Saturday, August 27, 2016

Bonsai Seharga 4,5 Miliar

Rabu, 5 Maret 2015 siang itu tampa direncana berkenalan sengan Komunitas Persatuan Pecinta dan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Sumatera Barat. Nonon kabarnya Komunitas PPBI ini telah ada sejat tahun 1990-an. Komunitas tersebut di gagas oleh Maman dari Pelindo dan lurah parak gadang. Semudian sejak berdiri komunitas tersebut sempat pakum.

Kemudian pada tahun 2003 komunitas PPBI Sumbar kembali eksis yang di pelopori oleh Warzinto Wadanlanut. Tak berapa kalama Warzinto, pindah tugas ke Jakarta, secara omomatis wakil ketua yang mengurus eksistensi komunitas PPBI yakni Efrizon.

Saat itu, penulis duduk santai di kedai kopi. Tanpa sengaja bertemu langsung dengan ketua komunitas PPBI. Efrizon lahir pada tahun 59 yang akrap di panggil Jhon yang berupakan ketua PPBI Sumbar. Komunitas PPBI Sumbar ini juga merupakan peserta yang ikut dalam meramaikan kemilau 16 tahun penulis yang jatuh pada 25 januari lalu.

Siang itu, Jhon bercerita banyak tentang pengalamannya mengenai kecintaannya terhadap bonsai. Selain itu, dia juga meluangkan waktunya untuk mengurus komunitas PPBI Sumbar. Selain sebagai ketua PPBI Jhon juga memiliki usaha Sibinuang Sati Bonsai Art Galery di jalan Adinegoro Kampung Lubuk Sejahtera Lestari Lubuk buaya tepatnya di depan kantor camat Koto Tangah Padang, Sumatera Barat.

Dia menceritakan proses pembuatan bonsai sesuai dengan Imajinasi gaya yang dibutuhkan. "Untuk gaya yang dibutuhkan dalam memperindah bentuk bonsai sesuai dengan disain yang di butuhkan. Atau  di sesuaikan ke inginan, apakah posisinya miring, melandai terserah kreasi masing-masing," katanya sebari memegang pipa rokok yang dimiliknya.

Dia melanjutkan, Untuk ketegori bonsai yang dapat berbumur panjang adalah dengan ciri-ciri berbatang keras. Pohon yang berbatang keras tersebut  dapat berumur panjang dan daunnya bisa mengecil. "Untuk umur pohon yang di jandikan bonsai tersebut tergantung cara kita merawatnya, apakah kita sabar dan peduli terhadap bonsai tersebut serta pasokan gizi yang cukup kemudian air yang cukup pula," lelaki yang mengenakan topi itu.

Jhon kemudia menyebutkan Bonsai timbulnya dari alam kemudian perilaku petani. Jika bonsai tersebut terjadi dengan sendirinya dalam artikata dari alam, maka kita hanya melakukan pemindahan saja kedalam pot. "Kalau di Sumbar ke biasaan petani kita, untuk merambah pohon dengan memancungnya. Kemudian pohon tersebut tumbuh kembali lalu di potong lagi. Nah, pohon tersebut setelah berulang-ulang di potong dengan sendirinya telah terbentuk menjadi monsai, sehingga kita hanya memindahkan ke dalam pot," sebutnya.

Tidak hanya proses pembentukan bonsai saja yang di ceritakan oleh Jhon namun sepintas asal muasal bonsai pun di sebutnya. Dia mengatakan Semula bonsai ini berasal dari Cina yang di kenal dengan Pen Ying artinya  pen (alam) Ying (pot)  'Alam dalam pot' atau yang dikenal saat ini Bonsai.

Seiring perkembangan zaman saat cina di jajah oleh jepang, ke kaisaran jepang merasa tertarik dengan bonsai. Sehingga kaisar jepang menginginkan bonsai tersebut. Sehingga lahirlah kata 'bonsai' berasal dari bahasa jepang. Bon (pohon) Sai (pot) artinya bohon dalam pot.

Pecinta bonsai memiliki filosofi 'semakin tega memperlakukannya, semakin berterimakasih bonsai terhadap kita' karena kodratnya alam itu adalah ke indahan. Maka bertambah cantik dan lebih elegan jika di jadi kan bonsai. Sebat tidak ada penyiksaan terhadap pohon karena di kerdilkan.

Kemudian, untuk pembeli bonsai itu sendiri kita sangat selektif. Karena untuk memiliki bonsai harus terlebih dahulu mencintai bonsai. "Jika tidak demikian maka, kita akan berfikir menjualnya," katanya sembari memaikan gesture tangannya yang lincah itu.

Keunikan bonsai tersebut dapat memambah pergaulan. Sebab hobi yang komplit di sertai dengan kesabaran. Karena untuk melatih kesabaran cintai lah bonsai terlebih dahulu. "Selain hobi bonsai juga bisa menghasilkan, sebab kisaran harga bonsai saat ini di atas Rp5 jutaan," katanya.


Selain itu, harga bonsai tertinggi dalam pameran di Jepang pada tahun 2013 terjual Rp 4,5 milliar. Sementara jenis yang dimiliki komonitas bonsai Sumbar sangat beragam. Diantaranya beringin, wahong, halaban, jeruk kingkit, hokianti, meten, strip plus, anting putri, gamai-gamai dan lain sebagainya

No comments:

Post a Comment