Showing posts with label Songket Silungkang. Show all posts
Showing posts with label Songket Silungkang. Show all posts

Wednesday, November 22, 2017

Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 Provinsi Yang Tidak Mengirim Pemuda Menjadi Peringatan

Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 lebih baik dan lebih berkualitas dibandingkan dengan JPI 2016. Diharapkan kualitas JPI 2018 lebih ditingkatkan lagi bahkan kalau bisa peserta JPI akan datang lebih di perbanyak lagi dari jumlah yang sekarang. Serta peserta yang tidak mengirim pemuda magang diharapkan menyusul untuk berlatih Tenun Songket Silungkang. 




Senin, 20 November 2017 malam kabut mulai menyelimuti kawasan Camping Ground Kandih Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pengunjung mulai merapat ke panggung utama Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017. Para peserta JPI bersiap-siap mencari posisi duduk masing-masing. Peserta telah memakai Galembong untuk Tari Kolosal Galembong Nusantara 2017 di ikuti 1000 Pemuda peserta. Kemudian peserta juga menciptakan lagu tentang Sawahlunto dan dinyanyikan bersama. 

Sembari menyebutkan yel-yel dan Slogan, JPI Sawahlunto Rancak Bana, di iringi bunyi gemuruh tapuak gelembong memeriahkan JPI 2017. Peserta tari Galembong Nusantara 2017 masuk dari berbagai sisi penonton sembari membentuk lingkaran raksasa. Galembong tersebut merupakan hadiah dan oleh-oleh dari Provinsi untuk peserta JPI. Kemudian, dihibur dengan Standup comedy dari peserta JPI dan dilanjutkan sengan penyerahan hadiah pemenang. 

Mulyadi Adnan, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menyebutkan bahwa melalu berbagai kegiatan JPI, selalu dirancang oleh Pemerintah Kemenpora dan pemerintah daerah serta bekerja sama dengan Kabupaten/kota. 

"Pada JPI 2017 ini lebih baik dan lebih berkualitas dibandingkan dengan JPI 2016. Diharapkan kualitas JPI 2018 lebih ditingkatkan lagi bahkan kalau bisa peserta JPI akan datang lebih di perbanyak lagi dari jumlah yang sekarang," tuturnya. 

Menurutnya, hal ini akan terjadi apabila pemerintah pusat didukung oleh pemerintah daerah provinsi dan pemerintah Kabupaten/kota se Indonesia. JPI 2017 ini sebagai pijakan penuntun menuju JPI 2018, oleh karena sejumlah program baru pada JPI 2017 telah memberikan makna yang penting serta bermanfaat bagi peserta JPI, antara lain, Terintegrasinya 34 seni budaya yang berbeda dalam jiwa peserta JPI sehingga mampu memepertebal nasionalisme dan kebhinekaan. 

Kemudian, terjadinya pengalihan keterampilan Tenun Silungkang ke 31 provinsi sehingga JPI 2017 telah menghasilkan suatu out put yang sangat kongkrit. Keahlian tenun akan menjadi bekal modalitas dari para peserta JPI sebagai basis pengembangan ekonomi kreatif di daerah masing-masing. 

Mulyadi mempertanyakan kenapa hanya 31 provinsi yang ikut sementara negara Indonesia memiliki 34 Provinsi. Ada 3 Provinsi yang tidak mengirimkan Pemuda dari sebanyak pemuda yang ada di Provinsi yang diharapkan. Tetapi 3 Provinsi ini tidak mengirimkan dan tidak memberikan penjelasan. 

"Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat dan Kalimantan Selatan yang tidak mengirim pemuda menjadikan peringatan," tuturnya.  

Ia mengungkapkan bahwa pada JPI 2017 diadakan berbagai lomba, seperti lomba puisi yang dilaksanakan di makam Prof M Yamin sebagai salah satu konseptor Pancasila yang memiliki nilai strategis bagi pemuda millenial, bahwa ideologi Pancasila menjadi lebih penting bagi pemuda millenial sebagai pandangan hidup di era globalisasi. 

