri, Ketua DPC PDI Perjuangan mengaku telah mengambil formulir pendaftaran penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota DPC Partai Demokrat. Maka, dirinya akan patuh dan tunduk kepada aturan yang berlaku pada penjaringan dilakukan oleh DPC Partai Demokrat. 

"Saya mengajak partai politik yang berkoalisi di Dewan untuk menjaga hubungan baik untuk pemenangan pada pemilu kada 2018 mendatang. Agar koalisi ini dapat terwujud dan menentukan paslon, PDI Perjuangan sendiri akan ikut serta menyukseskan pemilu kada 2018 mendatang," katanya. 

Erizal Ridwan, Mantan Wakil Walikota Sawahlunto 2008-2013 menyambut baik adanya penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota dari DPC Partai Demokrat. Penjaringan tersebut demi menjalankan demokrasi dengan membuka ruang bagi putra terbaik Sawahlunto dalam penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota. 

"Hak bagi masyarakat untuk mengusung bakal calon yang diinginkan, sehingga partisipasi masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menentukan paslon kepala daerah. Saya menerima keputusan yang berlaku dari tim penjaringan paslon walikota dan wakil walikota untuk menentukan siapa paslon yang akan ditunjuk kemudian hari," sebutnya.

Wednesday, July 12, 2017

DPD PAN Sawahlunto Buka Calon Kepala Daerah 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) Sawahlunto  Sumatera Barat, membuka penjaringan calon walikota dan wakil walikota Pemilu Kada 2018 mendatang. Penjaringan tersebut guna menyiapkan agenda pesta demokrasi pilkada serentak 2018 dan pileg 2019. Penjaringan tersebut DPD PAN Sawahlunto telah membentuk tim seleksi bernama Komite Penjaringan Pemilu Daerah (KPPD) terdiri dari dua devisi. 

"Sesuai hasil rapat DPD PAN pada Jumat, 7 Juli 2017 lalu, maka diputuskan bahwa Komite Penjaringan Pemilu Nasional (KPPN) menginstruksikan bahwa seluruh daerah yang akan melaksanakan pemilu kada serentak 2018, maka KPPD daerah wajib menjaring para calon kepala daerah. Sehingga empat kota di Sumatera Barat yang akan melaksanakan pemilikada 2018 mendatang PAN melakukan penjaringan calon kepada daerah," ujar Deri Asta Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Sawahlunto, kepada Penulis Selasa, 11 Juli 2017. 

Ia menyebutka  bahwa penjaringan calon walikota dan wakil walikota tersebut secara struktural wewenang akan diberikan kepada KPPD,  termasuk penjaringan calon legislatif pada 2019 mendatang. Pencalonan tersebut dinyatakan terbuka untuk umum dan semua mendapatkan hak mencalonkan diri sebagai walikota dan wakil walikota sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Agenda terdekat adalah pilkada 2018, maka pendaftaran calon walikota dan wakil walikota di mulai pada Rabu, 12 Juli 2017. Pendaftaran calon walikota dan wakil walikota berlangsung selama seminggu tanpa di pungut biaya apa pun termasuk istilah lain seperti mahar dan sebagainya," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa selain penerimaan calon walikota dan wakil walikota, DPD PAN Sawahlunto juga membuka pencalonan diri persiapan pileg 2019 mendatang. Pencalonan pileg tersebut di buka mulai Rabu, 12 Juli 2017 hingga 31 Desember 2017 mendatang. "Kalau bukan kader PAN yang melakukan pencalonan, harus membuat surat pernyataan patuh dan taat sesuai dengan aturan yang berlaku dalam kepartaian," paparnya. 

Ridwan Idris, Ketua Tim Komite Penjaringan Pemilu Daerah (KPPD) Sawahlunto menyebutkan bahwa proses penjaringan calon walikota dan wakil walikota yang mendaftar akan dilakukan evaluasi dokumen para calon yang telah mendaftar. Selanjutnya, dokumen yang diberikan oleh para calon tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan survei. 

"Pengembalian dokumen oleh paslon tersebut diharapkan diantar langsung oleh calon itu sendiri. Karena pengembalian dokumen oleh calon itu sendiri akan menjadi nilai lebih di tengah masyarakat. Jika paslon tidak bisa mengantarkan langsung dokumen tersebut boleh diwakilkan kepada orang terdekat paslon. Sebab, pendaftaran penjaringan paslon walikota dan wakil walikota tidak di buka secara online. Hal ini bertujuan untuk lebih bisa melihat keaslian dan keautentikan data serta dokumen paslon," katanya.