Showing posts with label olah raga. Show all posts
Showing posts with label olah raga. Show all posts

Wednesday, May 3, 2017

Memasyarakatkan Olahraga Sawahlunto Tuan Rumah Gala Desa

Sawahlunto, di percaya menjadi tuan rumah Gala Desa dan Goes Pesona Nusantara untuk tiga kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Dua kegiatan olah raga tersebut dikemas dalam konsep gerakan kementerian "Ayo Olah Raga" yang telah di launching pada beberapa waktu lalu. Iven gala desa dan goes pesona nusantara akan berlansung pada 9 Juli hingga 9 September mendatang.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan olah raga guna mencari bibit atlet. Sebab, Kemenpora menyadari bahwa bibit atlet tidak hanya milik kota saja, namun desa juga memiliki potensi yang luar biasa dengan bakat yang dimiliki," ujar Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olah Raga Sawahlunto, Sumatera Barat, kepada Penulis, Selasa, 2 Mai 2017.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan potensi dan kondisi daerah masing-masing kapan waktu penyelenggaraan iven yang akan dilakukan. Kementerian hanya menyesuikan iven yang digelar sesuai dengan kesiapan daerah penyelanggara kegiatan.

"Untuk penyelenggaraan iven gala desa tersebut diserahkan pada daerah masing-masing, kapan waktu pelaksanaannya. Begitu pula dengan goes pesona nusantara juga diberikan kepada daerah masing-masing," katanya.

Ia menyebutkan bahwa konsep gala desa yang akan digelar dengan konsep kompetisi antar desa untuk enam cabang olah raga yang di fasilitasi oleh kementerian olah raga. Enam cabang olah raga tersebut yakni Sepak Bola antar desa, Altetik, Volly, Tenis Meja dan Bulu Tangkis.

"Enam Cabang olah raga ini akan star pada tanggal 9 juli dan berakhir tanggal 9 Sept. Kegiatan tersebut akan digelar hari Sabtu-Minggu dan tidak berdasarkan pada iven pada umumnya. Yakni, sekali digelar berturut-turut hingga tuntas dan barakhir pada penutupan," paparnya.

Kamudian, lanjut dia, Enam cabang olah raga tersebut akan di gelar di enam desa yang berbeda. Hal ini akan menjawab animo masyarakat kegiatan tersebut digelar tidak hanya terpusat pada satu titik saja.

"Kita penyelenggaraan ini akan dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan gala desa dengan tujuan gezahnya akan lebih terasa. Gala Desa tersebut ada lima kabupaten/kota se Sumbar mendapat sporting dari kementerian," katanya.

Kemudian, Goes Pesona Nusantara ada tiga kabupaten/kota penyelenggara, yakni Payakumbuh, Bukittinggi dan Kota Sawahlunto. Geos pesona nusantara merupakan kegiatan olahraga memasyeakatkan bersepeda dan menjadi tuan rumah goes nusantara.

Ia menyebutkan bahwa sumbar mendapat tiga tuan rumah penyelenggara iven Goes Pesona Nusantara yang dapat dipercaya oleh kementerian yakni Payakumbuh, Bukittinggi dan Kota Sawahlunto. Sementara itu, Sawahlunto menggelar geos tersebut digerlar bersamaan dengan pembukaan gala desa yakni 9 Juli mendatang.

"Goes tersebut digelar selama sehari dengan konsep sepeda santai dengan target 1000 peserta. Rute yang akan direncanakan untuk gues pesona nusantara yakni, makam M. Yamin, Kandih, Sawahlunto dan berakhir di Kota Lama," tuturnya.

Wednesday, February 8, 2017

Guru Antarkan Siswa Menjadi Atlet Internasional

Sepria Yusril
Sabtu, 4 Februari 2017 pagi langit kota Sawahlunto tampak mendung. Jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Belasan siswa MTsN Sawahlunto, Sumatera Barat, tampak sibuk di lapangan basket mengikuti pelajaran olah raga basket. Belajar di seko­lah agama tidaklah membatasi, untuk me­ngem­bangkan prestasi di bidang olah­raga. Hal itu dibuktikan pasangan atlet bridge MTsN Sawahlunto, M Alhanif dan Dimas Fikriaza.