Selanjutnya, kegiatan Hasta Karya yang dilakukan oleh peserta JPI mendapatkan apresiasi karena Hasta Karya merupakan bentuk ekonomi kreatif dan langsung dipantau serta langsung di jual kepada masyarakat merupakan kegiatan yang harus dilanjutkan kedepan. 

"Nilai perlu menjadi syarat JPI 2018 lomba Hasta Karya ini bahwa minimal 1 atau 2 peserta JPI memiliki kemampuan membuat keterampilan ekonomi kreatif secara spontan di lokasi JPI," tambahnya. 

Ia melanjutkan bahwa, banyak kegiatan lainnya, prestasi peserta JPI 2017 antara lain Pemuda perlu olahraga. Olahraga perlu Pemuda. Maka, diadakan lomba senam poco-poco dan sangat baik hasilnya. Senam poco-poco tersebut memperebutkan Piala Kemenpora. Sedangkan juara favorit memperebutkan piala Ketua Penasehat Darma wanita Kemenpora. Lomba baca puisi memperebutkan piala Gubernur Sumbar. 

"Banyak lagi penilaian dalam pelaksanaan JPI 2017 ini. Bahwa Pemuda Indonesia yang punya potensi yang berani bersatu untuk terus ditingkatkan," paparnya. 

Kempora mengucapkan terima kasih pada pemerintah provinsi Sumatera Barat atau bersama-sama pemerintah daerah kota Sawahlunto menyelenggarakan JPI 2017 yang lebih baik dari JPI 2016. Sehingga, semua peserta sejak tanggal 14 November berangkat. Sedangkan satu orang peserta untuk magang menenun Songket Silungkang sejak tanggal 31 Oktober dan tanggal 1 November telah berada di Sawahlunto. 

"Tidak ada keluhan, pelayanan Pemerintah Kota Sawahlunto sangat memuaskan dan baik. Kita apresiasi pada pemerintah kota Sawahlunto dan pemerintah provinsi. Atas nama pemerintah pusat disampaikan salam kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan salam dari Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda mengucapkan banyak terima kasih," katanya. 

Harapan Kemenpora, lanjut dia, disampaikan pada acara Welcome Party dengan walikota Sawahlunto mohon rekomendasi JPI 2017 untuk pemerintahan pusat. 

"Saya merekomendasikan usul satu dari rekomendasi itu adalah Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota siap mendukung JPI 2018 dan seterusnya. Kalau pemerintah pusat 16 Pemuda maka Provinsi 5 Pemuda, Kabupaten/kota 5 Pemuda. Kita akan melihat Pemuda Indonesia yang kita rancang bersama. Kami dari pemerintah pusat, Kemenpora menyampaikan permohonan maaf dalam melaksanakan atau mendukung," ujarnya. 

Kemudian, lanjut dia, Program JPI terdapat kekurangan tentu Menteri menunggu rekomendasi penyelenggaraan JPI yang akan datang dari Provinsi dan pemerintah Kabupaten/kota. Kepada pemuda Indonesia peserta JPI diucapkan selamat jalan dan menjadi anak panah Pemuda Indonesia di Provinsinya masing-masing. Menjadi dukungan serta dorongan kepada pemuda di Provinsi masing-masing menginspirasi pemuda dan masyarakat di Provinsi masing-masing. Didoakan semua perjalanannya lancar sampai bertemu orang tua masing-masing. 

"Sebagai oleh-olehnya adalah alat Tenun Silungkang dimasing masing provinsi. Satu unit alat tenun termasuk yang tidak ikut magang Tenun juga disiapkan alatnya. Kemudian yang tidak ikut diharapkan kepada walikota Sawahlunto untuk menyusul magang kembali," katanya. 

Sementara itu, Ali Yusuf Walikota Sawahlunto menyampaikan apresiasi kepada alumni JPI ikut hadir di JPI kota Sawahlunto dengan dana pribadi. Kemudian warga Sawahlunto antusias terhadap kegiatan JPI karena memang warga Sawahlunto ingin rasanya dari Sabang sampai Meraoke berada di Sawahlunto mengenang seorang pahlawan nasional Prof M Yamin. 

