Friday, September 16, 2016

Kewajiban Menggunakan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Peraturan Bank Indonesia no 3/PBI/2015

Laporan Perjalanan Pelatihan Wartawan Wilayah Sumbagteng, Bintan Lagoon Resort, Kepulauan Riau, (2)

Bank Indonesia
Hari kedua, Selasa, 24 November 2015 usai sarapan pagi di Kopi'O Resto Bintan Logoon dilanjutkan dengan materi di mulai pukul 09.00 pagi. Sembari sarapan aku melihat ke indahan taman resort. Taman tersebut banyak di huni binatang. Udaranya yang sejuk serta lingkungannya yang teduh dan menyenangkan. Tupai-tupai berjalan singkrak-jingkrak dilapangan, serta burung-burung yang jinak berterbangan di alam sekitar. Burung tersebut hinggap dari pohon yang sati ke polon yang lain dan pertengger pada ranting. 

Jarum jam pukul 09.00 pagi, Aku dan rombongan kembali masuk ke ruang Grateful untuk materi dihari kedua. Materi pada hari itu membahas tentang Kewajiban Menggunakan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia diwajibkan penggunaannya.

Ruangan yang dingin itu, tiba-tiba panas oleh kegiatan diskusi dan debat kusir. Konsep diskusi yang lebih sederhana dan santai itu, tidak seperti ceramah dalam penyampaiannya. Namun lebih interaktif antara pemateri dan peserta. Dalam kesempatan itu, pula aku juga berusaha untuk bertanya dalam di kusi tersebut, namun, kesempatanku bertanya tidak diberikan. Maklum, karena yang bertanya untuk sesi tanya jawab banyak. Kemudian waktu sangat terbatas didukung pula bagi penanya terbaik akan diberikan doorprese berupa power bank.

Materi dipresentasekan oleh Hermowo Koentoadji, Deputi Direktur Pengelolaan Peredaran Uang Bank Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sesuai himbauan dari pemerintah guna mendorong penguatan ekonomi nasional. Himbauan itu tertuan dalam Peraturan Bank Indonesia no 3/PBI/2015 mewajibkan pengunaan Rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Wajib menggunakan Rupiah di wilayah NKRI" sebut Hermowo Koentoadji saat menyampaikan materi. Kewajiban menggunakan rupiah juga telah di atur dalam Undang-undang pasal 21 ayat 1 undang-undang mata uang. Untuk kewajiban menggunakan rupiah di NKRI ini, kita juga sudah mengadakan MoU antara Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Kapolri terkait pengunaan Rupiah di NKRI, karena pemakaian Rupiah harus berdaulat di Negeri Sendiri. Rupiah juga tidak akan menghambat investasi, karena sudah dari peraturannya pemakaian rupiah di Wilayah indonesia, dikarenakan undang- undang dibuat oleh DPR dan Pemerintah. "Jadi sudah dipikirkan lebih jauh sebelum undang-undang itu ada," sebutnya seraya berbolak balik dari meja satu ke meja yang lain. Ia tampak mengusai panggung dan audiennya saat itu.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Bank Indonesia (BI) telah bekerjasama dengan Polri untuk menangkap tangan pelaku yang tidak menggunakan Rupiah apabila melakukan transaksi. Hal itu tidak terlepas dari temuan Bank Indonesia dalam transaksi legal tender kurtasi sentelment produk barang dalam negeri.

Ia menambahkan, bahwa tujuan eksport dalam negeri setiap bulan mencapai 30 hingga 70 juta us Dollar. Jika kondisi itu dibiarkan akan menganggu kedaulatan keuangan negara secara mandiri. Maka, pembayaran dengan Rupiah wajib, baik itu transaksi tunai maupun non tunai, karena diwajibkan sesuai undang-undang.

Ia menyebutkan Bank Indonesia tetap mencermati kondisi pasar serta kondisi keuangan setiap hari, tetapi kondisi sangat dinamis setiap hari, sehingga Bank Indonesia memutuskan BI Rate di Level 7.5 Persen. ia menambahkan, akhir tahun masyarakat Indonesia akan dihadapkan dengan MEA (masyarakat ekonimi ASEA), Bank Indonesia terus mencermati tentang kondisi perekonomian saat ini. Bank Indonesia tetap mengambil langkah yang baik, sehingga dapat mensuport perekonomian Indonesia dan juga dapat meminalisir resiko.

Ia menjelaskan terkait perbankan yang berhubungan dengan Bank Indonesia, pasti BI akan selalu mensuport dan secara teknis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mempersiapkan untuk peningkatan daya saing tersebut pada pasar global MEA.

