Friday, September 16, 2016

Bank Indonesia Merancang Pasar Teknologi Melalui Sosial Media

Laporan Perjalanan Pelatihan Wartawan Wilayah Sumbagteng, Bintan Lagoon Resort, Kepulauan Riau (1)

Bank Indonesia
Senin 23 November 2015 siang pukul 10.15 aku duduk sendiri pada kursi milik penambal ban Simpang Haru dan berdekatan dengan stasiun kereta api Kota Padang, Sumatera Barat. Aku duduk sembari melihat kendaraan yang lalu lalang dijalanan kota, sekaligus menunggu mobil bus tranex berangkat menuju bandara. Jalanan dengan kepulan asap hitam kendaraan yang berbahan solar sesakkan nafas pengendara bermotor dibelakangnya. Sementara mobil bus tranek mandiri masih saja mangkal di pinggir jalan dikawasan simpang haru dengan pintu terbuka lebar. "Berangkat dengan pesawat pukul berapa?" tanya sopir tranex Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kepadaku sembari menilik jam tangannya.

Aku baru saja menyebutkan jadwal keberangkatan pukul 12.05 siang dengan pesawat citilink. Penumpang tranex menuju bandara internasional minangkabau hari ini sepi, kata sopir sembari menghisap rokoknya. Sembari menunggu penumpang yang lain tujuan BIM, sang sopir duduk di kursi milik penambal ban. Aku dan sang sopir duduk berdampingan di kursi panjang tersebut. Sembari menunggu penumpang yang lain, aku telah menghabiskan dua batang rokok. "Mobil ini sebenarnya berangkat pukul 11.00 siang menuju bandara," sebut sopir tranex padaku.

Meskipun dalam jadwal keberangkatan tranek tersebut pada pukul 11.00 siang, namun karena pertimbangan jadwal penerbanganku pukul 12.05 akhirnya mobil tranex beranjak dari simpang haru menuju bandara pada pukul 10.39 pagi menjelang siang, sehingga dalam mobil tranex itu hanya aku sendiri yang diantar menuju bandara.

"Lima menit lagi, ada tidak adanya penumpang tetap berangkat," sebut sang sopir menyakinkanku untuk menghilangkan rasa gelisah akan terlambat naik pesawat. Janji sang sopir padaku memang di tepati, sehingga pas pada waktunya mobil bus tranex berangkat menuju BIM. Aku duduk pada kursi bagian belakang supir. Kemudian saat melaju dalam perjalanan akhirnya aku pindah tempat duduk pada kursi bagian depan yang berdampingan dengan sopir. Aku bersama supir saling bercerita untuk meramaikan suasana dalam mobil bus tranex. Sampai pada bandara pukul 11.25 siang di BIM.

Kepada sang sopir aku mencaritakan bahwa wartawan Bank Indonesia (BI) mengadakan pelatihan menulis berita Ekonomi dan Bisnis. Pelatihan tersebut diberikan pembekalan selama tiga hari, Senin-Rabu, 23-26 November 2015 oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatra Barat bersama dengan Wartawan di Wilayah BI Sumatera Bagian Tengah (Sumbateng) lainnya yakni Kepulauan Riau, Riau dan Jambi yang diadakan di Bintan Lagoon Resort, Kepulauan Riau. "Pelatihan diikuti sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, TV, Radio dan Portal," kataku pada sopir.

Sampai dibandara aku turun sembari mengucapkan terimakasih atas jasa pelayanan yang telah diberikan. Sembari membayar ongkos kepada sopir, aku pun turun pada pintu bagian belakang menuju lobi bandara. Hanya beberapa menit lama aku berada di lobi bandara sembari menunggu teman yang lain datanglah Regar dan Boban wartawan Posmetro dan Rakyat Sumbar. Aku bersama mereka berdua tentu saling mengenal, sebab mereka merupakan wartawan Padang Ekspres Gruop. Kami menuju ruang tunggu setelah bording pas. Ternyata wartawan Sumbar yang lain telah duluan tiba di ruang tunggu dan mereka telah saling mengenal satu sama lain.