"Prof M Yamin sejak tahun 1926 telah mempersatukan Pemuda dari Sabang sampai Meraoke putra-putrinya. "Selamat Pulang Kampung" kembali kepangkuan ibu pertiwi di Provinsi masing-masing serta 514 Kabupaten/kota se Indonesia, 70 ribu desa/kelurahan dan 7 ribu Kecamatan dari Sabang sampai Meraoke yang tersebar," katanya. 

Ia menyebutkan bahwa peserta JPI telah memperlihatkan kebolehannya tentang budaya bangsa dan inilah kebudayaan yang dimiliki di Indonesia berada di Sawahlunto. Pemerintah kota menghimbau dan mengajak apa yang didapatkan di Sawahlunto dengan belajar menenun mari ditumbuh kembangkan di daerah masing-masing. 

"Komitmen pemerintah kota untuk 31 daerah dan 31 orang yang diajarkan membuat Tenun Songket Silungkang. Maka beberapa pun produksinya nanti di daerah masing-masing kirim ke kota Sawahlunto akan dibeli sebagai garansi untuk Pemuda JPI," paparnya. 

Kemudian, lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan bahan songket akan dipenuhi agar peserta JPI bisa di produksi untuk dikembangkan di daerah masing-masing, serta memberikan pelantihan kepada yang lain untuk menenun maka peserta JPI bisa menjadi manajer sehingga mendatang pemasukan dan membuka lapangan pekerjaan itulah inovasi bagi pemuda bangsa. 

Diharapkan kepada peserta untuk mengirimkan air dan tanah di daerah masing-masing 5 mililiter yang dimanfaatkan nanti untuk memabangun monumen sebagai penanda seluruh pemuda Indonesia dari Sabang sampai Meraoke 34 Provinsi pernah berkumpul di Sawahlunto. 

"Kita akan membuat monumen sebagai penanda JPI 2017 di Camping Ground Kandih. Sebagai kenangan setiap apa yang telah di buat di Sawahlunto, maka harapan kami seluruh objek wisata yang ada di kota Sawahlunto untuk di publis melalui akun media sosial masing-masing sehingga kota Sawahlunto adalah bagian NKRI alat perekat bangsa. Kemudian, apresiasi pada peserta JPI yang telah membuat lirik lagu tentang Sawahlunto," ujarnya.

Wednesday, November 15, 2017

Jambore Pemuda Indonesia 2017 Ajang Promosi Songket Silungkang

Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 akan dilaksanakan pada 15-22 November 2017 di Camping Ground Kandih Kota Sawahlunto. Kegiatan tersebut dihadiri 34 Provinsi se Indonesia diikuti oleh 1500 orang peserta. Kegiatan JPI tersebut akan dibuka secara langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sebelumnya pelaksanaan Jambore dilaksanakan ikuti 31 orang perwakilan peserta dari Provinsi se Indonesia di mulai pada 1-15 November 2017 mengikuti pelatihan Tenun Songket Silungkang. 

"Hingga saat ini konfirmasi yang diterima dari Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan kesiapan untuk hadir membuka secara resmi Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017. Namun ada perubahan agenda bahwa direncanakan Menteri Pemuda dan Olahraga tidak jadi menginap di Sawahlunto. Sehingga pada Kamis, 16 November 2017 setelah pembukaan JPI Menteri Pemuda dan Olahraga bertolak ke Jakarta," ujar Ali Yusuf Walikota Sawahlunto kepada Penulis, Selasa, 14 November 2017. 

Ia mengatakan bahwa persiapan lapangan JPI sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat melalui Provinsi maka Sawahlunto menjadi tuan rumah. Sebagai tuan rumah yang baik tentu ada multiplayer effect bagi masyarakat Sawahlunto dengan adanya JPI. Sehingga penyelenggaraan JPI harus ada inovasi baru kepada generasi muda Indonesia. Sehingga 31 orang untusan provinsi dapat mengikuti pelatihan membuat Tenun Songket Silungkang. 

