Wednesday, November 2, 2016

Pemuda Indonesia Guncang Dunia



Peringatan hari Sumpah Pemuda ke 88 tahun 2016 merupaka hari kebangkitan anak muda indonesia. Pemuda-pemuda Indonesia dari sambang sampai merauke memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa indonesia, terutama dimata dunia.

"Melalui peringatan sumpah pemuda ini kami menyampaikan salam hangat bagi tokoh-tokoh dan pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara untuk tetap berjuang. Serta untuk kemajuan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI)," Sebut Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto saat menyampaikan Pidato Sumpah Pemuda pada Ucara Peringatan Sumpah Pemuda ke 88 di Lapangan Talawi, Kota Sawahlunto, Jumat, 28 Oktober 2016.

Ia menyebutkan sumpah pemuda yang dipelopori oleh Soekarno, bapak bangsa tokoh pemuda melahirkan kalimat "beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Maka, jawaban atas pernyataan tersebut dapat ditemukan melalui fakta yang ada untuk pemuda hari ini berbagai prestasi dilevel tertinggi dibidang olah raga, sektor industri kratif, dunia musik, bidang teknologi informasi.

"Berdasarkan data demografi Indonesia menyebutkan bahwa pemuda indonesia sesuai Undang-undang no 40 tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5 persen dari total jumlah penduduk indonesia mencapai 252 juta orang berdasarkan data BPS 2014," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Ali Yusuf, secara kuantitas angka 24,5 persen tersebut cukup besar, sebab dalam waktu dekat mulai tahun 2020 sampai 2035, indonesia akan menikmati suatu era langka disebut dengan Bonus Demografi. Dengan jumlah usia produktif indonesia diproyeksikan berada pada gerak tertinggi dalam sejarah bangsa mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk indonesia sebesar 297 juta jiwa.

"Bonus Demografi menjadi Windows Opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah Negara untuk dapat melakukan percepatan strategis bagi sebuah Negara untuk memdapatkan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan SDM usia produktif dalam jumlah signifikan," jelasnya.

Rasio sederhana dapat digambarkan bahwa setiap 100 penduduk indonesia, terdapat 64 orang berusia produktif, sisanya 46 orang adalam anak-anak dan lansia. Rasio usia produktif tersebut adalah rasio produktif terbaik indonesia mulai dinikmati tahun 2020 dan akan berakhir tahun 2035.

"Dalam sejarah indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda indonesia menjadi mota utama penentu perubahan indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan pertama untuk memmastikan pertepatan pembangunan ekonomi indonesia. Sehingga NKRI terus melangalami kemajuan dan sejajar dengan negara-negara besar lainya," katanya.

No comments:

Post a Comment