Belum lama aku melebur dengan wartawan sumbar lainya, operator badar udara telah mengumumkan penumpang pesawat tujuan bandara internasional Hang Nadim Batam untuk menaiki pesawat. Aku dan Rombongan wartawan Sumbar pun berbondong-bondong menaiki pesawat serta duduk pada tempat duduk masing-masing sesuai nomor urut. Ketika itu aku duduk di kursi bagian belakang nomor 31 F. Perjalanan dari Padang menuju Batam memakan waktu 1 jam 5 menit.

Rombongan wartawan di dampingi oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Trisna Irawati Selaku Kepala TIM Manajemen Interen Komunikasi dan Layanan Publik Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat, Asissten Manager Unit Komunikasi dan Pelayanan Publik Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat Ayu Rahma Putri dan Subrini Thos Stk Pelaksana Junior.

Sampai di Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 13.20 siang rombongan wartawan di jemput oleh Iven Organizer (IO) menggunakan mini bus. Rombong berhenti di restoran untuk makan siang Khas masakan Padang. Usai melaksanakan Shalat Zhuhur perjalanan kembali dilanjutkan menuju pelabuhan Bintan sampai pukul 15.10 sore. Rombongan wartawan Batam dan Riau telah bergabung bersama kami sejak makan siang sehingga jumlah rombongan pun bertambah.

Perjalanan dilanjutkan menuju pulau Bintan Lagoon Resort, Kepri melalui jalur laut. Ada dua buah boot yang telah stanby menunggu di pelabuhan siap mengantar rombongan ke pulau. Perjalanan menuju pulau memakan waktu 45 menit untuk sampai ke dermaga Bandar Bintan Taulani. Ketika itu, aku duduk di kursi bagian depan, sejajar dengan nahkoda.

Sementara itu, kapal cepat yang aku tompangi sempat berhenti dua kali di tengah laut. Kapal cepat berhenti bukan karena kerusakan pada mesin, namun akibat baling-baling mesin kendali kapal tersangkut plastik, sehingga baling-baling mesin kapal tidak berputar dengan sempurna dan perlu di benahi. Beberapa benumpang pemula sempat kaget dan merasa takut atas kejadian tersebut. Matanya tiba-tiba melebar, wajahnya menjadi tebal dan tidak berdarah, nafasnya sesak sembari menoleh ke kiri dan ke kanan.

Sampai didermaga Bandar Bintan Taulani para peserta dipertontonkan dengan sebuah Kapal yang berusia 101 Tahun, konon kapal tersebut seusia dengan kapal Tetanik. Kapal tersebut seperti terdampar di pulau dengan kondisi masih miring. Kapal yang berusia ratusan tahun itu direncanakan akan dijadikan sebuah Hotel, karena bagian mesin kapal sudah dibuang dan setiap ruangan nantinya akan dijadikan kamar dan berbagai ruangan pertemuan. "Hotel itu akan diresmikan tahun depan, kapal inilah satu-satunya di dunia yang dijadikan hotel," kata Novri gaet yang sudah lima tahun menjadi pemandu wisata.

Sepanjang jalan jalur laut diatas lambungan ombak yang menggila perutku di kocok di atas kapal cepat itu. Meskipun demikian cuaca yang cerah dan suasana hati bahagia, pengetahuan tentang pulau Bintan terus ajarkan Novri. Kata Novri kebanyakan di Bintan semua berupa Resort, karena Resort sangat berbeda dengan Hotel, karena dilihat dari segi pembangunan, Resort tidak menggangu struktur tanah dan pepohonan. Hutan yang masih alami dan segala ekosistem didalamnya terlindungi.