"Dari 34 Provinsi se-Indonesia hanya 31 provinsi yang mengikuti pelatihan Tenun Songket Silungkang. Tiga provinsi yang tidak hadir tersebut termasuk Papua yang tidak ikut pelatihan menenun dimulai pada tanggal 1 November kemarin, karena jarak yang jauh. Kemudian tidak dapat tiket pada tangga 1 tersebut dan berencana untuk masuk pada tanggal 3 November," katanya. 

Namun berdasarkan pertimbangan, lanjut dia, keterlambatan tersebut akan membuat jauh ketinggalan dari peserta yang lain, apa yang diajarkan oleh instruktur Songket Silungkang. Meskipun pada pelatihan Songket Silungkang tidak datang tetapi pada JPI 2017 akan hadir ke 34 Provinsi se-Indonesia. Tentunya harapan anak muda peserta JPI dari masing provinsi, maka Sawahlunto siap membeli produk Songket yang telah dibuat tersebut. 

"Maka, melalui JPI apa yang telah diprogramkan tersebut saat ini sedang berjalan berdasarkan hasil pantauan songket yang dibuat sangat baik dan bagus, berdasarkan laporan dari instruktur hasil karya Tenun Songket Silungkang peserta JPI tidak mengecewakan. Apa yang menjadi inovasi di JPI 2017 di kota Sawahlunto untuk bangsa dan negara. Sebab, Songket Silungkang merupakan budaya bangsa dan alat perekat bangsa itu sendiri adalah budaya," tuturnya. 

Ia mengungkapkan bahwa kesiapan teknis lapangan berdasarkan keterangan dari Mulyadi yang membidangi Pertangguangjawaban Pelaksanaan Jambore Pemuda Indonesia 2017 menyebutkan bahwa pada Minggu, 12 November 2017 lalu persiapan lapangan telah berjalan 75 persen dan bisa terlaksana. Kemudian tinggal lagi persiapan teknis dan bisa dikerjakan dalam dua hari termasuk sound sistem. 

"Maka, pada hari ini akan di cek kelapangan kesiapan penyelenggaraan JPI 2017 di Camping Ground Kandih. Sebab kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Kementrian melalui Gubernur sehingga Sawahlunto menjadi tuan rumah penyelenggaraan JPI 2017. Kegiatan JPI tersebut diharapkan menjadi ajang promosi Sawahlunto terutama Songket Silungkang di 34 Provinsi se-Indonesia," tambahnya. 

Ali Yusuf menyebutkan bahwa hasil karya Tenun Songket Silungkang yang dibuat oleh peserta perwakilan dari provinsi sangat bagus. Karena saat syarat untusan perwakilan Provinsi yang telah ditetapkan adalah mengutus pemuda yang suka dan hobi tata busana serta jahit menjahit. Kriteria yang diminta tersebut terpenuhi sehingga proses menenun Songket sangat cepat dan bisa di kerjakan dengan baik. 

"Maka, melalui pelatihan menenun tersebut diharapkan 40 parsen saja peserta yang bisa menenun hal ini sudah sangat luar biasa hasilnya. Sehingga kegiatan menenun Songket terus berkesinambungan dan menjadi pencetus di daerah masing-masing hingga menjadi manejer. Hal inilah yang diharapkan nantinya berdasarkan iven songket dapat tumbuh dan berkembang di daerah masing masing serta menjadi peluang usaha," katanya. 

Ia mengaku Kegiatan pelatihan menenun Songket melalui JPI merupakan salah satu bentuk promosi Songket Silungkang. Ketika Menteri Perdagangan Rachmat Gobel berencana untuk membuat asosiasi bagaimana songket dapat dikenali banyak orang di 34 Provinsi se-Indonesia. Namun pemerintah telah pelaksanaan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) pertama dan dinyatakan Sawahlunto telah maju. 