M Alhanif siswa kelas IX A dan Dimas Fikriaza siswa kelas IX B MTsN Sawahlunto merupakan anak yang cerdas serta berbakat dibidang olahraga Bridge. M Alhanif mengenal olahraha Bridge sejak duduk dibangku kelas VIII tahun 2015 lalu. Ketika itu, Hanif dan Dimas satu kelas dan menjadi pasangan bridge yang diperhitungkan. Sementara, Dimas mengenal Bridge telah terbilang cukup lama, karena kakak Dimas juga seorang atlet bridge. Hanif dan Dimas merupakan pasangan yang baik untuk bisa terjun ke level nasional dan Internasional untuk bermain bridge.

M Alhanif, mengenal bridge dari sekolah karena belajar olah raga karena dari guru olah raganya bernama Sepria Yusril. Sejak itu, Hanif dan Dimas menjadi pasangan untuk berlatih disekolah dengan jadwal Jumat dan Minggu. Kemudian, untuk latihan malam minggu di rumah dinas wakil walikota Sawahlunto. 

"Maka, untuk terus mengasah kemampuan Hanif dan Dimas, dengan melakukan pertandingan di setiap latihan di sekolah, yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan, dan diteruskan dengan latihan di luar sekolah, di setiap akhir pekan. Kini Hanif dan Dimas be­r­usaha mempersiapkan mental, untuk menunjukan permainan di level Internasional," ujar Sepria Yusril.

Peserta Seleknas Youngster U-21
Bagi M Alhanif-Dimas latihan itu sangat penting, sehingga untuk mendalami teknik permainan. Kemudian, seorang harus menganalisa kartu yang dikeluarkan temannya dalam bermain bridge. Bermain bridge maka harus memahami emosi kawan bermain agar saling percaya diri. Selanjutnya, berlatih juga sebagai persiapan mental. Karena bermain bridge ini sangat ditentukan dengan proses dan harus berkomunikasi teman pasangan bermain dengan baik dan inten. 

Maka, dari proses berlatih tersebut M Alhanif dan Dimas telah menunjukan kiprahnya pada Kejuaraan Nasional 2016 di Lubuk Linggau empat kawan dan mendapat peringkat II. Kemudian, pada tahun yang sama M Alhanif kembali mengikuti Proprov dan menyumbang 1 emas dan 1 perak cabang umur 16 tahun. 

Selanjutnya, M Alhanif juga terpilih mewakali Indonesia untuk mengikuti kejuaraan Bridge Dunia di Italy, yang dilaksanakan, 3-13 Agustus 2016. M Alhanif pergi ke Jakarta, karena Koni Sumbar meminta atlet bridge umur 16 tahun, maka M Alhanif dikirim untuk mengikuti seleksi, kemudian dikirim ke Jakarta untuk mengijuti tes dan ternyata lulus dan mewakili Indonesia pada kejuaraan brigde di Italy.

Dalam seleksi nasional U-16 lalu, tidak hanya Hanif dan Dimas saja yang diutus mewakili Sumatera Barat. Namun, MTsN Sawahlunto juga mengirim pasangan M. Ikhsan Alfikri dan Silfa Septi Aisyah. Kesempatan pasangan Ikhsan - Aisyah harus berakhir dalam babak pe­nyisihan, yang diikuti 23 pasangan atlet bridge. Sedangkan Hanif dan Dimas berhasil masuk dan menjuarai seleksi yang dilak­sanakan.

Kemudian, saat ini M Alhanif dan Dimas kembali mengikuti seleksi sejak Senin, 30 Januari 2017 lalu. Kemarin, di Jakarta untuk mengikiluti kejuaraan bridge APBF di Korea umur 21. Maka, M Alhanif-Dimas menjadi peserta termuda yang akan ikut brodge, jika lolos seleksi dan mewakili indonesia, sebab, Hanif dan Dimas masih berumur 16 tahun.

Pasangan Alhanif dan Di­mas, mengikuti seleksi nasional untuk masuk pada tiga besar. Hanif dan Dimas telah menyelesaikan 7 babak dengan 10 ronde. Kemudia, hasil seleksi tersebut, akan mengantarkannya masuk pada 12 besar yang akan bertarung pada finis. Maka, di finis akan dipilih tiga pasang untuk bermain di ajang internasional di kejuaraan APBF di Korea, U-21.