Selesai materi, peserta disiapkan coffe break sebagai jeda mareti berikutnya. Para perserta berbondong menikmati hidangan beripa makanan. Irama garpu dan sendok menambah kegaduhan saat menikmati coffe break. Kemudian, suara-suara mengerumpi karena masih banyak yang menjanggal di kepala, akhirnya terhenti karena waktunya singkat. Bukan karena majemen waktu yang disediakan oleh panitia, namun karena pembahasan yang di kupas sangat menarik. Sehingga bermacam pertanyaan seputar kewajiban menggunakan rupiah dan MEA bertubi-tubi dari peserta.

Usai coffe break, tidak menunggu waktu lama, materi selanjutnya telah di depan mata. Sesi kali ini sebagai pemateri adalah Pimred Warta Ekonomi M. Ihsan. Pemaparan di mulai pukul 10.45 dan berakhir makan siang pukul 12.30. Ia menguraikan tentang manulis berita dengan data. Ia menyebutkan pada dasarnya dalam penulisan berita ekonomi tetap mengacu pada kode etik jurnalistik serta kopetensi kewartawanan. Sehingga profesional kewartawanan terus terjaga.

Dia melanjutkan dalam penulisan berita ekomoni dengan data artinya menulis data tidak melalui angka-angak. "Misalkan, dalam penulisan angka-angka yang berjumlah banyak. Maka penulisannya perlu memberikan gambaran sederhana, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Misalkan saja, uang senilai 1 millyar itu dengan tunai sebanyak satu koper. Jika uangnnya 1000 milliar berti seribu koper. Maka, dipahami dan dibanyangkan dalam 1000 Milliar itu jumlahnya berapa. Maka, dalam menulisannya lebih disederhanakan lagi seperti misalnya setengah dari APBN, atau miskin 50 persen," lanjutnya.

Kemudian, usai pemaparan materi kegiatan pelatihan wartawan ditutup secara resmi oleh Assisten Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Arditya Dinar Fiskiawan. Usai ditutup secara resmi dilanjutkan dengan pendokumentasian kegiatan pelatihan dengan berfoto bersama. Setelah berfoto antara narasumber dengan peserta masing-masing perwakilan Sumbagteg diilanjutkan dengan makan siang di ruang Grateful itu pula. Usai makan siang para peserta kembali ke tempat istirahat masing-masing. Acara bebas.

Aku pun tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersenang-senang di areal lokasi Bintan Lagoon Resort. Banyak fasilitas pemandian yang disediakan resort. Mulai dari kolam ranang anak-anak kedalam 60 meter, sampai dengan kolam renang kedalam 1,3 meter. Kolam renang tersebut berpencar di setiap tempat.

Aku hanya berkesempatan mandi di tiga lokasi pemandian. Aku pertamakali mandi menuju pantai berama Bobby wartawan Koran Padang dan Fadil Wartawan Padang TV. Pantai yang bersih itu didukung oleh pasir pantai yang putih pula. Sementara petugas kebersihan hotel selalu bekerja membersihakan apabila ada sampah yang terbawa ombak. Sepanjang pantai tersebut di tersedian kursi tempat berjemur. Banyak bule yang mandi di pantai mekai kebini ada pula yang sedang berjemur sembari mabaca buku.

Setelah memuaskan hati berenang di pantai, aku dan dua orang temanku yang lain pindah berenang ke kolam renang anak-anak. Di kolam renang tersebut aku bertemu dengan Nova Anggraini wartawan Haluan, Melda Riani wartawan Padangmedia.Com, Novika Akhiarti wartawan Classy FM dan Dianita Ekawati wartawan Sipp Female.

Mereka mandi mengenakan jilbab dan tidak seperti tamu yang lainnya. Perbedaan terlihat mencolok dengan tamu yang lainnya. Mereka berdua perempuan minang tetap mempertahankan budayanya, meskipun tempat pemandian tersebut banyak bule memakai kebini.

Usai berfoto-foto di kolam renang tersebut akhirnya aku pun berpindah ke kolam renang berikutnya. Bobby dan Fadil tetap ikut. Hari bertambah sore, cahanya matahari mulai redup. Sedang para perempuan yang lain menuju hotel. Aku terus berjalan di jalan setepak yang telah di buat resor agar rumput taman tidak di injak. Sekitar 5 berjalan kaki akhirnya aku sampai ke kolam renang berukuran cukup besar dengan kedalaman 1,3 meter.

Kolam tersebut juga banyak tamu dan bule yang berenang. Kolam senang tersebut di sediakan gawang baske, sehingga para pengunjung dengan keceriaan bermain basket di kolam renang tersebut. Usai mereka bermain basket dan mereka pun menuju kamar inap masing-masing. Mereka meninggalkan bola basket terapung-apung di atas air.

Dengan berenang akhirnya aku pun mencoba mengambil bola basket tersebut terapung dan mencoba memasukan bola pada ring basket. Regar wartawan Pos Metro bersama Boban wartawan Rakyatsumbar baru saja sampai di kolam juga ikut bermain basket bersamaku. Kemudian meyusul pula Bobby wartawan Koran Padang yang barusan asih berfoto-foto dalam air dengan kamera gopro baru miliknya.

