Thursday, September 15, 2016

Kampung Seni Lahirkan Banyak Seniman



Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Wisata Tambang Berdudaya Sawahlunto, banyak menyimpan group seni, sehingga dinobatkan menjadi 'Kampung Seni' oleh pemerintah kota. Selain kaya akan group seni, kelurahan dengan penduduk 1365 jiwa dan 365 KK terdiri dari empat RT dan dua RW juga sebagai 'Kampung Hijau'. Kemudian, di Kelurahan ini pula juga banyak terdapat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang produktif.

Harunis, Lurah Tanah Lapang menyebutkan bahwa di kelurahan Tanah Lapang programnya lebih banyak terlaksana adalah dari kemasyarakatan terutama Kampung Seni. Dasar pikiran Kampung Seni ini terbentuk dari ide masyarakat sendiri. Kehadiran Kampung Seni tersebut terlahir dari masyarakat sehingga pemerintah harus lebih fokus untuk memberikan support.

"Dengan dinobatkan menjadi Kampung Seni sendiri prospek kedepan sebetulnya adalah masyarakat tansi merupkan multi etnik yang hidup berdampingan seperti Jawa, Batak, Minang. Sehingga group-group seni yang ada di Kota Sawahlunto kebanyakan dari Tanah Lapang. Ada sebanyak sepuluh kelompok seni yang ada seperti Kelompok Seni Kali Masodo, Batak, Galang Maibau, Parmato Hitam, Sahek, Orkesra Keroncong Lapangan Segi Tiga (OK Lapseg), Kinantan KIM, Oppit KIM," ungkap Harunis Lurah Tanah Lapang Jalan Nusantara no 1 Kecamatan Lembang Segar, Selasa, 30 Agustus 2016

Ia melanjutkan bahwa Kampung Seni ini dibentuk bahwa kampung seni karena group-group seni tersebut selama ini berjalan sendiri-sendiri dan tidak terkoordinir dengan baik. Maka, dibentuklah forum sebagai wadah untuk paket wisata, terutama paket homstey bagi pengunjung. Karena partisipasi warga di tanah lapang mendukung program kelurahan.

"..'Seayun selangkah dalam keberagaman, membudayakan senyum dan bersih lingkungan'.." yang menjadi selogan kita. Sebab, menjadi kota wisata terutama Kampung Seni, masyarakatnya harus ramah terhadap siapa pun termasuk pada pengunjung atau wisatawan baik lokal maupun manca negara. Bagaimana orang ingin datang jika masyarakatnya jutek duluan," tuturnya.

Lebih lanjut, ungkap dia, untuk penganggaran yang diberikan terhadap kelompok seni yang ada di kampung seni ini dari kelurahan tidak ada, melainkan dari masyarakat sendiri membentuk kampung seni. Kemudian secara umum keterlibatan langsung masyarakat Tanah Lapang, sebab masyarakat sendiri banyak memiliki jiwa seni, terutama kalangan pemuda termasuk RT/RW. Namun, sejak pencanangan kampung seni ini pada 6 Maret 2016 lalu oleh walikota, maka kampung seni maka pada tahun 2017 penggangarannya akan menjadi iven kota. Semua prodak kesenian akan ditampilkan tidak tertutup kemungkinan, kuliner tempo dulu juga akan ada.

"Prodak yang dapat menyokong masyarakat di Tanah Lapang adalah Seni, sebab di Tanah Lapang ini merupakan gudangnya para seniman. Selain itu, di kelurah ini masyarakat juga memiliki Usaha mikro kecil menengah (UMKM) seperti Kerupuk Opak, Batu Baro, Tahu, Tempe. Kemudian untuk penganggaran di kelurahan bergantung dari pemerintah Kota. Jadi tidak ada bantuan secara spontan yang diberikan kepada kelompok seni," jelasnya.

Sementara itu, Charles Sekretaris Forum Kampung Seni menyebutkan bahwa dari segi penamaan 'Kampung Seni' itu sendiri merupkan nama yang unik dan mudah diingat bagi masyarakat luas. Jika menengok kebelakang latar belakang masyarakat tanah lapang ini yang lebih spesifik adalah warga Tansi Baru pada zaman tambang batu bara, daerah ini memang daerah seni. Sebab, pada waktu sore setelah pulang bekerja masyarakat banyak bernyanyi dari kelompok seni. Memang tansi baru merupakan tempat para seniman namun di Tanah Lapang inilah kelompok seni lahir dan banyak seniman lainnya yang tinggal di Tanah Lapang.

"Kelurahan tanah lapang ini sebetulnya paling unik di kota Sawahlunto dan bahkan di Sumatera Barat. Karena di kelurahan Tanah Lapang sendiri multi etnik dan multi agama. Maka, dari sisi etniknya, mereka memiliki seniman masing-masing," katanya.

Ia melanjutkan, jika dilihat untuk satu kelurahan yang memiliki kelompok seni di Kota Sawahlunto hingga kini banyak terdapat di tanah lapang. Kelompok seni tersebut hingga saat ini masih eksis sampai sekarang. Karena banyaknya kelompok seni yang ada di tanah lampang ini menjadi keunikan tersendiri. Maka, hal inilah yang mendapi pondasi untuk dijadikan forum sebagai wadah berkumpul bagi group seni di tanah lapang. Tujuannya agar bisa menampilkan prodak seni dan group seni akan lebih berkembang.

"kampung seni ini juga akan menjadi dinasti wisata seni, sehingga kedepan para wisatawan yang datang di Tanahlapang ini karena ada seninya. Jadi para wisatawan akan mengunjungi group-group seni yang latihan, kemudian melihat penampilan dari kelompok seni tersebut. Selain prodak seni yang lahir, kelurahan tanah lapang ini juga merupakan kampung hijau sejak tahun 2014, dua gelar ini akan tatap didukung oleh masyarakat meneruskan yang telah ada," ungkapnya.

Sehingga apa pun prodak seni yang keluar dari kota kebanyakan dari tanah lapang. Maka, dengan adanya forum kampung seni ini diarahkan pada peket-paket wisata. Kemudian, pembentukan wadah kampung seni ini arahnya akan lebih dominan di tanah lapang. Sementara itu, sekret kampung seni ini untuk sementara di balai serbaguna yang dimanfaatkan untuk berkumpul bersama berdiskusi.

Selanjutnya, jika wisatawan yang datang berkunjung ke kampung seni untuk melihat prodak-prodak seni dari kelompok seni yang ada di kampung seni tanah Lapang, kita masih menompang di websaite homestey Sawahlunto. Karena promosi homestey sawahlunto juga merupakan promosi kampung seni, untuk semetara masih menompang di webseite kota Sawahlunto.

"Kita akan membuat dinatiwisata yang lebih terarah dengan melibatkan daerah dan kecamatan lainnya sebagai paket wisata. Tidak hanya kampung seni saja, juga akan melihatkan prodak seni dari daerah lain yang kacupannya kota Sawahlunto, kita akan mengarah kesitu akar kampung seni bisa dikenal banyak orang," katanya.

Zulfenrianto, ketua RT 01 menyebutkan warga masyarakat mendukung adanya kampung seni ini. Kampung Seni ini adalah bentuk ikon wisata karena banyak melahirkan kelompok seni, sehingga di berinama 'Kampung Seni' dan telah diresmikan oleh walikota. Karena kota wisata tidak terlepas dari seni budaya, sehingga untuk itu prodak seni budaya yang ada hanya di Tanah Lapang. "Saya sendiri terlibat secara langsung dalam kampung seni karena kampung seni ini akan melahairkan," katanya

No comments:

Post a Comment