Sepria Yusril menyebutkan bahwa kejuaraan yang diikuti adalah Juara II Kejurnas Patkawan U-21 antara club tahun 2016 d Lubuk Linggau, Juara I Seleknas KID tahun 2016, Medali Emas Patkawan U-16  Porprov Sumbar Tahun 2016, Medali Perak Pasangan U-16 porprov sumbar, Peserta Seleknas Youngster  U-21, yang sedang berlangsung saat ini di Jakarta.

Wednesday, August 17, 2016

Tour De Singkarak 2016 Jang Jyunggu Korail Cycling Team Korea Finis Pertama Etape VI

Jang Jyunggu, Korail Cycling Team Korea, nomor punggung 131 raih finish pertama Balap Sepeda Internasional Tour de Singkarak (TDS) 2016 etape VI, Kamis, 11 Agustus 2016. Jang Jyunggu mampu melewati garis finis dengan cacatan waktu 3 jam 43 menit 54 detik dengan jarak tempuh 149 KM dari garis star Pantai Tiram Padangpariaman menuju finish Taman Satwa Kandih Kota Sawahlunto.

Tour de Singkarak 2016 pada etape VI yang diikuti sebanyak 19 team dan 13 negara Jyunggu Jang yang memperkuat tim negaranya, Korail Cycling, baru pertama kali mengikuti Tour de Singkarak (TdS). Etape VI tersebut seluruh podium untuk klasifikasi individual direbut pembalap luar negeri.

Setelah Jyunggu Jang di urutan pertama TDS etape VI mengalahkan 81 pembalap lainnya tersebut yang diikuti pembalap lainnya yang naik podium adalah pembalap Prancis, Loic Desriac dari tim Shingha Infinite Cycling, yang menempati urutan kedua. Kemudian, pembalap Spanyol, Marcos Fernandez Garcia dari tim Kinan Cycling, di urutan ketiga.

Sementara itu, Dadi Suryadi, pembalap unggulan Indonesia yang memperkuat I'm Malaysia, juga belum mampu naik podium karena terpaut jauh tertinggal. Ia hanya mencatatkan waktu 3 jam, 45 menit, 56 detik. Namun, dijajaran pembalap Indonesia, Dadi masih menjadi pembalap tercepat sehingga berharap atas jersey merah putih.

Balapan pada etape VI tersebut diikuti 84 pembalap yang terbagi menjadi 19 tim dan 13 negara. Selain memberikan penghargaan kepada kemampuan individu, TDS juga melombakan klasifikasi tim terbaik, tim Asia terbaik, dan tim Indonesia terbaik untuk setiap etape.

TDS juga memberikan gelar merah putih untuk pembalap Indonesia terbaik, jersey hijau untuk pembalap terbaik di lintasan datar, jersey polkadot untuk raja tanjakan, serta klasifikasi umum. Pada etape keenam ini, jersey hijau dan jersey polkadot diraih Amir Kolahdouz Hagh.

Tour de Singkarak 2016 ini diharapkan akan memberikan dampak positif dan multi efek terhadap pelaku usaha. Omset pedagang dapat meningkat hingga 100-200 persen dari hari biasa. Sebeb jumlah kunjungan pada kegitan Tour de Singkarak mencapai 10 ribu pengunjung di kawasan terutama di etape 6 pada finis di Taman Satwa Kandih, Kamis 11 Agustus 2016.

"TDS 2016 ini kosentrasi masa tidak hanya di kandih saja, namun masa akan berada di sepanjang jalur yang akan di lewati pembalap. Maka akan memberikan dampak bagi pedagang di sekitaran jalur yang akan dilewati bagi pedagang," ungkapat Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Kamis, 11 Agustus 2016 

Ia menyebutkan disampaing meningkatnya daya beli masyarakat bagi pedagang tentu peningkatan pemesanan untuk perhotelah juga telah di boking penuh. Jadi seluruh hotel dan homstey yang ada di Kota Sawahlunto sudah penuh dan hal itu merupakan peningkatan yang luar biasa. Ada sebanyak 101 kamar hotel dan homstey yang telah diboking. Pembiayaan dari penyelenggara, IO dan dari pusat bukan dari pemda. Selanjutnya, Homstey juga telah penuh terisi tamu. 

Seluruhnya ada 300-an lebih peserta termasuk opesial yang menginap di hotel dan homstey.
Namun, untuk kost boking kamar hotel dan homstey dengan biaya masing-masing relatif berbeda. Kalau homstey berkisar Rp250 ribu hingga Rp 300 ribu perkamar. Sementara itu, biaya holel ada Rp500 ribu hingga Rp600 ribu perkamar. Jika diambil rata-rata Rp500 saja perkamar itu, sudah ada sekitar Rp50 juta kost.