Main basket barlangsung dua lawan dua. Aku bersama Koran Padang sedangkan Pos Metro bersama Rakyat Sumbar. Sedang asyik bermain basket di dalam air, menyusul pula dua orang bule dari Tahiland, seorang ayah bersama putrinya. Permainan bertambah seru, karena ada seorang putri cantik bergabung main basket bersamaku. Tampa melewatkan untuk berfoto bersamanya usai bermain basket.

Lampu-lampu taman telah menyala, sanset berangsur hilang waktu shalat maghib pun masuk. Aku dan teman yang lain pergi menuju kamar hotel untuk bersiap-siap dan berbenah. Konon, makan malam para kontingen wartawan Sumbagteg di luar lokasi Resort.

Jam menunjukan pukul 07.30 semua kontingen telah berkumpul di loby hotel sesuai Rundown penyelenggara. Aku dan teman yang lain pun berada disana menunggu jemputan. Penyelenggara BI mengajak wartawan makan malam di Pulau Bintan.

Para peserta dibawa untuk makan malam diluar dari Resort. Aku dan rombongan makan malam terakhir di Kelong Restoran Tunteja 533 Desa Sebrang Peteh Kecamatan Teluk Sebung. Retoran Tunteja tersebut menyediakan makanan laut Seafood dengan berbagai jenis ikan laut mulai dari kepiting, keong, cumi dan ikan.  Restoran yang berdiri diatas laut tersebut sembari memandang kerlap-kelip lampu dermaga serta angin malam sepoi-sepoi.

Perjalanan menuju restoran tersebut memakan waktu 30 menit. Setelah semua kontingen naik dalam bus, kebelutan saat itu, kontingen Sumbar disediakan satu buah bus dan tidak bercampur dengan kontingen yang lain. Karena busnya besar sehingga masih banyak tempat yang kosong dan di isi oleh kontingen Jambi.

Malam itu, Aku sengaja tidak duduk di bangku, melainkan duduk di kaca depan mobil mengarah pada penumpang. Aku duduk berdampingan dengan gaet sembari menghibur. Sehingga perjalanan pun terasa singkat karena banyak sentilan-sentilan. Saat aku bicara orang-orang dalam bus tertawa ngekeh. Aku disarankan untuk masuk tand-Up komedi. Karena ide dan cara ku bertutur dapat menyakinkan penumpang untuk bisa komedian. Aku sendiri pun bingung alasan mereka menyarankan ku mengikuti komedian tersebut.

Sesampai di restoran seafood tersebut makan malam pun disediankan. Makanan yang masih panas membuka selera. Aku dan yang lain saling meberebutan menikmati makan malam itu. Kerincing sendok dan garpu yang berirama di tambah pula suara keklak-keclok kulatan. Sembari berfoto-foto, makan malam diwainai bunyi deburan ombak. Karena restoran tersebut berada di atas laut.

Jam menunjukan pukul 22.00 malam, aku bersama wartawan yang lain bertolak menuju resort Bintan Lagoon untuk beristirahan. Perjalan kian seru karena melewati perkampung terlebih dahulu barulah sampai pada pos jaga yang di jaga dengan ketat. Dari pos jaga tersebut untuk sampai ke hotel memakan waktu 30 menit perjalanan. Sepanjang jalan hanya rimba yang di temui sepanjang jalan, serta lampu penenrang jalan.

Sesampai di loby hotel, semua telah mengarah menuju kamar masing-masing. Aku pun demikian. Namun, karena mata tidak mengantuk akhirnya aku menemui Regar dan bersma rekan ku Bobby. Aku pergi berputar di kawasan resor dengan berjalan kaki. Usai berkeliling aku pun mencoba menghampiri Klup malam hotel.

Aku dan dua orang temanku tidak masuk ke dalam klup malam tersebut. Melainkan duduk di meja depan pintu masuk klup sembari berbincang dengan satpam penjaga klup. Karena penasaran aku pun bertanya pada penjaga, apakah klup ini boleh dimasuki oleh tamu hotel. Satpam mengatakan bahwa fasilitas tersebut memang disediakan untuk tamu hotel. Namun, agar tidak terkejut satpam menjelaskan menu harga klup tersebut. "Minuman mineral saja di jual seharga Rp120 ribu, belum yang lainnya jauh lebih mahal," katanya.

Perbincanga kian menarik serta mendengarkan pengalaman penjaga yang telah bertahun-tahun disana. Namun malam kian larut, jam menunjukan pukul 00.20 dini hari, sehingga perbincanganku pun terhenti mengingat hari esok Rabu, 25 November 2015 cek out kamar hotel pukul 07.30 pagi. Aku pun bergi menuju kamar hotel untuk istirahat. (bersambung…)


No comments:

Post a Comment