"Kedepan jika nantinya songket ini tidak bernama Songket Silungkang di masing-masing daerah atau provinsi tidak masalah. Namun yang terpenting adalah bagaimana songket ini berada di tingkat nasional dan tidak hanya batik saja, sebab hari ini kita terpaku pada batik. Maka diharapkan 2/3 dari 34 Provinsi se-Indonesia ada Tenunnya. Tinggal mempersingkat mata rantai bahan baku Songket yang selama ini didapatkan dari India dan China," katanya. 

Ia mengaku, andai kata seluruh provinsi di Indonesia sudah mengembangkan songket dan bahan baku Tenun tersebut sudah masuk pada ranah Indonesia yang mudah di dapatkan, Sehingga 514 Kabupaten/kota se-Indonesia telah mengembangkan Tenun setelah mendapatkan pelatihan melalui instruktur Sawahlunto. 

"Bisa saja 2/3 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia melaksanakan songket ini, maka ivestor India dan Cina bisa masuk ke daerah penghasil songket. Terutama untuk penyediaan benang sehingga bahan baku songket mudah didapatkan harga relatif murah dan produksi songket akan meningkat," tambahnya. 

Thursday, October 19, 2017

Jambore Pemuda Indonesia 2017 Berikan Keterampilan Tenun Songket Silungkang

Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017 berdasarkan Surat Keputan Menteri Pemuda Olahraga nomor 1 tahun 2017, Sawahlunto, Sumatera Barat, di tunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan JPI. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15-22 November 2017. JPI akan diberikan keterampilan khusus kepada perwakilan peserta seluruh Indonesia pelatihan menenun Songket Silungkang. 

"Jambore Pemuda Indonesia akan dihadiri oleh 1000 delegasi seluruh Indonesia yang akan diinapkan di kawasan wisata Kemping Ground Sawahlunto sebagai kemping utama JPI," ujar Efriyanto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, kepada Penulis, Selasa, 17 Oktober 2017. 

Ia mengatakan bahwa kegiatan JPI 2017 merupakan kegiatan rutinitas Kementerian Pemuda Olahraga. Berbeda yang dilakukan JPI sebelumnya, untuk Sawahlunto adalah memberikan sebuah keterampilan khusus kepada perwakilan peserta dari seluruh Indonesia dengan keterampilan menenun songket Silungkang. 

"Peserta perwakilan ini, 15 hari sebelum hari pelaksanaan kegiatan sudah berada di Kota Sawahlunto. Jadi, peserta datang lebih awal untuk mengikuti pelatihan tenun Silungkang. Jadi, ada 34 peserta dari setiap provinsi untuk mengikuti menenun, artinya setiap provinsi mengutus satu orang untuk menenun," katanya. 

Ia melanjutkan bahwa acara JPI akan dibuka oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dirangkai dengan acara Kirab Pemuda Nasional. Kirab akan mengambil tempat di kota tua Sawahlunto yang akan menampilkan kebudayaan dan aksesoris dari semua provinsi se Indonesia. 

"Selain kegiatan utama JPI seperti Kirab Pemuda juga akan ada expo pameran dari masing-masing provinsi, sarasehan dan seminar kepemudaan. Kemudian lomba olahraga juga akan diadakan, lomba baca puisi dan pidato singkat tentang M Yamin akan dilaksanakan langsung di kawasan makam M. Yamin di Talawi Kota Sawahlunto," tuturnya. 

Ia menyebutkan bahwa untuk kegiatan JPI anggaran kegiatan shering bersama antara APBN dengan APBD Provinsi dan APBD Kota Sawahlunto. Sebagai tuan rumah, Pemerintah kota Sawahlunto telah menyanggupi tanggung jawab sebagai pihak fasilitasi tempat dan kebutuhan lainnya. Untuk menyukseskan JPI dengan anggaran APBD Kota Sawahlunto sebesar Rp800 juta dari total Rp4 miliar lebih, semua kebutuhan pelaksanaan anggaran JPI. 