Ia mengaku nilai terbesar dari Tour de Singkarak 2016 ini adalah nilai promosi kota, sebab seluruh media baik cetak maupun elektroni dari media lokal, nasional semuanya berdatangan. Makanya kota sawahlunto ngotot mengambil finis karena tentu pada finis ini akan lebih banyak di liput oleh media, dibandingkan star.

Hal itu berdasarkan pengalaman karena tahun sebelumnya kita mengambil star. Namun ternyata peliputan star dari media tampaknya minim. Jadi ketika di finis peliputannya besar-besaran, baik media elektronik maupun media cetak akan meliput secara maksimal. Maka, Jika nilai promosi kota ini diuangkan akan menjadi pengeluaran yang sangat luar biasa. Untuk itu, kita pilih sebagai finis TDS 2016, tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama bagi para pedagang.

Polres Sawahlunto AKBP Riyadi Nugroho menyebutkan bahwa lebih dari 200 orang personil yang terlibat untuk pengamanan Tour de Singkarak 2016. Persiapan sudah dilakukan sinergi dengan polres yang lain. Hanya saja persiapan secara bertahap sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Namun, persiapan secara itensif untuk pengamanan telah dilakukan dengan apel persiapan sejak beberapa hari lalu sampai sekarang.

"Ada 90 titik jalur yang diamankan untuk TDS 2016 etape VI dan ditambah dengan jalur Finis di Taman Satwa Kandih. Pengaman dilakukan oleh seluruh anggota, Dishub, Pol PP dan Linmas. Untuk polres Sawahlunto menurunkan sebanyak 188 personil," katanya.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan bahwa bagaimana olah raga mendukung wisata Sawahlunto. Maka kami sangat optimis sekali mengonsep kegiatan sport turizem. Kemudian religus turizem bertujuan untuk mendatangkan orang dengan tujuan posif. Kita membuat suatu yang unik dan tidak ada di daerah lain untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

"Alhamdulliah dua iven yang telah dilaksanakan. Tujuh iven TDS ini, tidak pernah ada kecelakaan di kota Sawahlunto. Artinya kita betul-betul melaksanakan Standar Orasional Pelayanan (SOP) yang ada, sehingga apa pun persyaratan yang ada kita ikuti," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk iven yang lain telah dilaksanakan dua kali yang merupakan kepercayaan provinsi kepada kota Sawahlunto, yakni Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 36 tingkat Sumatera Barat 2015 dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim. Kemudian kemarin Jabore Terpadu Kader PKK berprestasi dan dan dihadiri oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.

"Kedua kegiatan tersebut memberikan gambaran positif atas keberhasilan Sawahlunto sebagai tuan rumah penyelanggara. Artinya kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah kota memberikan multi efek terhadap terhadap masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan bahwa SISCa yang pertama tahun 2015 dan menjadi rekor muri dunia. Kegiatan yang dilaksanakan membawa efek positif bagi UMKM kota Sawahlunto. "Tahun ini kita juga akan mengelenggaran iven SISCa A 2016 ke 2. Alhamdulillah kementerian PMK Puan Maharani yang di support oleh ibu wakil Presiden RI, Mufidah. Hal itu tidak terlepas dari bapak Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla memberikan dorongan bagaimana cakar budaya, heritage ini patut dikembangkan.
"Songket Silungkang ini merupakan budaya, heriteg cakar budaya yang perlu kembangkan. Nah, hari ini mendapat tempat di mata pasar yang ada, baik dari sumatera, nasional maupun di tingkat internasional. Hal ini dibuktikan passion wit yang dibawa oleh Feni Safira ke New York dan Itali. Ini menandakan bahwa Songket Silungkang bisa diterima di mana saja oleh siapa pun juga," katanya.

Dampak positif yang ada bagi kota Sawahlunto ini apa lakukan tersebut dapat di pelihara dan dikembangkan. Dari 700 tahun 2015 dan sekarang bertambah menjadi 825. 140 pis perhari di tahun 2015 bisa dibangun sekarang 170 pis perhari. "Artinya kesiapan untuk pasar dan bahan baku telah bisa disiapkan untuk pasar saat ini," katanya.