"Andai kata bus ini menabrak pohon, maka sopir wajib mengganti pohon tersebut. Termasuk binatang yang ada di jalan tidak boleh di tabrak, jika di tabrak tanggung resiko dan akan ada sangsinya," sebut Novri. Sehinggga kriminalitas dikawasan Bintan Lagoon Resor seluas kurang lebih 5000 hektar tersebut tidak pernah terjadi. Sebab, pintu masuk kawasan tersebut hanya satu pintu dengan pengamanan yang ketat. Tidak dibolehkan sembangan saja yang memasuki lokasi tersebut. Untuk masuk sebagai tamu hotel atau resort harus di jemput oleh petugas hotel yang di percayai. Kemudian tamu harus memperlihatkan nomor kode boking kamar hotel. 

Dia menyadari bahwa kebanyakan orang Indonesia jarang mengtahui kepulauan Bintan yang memiliki keindahan seperti ini. Meskipun karena Resort disini sudah kelas Dunia. Tamu yang hadir ke resort tersebut kebanyakan dari rusia, prancis, thailand, singpura dan sebagainya. Resort di Bintan ini terkenal mahal sehingga biaya inap kamal hotel semalam juaan rupian. "Yang membuatnya mahal adalah servis," sebut Novri sembari membuka pintu mobil mini bus dan menyilahkan penumpang turun. Aku serta rombongan pun sampai di Lobi Bintan Lagoon Resort, karena bus berhenti didepan loby hotel.

Sesampainya di Bintan Logoon, peserta pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis Bank Indonesia disambut dengan tarian daerah yang disediakan oleh pihak Resort untuk menyambut tamu yang datang. Setelah diketahui penari penyambut tamu tersebut berasal dari Sumatera Barat. Karena saat menari mereka menggunakan alat musik talempong, gandang Tambua dan dilengkapi dengan alat musik Akordeon.

Setelah breafing di loby secara santai sekaligus membagian kunci kamar masing-masing peserta oleh pihak hotel. Satu kamar hotel di huni oleh dua orang. Rombongan kemudian di persilakan menuju kamar masing-masing untuk istirahat. Kemudian pada pukul 20.00 malam makan malam di ruang Fairway. Usai makan malam dilanjutkan dengan materi pertama pembukaan dan sambutan pejabat Bank Indonesia di ruang Grateful.

Pada senin malam pukul 20.45 materi Komunikasi Bank Indonesia di sampaikan oleh Assisten Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Arditya Dinar Fiskiawan. Dia memaparkan departemen komunikasi BI sama halnya dengan Humas. Kenapa ini menjadi penting sebab, selama ini BI banyak masyarakat belum mengetahui BI itu sendiri. Sehingga BI terkesan tetutup dan sulit mendapatkan informasi. 

Sejak awal Departemen Komunikasi Bank Indonesia ini ada, BI telah merancang pasar teknologi melalui sosial media. Sebab, saat ini sosial media pertumbuhannya begitu pesat sehingga melalui sosial media (sosmed) ini BI akan lebih dikenal di tengah masyarakat. "Saat ini BI telah memiliki twiteer, Facebook, Instagram, Youtube, Poltal dan web agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses BI," kata Dinar.

Dia menjelaskan bahwa masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi tentang BI melalui sosmed. Selain itu, Webb BI yang dilengkapi sebanyak 1500 halaman dengan feature yang lengkap. Kemudian, pekembangan inflasi, suku bunga dan segala macamnya dapat di dounload secara gratis dengan format word exele. Sehingga cara ini akan lebih memudahkan untuk di analisa dan di analisis oleh pengamat ekonomi dalam memberikan komentar kepada wartawan.


Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan dari 95 perseta berhadir dalam ruangan Grateful tersebut sebanyak 30 persen mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Memang tidak semua peserta dapat bertanya sebab, penanya di batasi sebayak tiga orang untuk sesi pertama. Kemudian bagi penyanya yang terbaik mendapatkan dourpress dari BI sebagai kenang-kenangan. Usai sesi tanya jawab tersebut peserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahan sekitar pukul 23.00 malam (bersambung)

No comments:

Post a Comment