"Peserta setiap provinsi ada 17 orang, kemudian pendamping dari dinas provinsi rata-rata lima sampai sepuluh orang dan akan menginap di hotel. Jadi ada sekitar 30 orang dari masing-masing provinsi. Kemudian juga akan diikuti oleh peserta antar Kabupaten/kota se Sumatera Barat. Jadi ada Jambore Pemuda Indonesia (JPI) Daerah dan masing-masing Kabupaten/kota se Sumatera Barat adalah sepuluh peserta. Kemudian ada lagi peninjau dan ada pengunjung, sehingga ada 1500 lebih bisa hadir di Sawahlunto," sebutnya.

Kemudian lanjutkan Efriyanto, dengan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp800 juga tersebut, maka multiplayer effect yang bisa di dapatkan rata-rata berdasarkan hasil survei dari berbagai ivent yang dilaksanakan selama ini 200 persen dampak ekonomi dan uang yang beredar dalam penyelenggaraan JPI tersebut. 

"Kita bisa pastikan bahwa Rp800 juta dikeluarkan multiplayer effect, katakanlah dari semua aspek penyelenggaraan JPI ini tidak kurang dari Rp2 miliar uang yang beredar. Walaupun tidak dalam bentuk uang pengembalian tetapi dalam bentuk uang yang berputar selama penyelenggaraan yang dinikmati oleh masyarakat," tuturnya

Friday, August 25, 2017

Sawahlunto Internasional Songket Carnaval Kembali Digelar

Iven Sawahlunto Internasional Songket Carnaval (SISCa) kembali digelar untuk ketiga kalinya di Sawahlunto. Pengembangan pasar dan menjadikan Songket Silungkang sebagai pakaian nasional, tetap menjadi target utama iven yang masuk dalam kalender wisata Sawahlunto ‘Kota Pusaka’. 

“Target kita dengan iven ini, tetap menjadikan songket sebagai pakaian nasional, yang berujung pada pengembangan pasar songket di tanah air,” ujar Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat kepada Penulis Kamis 24 Agustus 2017. 

Menurut Ali Yusuf, target tersebut bukan hanya untuk kepentingan Sawahlunto saja. Namun, menjadi perjuangan bagi pengerajin songket secara nasional. sebab, pengerajin songket tidak hanya ada di Sawahlunto, namun tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Meski target tersebut menjadikan songket sebagai pakaian nasional belum tercapai, Pemerintah kota meyakini, bahwa iven SISCa yang telah dilaksanakan memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian masyarakat.

Setidaknya, perkembangan pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari peningkatan jumlah pengerajin songket di Sawahlunto yang terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 lalu, jumlah pengerajin songket mencapai angka 701 orang dengan kapasitas produksi mencapai 140 pisc songket setiap hari.

Setahun berselang, jumlah pengerajin songket di Sawahlunto saat ini di tahun 2017 sudah mencapai angka 996 orang, dengan kapasitas produksi mencapai angka 190 pics setiap harinya.

Dengan angka penjualan mencapai minimal Rp250 ribu untuk satu picsnya, maka uang yang beredar melalui kerajinan songket mencapai Rp1,425 miliar setiap bulan, atau Rp17,1 miliar dalam setahun.

Namun, angka Rp250 ribu itu merupakan harga jual terendah Songket Silungkang Sawahlunto. Pasalnya, harga songket Silungkang bisa menembus angka Rp2,5 juta untuk kualitas terbaik.

“Tentunya, semakin luas pasar songket, akan semakin meningkat pula perekonomian masyarakat Sawahlunto. Itu yang membuat Sawahlunto menjadikan iven SISCa sebagai kalender tahunan,” pungkas Ali Yusuf.

Sementara itu, Ketua Pelaksana SISCa 2017, Deswanda mengungkapkan, pelaksanaan SISCa 2017, sedikitnya akan diikuti 1.500 peserta, yang berasal dari lokal Sawahlunto, Sumatera Barat, dan luar Sumatera Barat.

“Peserta dari luar Sawahlunto meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 7 grup, kini meningkat menjadi 13 grup. Begitu juga dengan hadiah yang meningkat dari Rp124 juta menjadi Rp140 juta," katanya