Thursday, September 29, 2016

Pelestarian Sejarah dan Kebudayaan Semalam di Soedut Kampoeng Ajarkan Seni Tradisi Ke Generasi Muda

Semalam di Soedoet Kampoeng Pelatihan Membuat Janur
Acara Semalam di Soedoet Kampoeng berangkat dari sebuah ide dari Komunitas Heritage Sawahlunto. Sehingga terbesit untuk menggagas kegiatan tersebut dijadikan sebuah iven bulanan.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan karena melihat dari kurangnya dan daya minat remaja akan budaya seperti keahlian dan keterampilan dimasa lalu, namun sekarang telah menurun. Remaja telah mulai menurun semangatnya untuk memper-tahankan seni budaya yang ada di sawahlunto.

"Maka, timbulkan keinginan untuk membentuk komunitas beranggotakan remaja, desawa dan tua dengan tujuan bersama melestarian segala kekayaan, meliputi seni budaya, sosial, permainan anak nagari termasuk berbagaimacam makanan dan sebagainya yang ada di kota sawahlunto," ungkap Yopi Sagit Darmizi Ketua Komunitas Haritage.

Maka, dirangkul remaja (anggota) untuk bergabung dalam suatu komunitas heritage. Selanjutnya, remaja tersebut dibekali dengan semangat pelestarian budaya seperti Janur, bentuk makanan, kesenian berupa musik tradisional dan keahlian silat. Kemudian, kuliner yang ada kue talam, lamang baluo, wedang jahe, teh jahe dan semua itu di produksi oleh masyarakat sekitar untuk menyertakan diri sebagai peserta iven semalam di soedut kampoeng. Sehingga melihat fenomena tersebut akan keinginan untuk membuat komunitas yang fokus pada pelestarian budaya berbagai etnis di kota Sawahlunto. Kemudian, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, muali dari permainan, dan kuliner dan sebagainya. Maka, dirangkulah generasi muda untuk menjadi anggota Komunitas Heritege. Sehingga kegiatan ini dapat diarahkan generasi muda.

"Kegiatan semalam di soedoet kampoen tersebut diharapkan akan terus bermunculan generasi baru dengan ketertarikan budaya dengan mempelajarinya. Jadi, jika ada generasi muda bisa melestarikan dan memahami serta melaksanakan apa yang diprogramkan sehingga budaya akan tetap berlanjut sampai kedepan. Sebab, ada generasi muda yang handal dan siap sebagai promotor berjalannya seni budaya di kota tua ini," kata promotor kegiatan Semalam di Soedut Kampoeng.

Kemudian, untuk kegiatan ini juga melibatkan budayawan dan pelaku seni, baik berupa keterampilan, kuliner jajanan khas tempo doelu dengan melibatkan 'pelaku' (orang tua) untuk membantu dan mengajarkan kepada generasi muda. Atau memberikan sedikit ilmu yang dimiliki berkenaan dengan seni budaya serta kerajinan lainnya. Para pelaku dan seniman tersebut bersedia berbagi tampa bayaran, sebab, kegiatan ini bersifat sosial.

Kemudian, untuk sanggar dan komunitas yang tampil tidak pada iven semalam di soedut kampoeng ini mereka tidak dibayar. Komunitas tersebut dengan sukarela dantang dan mengisi acara pada tersebut. Mereka berlatih dan menampilkan kesenian yang dimiliki pada kegiatan semalam disudut kampung tersebut.

Hal itu dilakukan dengan kerjasama dengan komunitas lain untuk saling mengisi dan melengkapi iven semalam di soedut kampoeng tersebut. Mereka mau datang pada kegiatan tersebut, sebeb untuk membayar mereka, sebagai menyelenggara tidaklah sanggup sebagai komunitas yang baru muncul.

"Komunitas helitege lahir pada 1 April 2016. Kegiatan pada malam ini merupakan kegiatan yang ke tiga kali berjalan. Insya allah kegiatan ini akan ada setiap bulan dan kegiatan ini disuppor oleh pemerintah kota Sawahlunto," katanya.

Kedepan diharapkan untuk jangka pendeknya semakin banyaknya peminat generasi muda untuk mendalami dan mempelajari apa kebudayaan kita dimasa lalu. Begitupun kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di kota Sawahlunto di masa lalu agar mereka bisa berkembang.
"Malam ini yang berkesempatan hadir untuk melakukan aktifitas pada kegiatan semalam di soedut kampong tampil dari komunitas OK Buana Lestari Kota Sawahlunto, Perguruan Silek Tuo Gunung Timbago, Komunitas Kuali, kuda kepang," katanya.

Pemerintah Kota Sawahlunto mendorong Pelestarian sejarah dan kebudayaan semalam di Soedut Kampoeng menampilkan seni tradisi yang di gagas oleh Komunitas Halitage. Kegiatan semalam di Soedoet Kampoeng akan menjadi brand bagi masyarakat kota sawahlunto dan masyarakat Tansi Baru. Sebab, kegiatan semangatnya untuk mempertahankan seni budaya yang ada di Sawahlunto.

Efriyanto, Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto menyebutkan bahwa Pelestarian sejarah dan kebudayaan yang bertajuk semalam di Soedut Kampoeng menampilkan seni tradisi bertujuan untuk mengangkat dan memperkenalkan kembali kepada remaja seni tradisi. Kegitan yang digagas oleh komunitas Halitage merupakan kegiatan positif yang bersifat sosial.

"Pemerintah kota tentunya mendukung serta mensuport agar kegiatan tersebut terus berjalan setiap bulan, sehingga menjadi brand dan ekon bagi masyarakat kota Sawahlunto khususnya di Tansi Baru," katanya.

Ia melanjutkan, agar kegitan tersebut terus memerus diselenggarakan maka pemerintah kota mensupor dengan penyediaan tempat dan listrik seperti Goedang Ransoem. Kemudian dari dinas pariwisata membantu dengan peminjaman peralatan berupa soundsystem. "Kita juga mensupor dengan membatu kegiatan semalam di soedoet kampoeng dengan publikasi agar kegiatan tersebut diketahui oleh masyarakat manyak," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan semalam di soedut kampoeng yang digagas oleh komunitas Haritage berjalan dengan lancar mampu mandiri. Sebab kemandirian komunitas haritage diharapkan terus mengangkat seni tradisi yang selama ini dijauhi oleh generasi muda karena sasaran kegiatan tersebut adalah remaja.

"Selama ini, permainan anak nagari telah banyak ditinggalkan oleh generasi karena perkembangan teknologi. Makanya komunitas halitage kembali mengangkat dan memperkenalkan pada generasi muda seni tradisi, seperti membuat anyaman. Seperti membuat ketupat, janur, memperkenalkan makanan tradisional lainnya kepada generasi," katanya.

No comments:

Post a Comment